
Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga miexp kesukaanku, yang ditraktir Nur cuma aku karena nganterin dia pulang kemarin, dan yang lain bayar sendiri hehe
Nar : " ah Bt. kenapa gak jadian aja si Nur"
Wati : " iya Nur. toh Dian juga ganteng pinter lagi, selalu juara satu dikelasnya"
Novi : " kalian jangan maksain keputusan orang lain"
Aku : " iya tuh bener. lagian kalian maksa Nur jadian supaya makan gak usah bayarkan? Cinta itu gak bisa dipaksa" mengaduk aduk mie
Novi : " Cha, kamu sering banget makan mie pedes, gak takut nanti perutnya kenapa-napa"
Aku : " gak "
Nar : " bukanya kamu juga lagi datang bulan, dan sering mengeluh sakit padaku. Hari ini jangan terlalu banyak sambelnya!"
Aku : " perutku emang sedikit sakit sih, tapi gak apa-apalah"
Dimasa depan karena sering makan pedas waktu sekolah, perutku jadi lemah, makan pedes sedikit aja langsung kambuh, dan bukan cuma makanan pedes, minuman yang dingin juga berpengaruh. Makanya aku sering sakit dan ijin kerja.
Wati : " udahlah kalo gak bisa dibilangin, ayo kita makan juga, bentar lagi masuk kelas"
Berlima kita memesan menu yang sama miexp. Kita selalu seperti ini dan gak akan pernah berubah.
__ADS_1
Baru beberapa sendok aku melahap miexp yang super duper pedes. perutku mulai merasa sakit, lama kelamaan terasa dipelintir. aduh
Nur : " Kenapa Cha?" khawatir
Nar : " pasti gara-gara makan pedes, udah dibilang . . . ayo bawa ke UKS!"
Mereka berempat memapahku ke UKS. ditengah jalan aku mulai kehilangan kesadaran, mereka memanggil-manggil namaku, menggoyang-goyangkan tubuhku supaya tidak menutup mata, ditengah situasi itu, samar-samar aku melihat seseorang menghampiriku, dan setelah itu aku tidak sadarkan diri.
UKS
Perutku masih terasa sakit. Tapi aku memaksakan diri untuk membuka mata.
Nar : " Cha. kamu udah siuman?" antusias
Nar : " kamu tau gak pas kamu pingsan tadi aku sangat khawatir, yang lain juga sama khawatir"
Aku : " yang lain kemana?" suara pelan
Nar : " yang lain ada pelajaran. kita juga sih, tapi tadi aku ijin bilang mau nemenin kamu sampai pulang sekolah"
Aku : " thanks"
Nar : " oh ya. tadi kamu tau gak siapa yang bawa kamu ke UKS?"
__ADS_1
Aku : geleng kepala
Nar : " dia, yang waktu itu kena cipratan genangan air didepan parkiran karena kamu bawa motornya gak pelan2"
Aku : " benarkah? kapan?" berpikir keras
Nar : " ahh pokok nya ya waktu itu, gak inget kapan. Bener ya ternyata orang yang membuat kesalahan selalu lupa akan perbuatannya"
Aku : " bukan begitu. eh siapa namanya?"
Nar : " serius"
Aku : " serius apa?"
Nar : " serius kamu gak tau siapa dia?" sedikit menaikan suara
Aku : " gak"
Nar : tepuk jidat " aduh Cha, serius deh. satu tahun ini kamu kemana ajah? dia itu satu angkatan dengan kita anak mesin satu jurusan dengan QQ, dia juga ikutan eskul silat. Dia itu salah satu idola di sekolah ini, walaupun wajahnya selalu tanpa ekspresi tapi menurutku dia bukan orang yang dingin juga, dan namanya adalah ILHAM"
'ternyata dia adalah orang itu, orang yang tadi duduk disebelah kami waktu dikantin dan dia juga orang yang kena cipratan air karena aku, sepertinya lain kali harus berterima kasih dan meminta maaf'
Kamar
__ADS_1
Baru saja aku menyelesaikan satu Chapter lagi, sehari satu Chapter juga lumayan sih, pembacanya juga udah lumayan banyak. Diumurku yang baru saja 15 tahun ini aku ingin sekali menghasilkan uang untuk orangtuaku, walaupun hanya dari menulis. Tapi aku harus mendapat 10rb pembaca mungkin baru akan dilirik oleh editor.