
Novel buatanku, lama sekali ada 10 rb pembacanya. Haduh ' apa bikin Novel baru lagi aja yah?'
Rumah
Ibu :" Cha? bukan kah satu bulan lagi kamu akan ulangan semester?
Aku :" iya. memangnya kenapa bu? melahap sarapan
Ibu :" Kenapa? kamu harus lebih fokus sama belajar dan kurangi main basket!"
Aku :" iya iya bu, kapan sih ulanganku jelek" sombong
Ibu :" kapan? kalau bukan karena nilai raportmu yang bagus. kamu gak bakal masuk kesekolah yang sekarang, soalnya nilai UN kamu buruk"
Aku : ' itu sih karena aku sering mikirin kak Ahmad. bodoh bodoh, kenapa dulu aku mikirin orang yang gak penting' "iya Chaca bakalan giat belajar. yaudah ya bu, Chaca berangkat sekolah dulu"
Ibu :" iya!"
Kantin
' ibu memang luar biasa, selalu saja mengingatkanku. Yah untunglah ada ibu yang selalu mengingatkanku belajar. Dulu ketika aku disuruh belajar oleh ibu, aku malah males, jadi masa depanku suram. Sekarang harus lebih giat belajarnya supaya kehidupanku tidak seperti saat itu'
Nar :" Yo Cha. ngapain ngelamun aja" muncul tiba tiba
Aku :" bisa gak? kalau datang gak usah ngagetin!"
__ADS_1
Nar :" sory sory. Abisnya kamu ngelamun aja, mikirin soal buku itu?" duduk
Aku :" Gak. eh iya juga sih, tapi sekarang lagi mikirin ulangan semesteran bulan depan"
Nar :" iya juga ya bulan depan kan kita udah mau ulangan semester"
Aku :" ngomong ngomong yang lain kemana?"
Nar :" oh ya. yang lain ada kumpulan PMR"
Aku :" terus kamu gimana? kok gak ikutan, kamu juga anggota PMR kan"
Nar :" oh iya lupa. tadi aku cuma mau beli minum, gak taunya ketemu kamu disini, yaudah deh Cha aku pergi dulu ya" Bangkit berdiri dan pergi menjauh
'Akhirnya sendirian lagi. Si mini tumben gak keliatan? apa dia lagi deketin Rama? heh anak itu ( geleng kepala)'
PERMISI?!
Aku : menoleh kesamping " iyah?"
Ilham :" Kamu Chaca kan?" duduk didepan Chaca
Aku :" iyah. Ilham?"
Ilham :" eh... begini. Kamu pernah satu kelompok sama Rama kan?"
__ADS_1
Aku :" satu kelompok? mungkin lebih tepatnya pernah punya tugas yang sama dari guru yang sama?"
Ilham :" iya itu. ehh... boleh minta tolong gak?"
Aku : ' salah satu siswa paling berbakat di jurusan mesin, minta tolong? ini beneran?' "Minta tolong apa?"
Ilham :" Waktu aku dikasih tugas sama pak guru Acam. aku gak masuk, dan gak punya kelompok. aku disuruh membuat tugasnya sendiri. Tapi berkali-kali ditolak. Pak guru bilang, tugas yang kelompok Qq kerjakan adalah yang terbaik, pak guru menyuruhku untuk minta tolong padamu"
Aku : ' panjang lebar penjelasannya. sejak kapan orang ini banyak bicara, tapi ya sudahlah' " Memangnya pak guru menyuruhmu Observasi juga"
Ilham :" yang pertama iyah. Tapi karena aku sendirian gak punya kelompok. Pak guru menyuruhku membuat makalah tentang Mesin dari mana saja sumbernya. mungkin kamu bisa bantu, soalnya kamu yang paling berperan dalam Observasi bareng Qq waktu itu"
Aku :" mmm. Gimana yah" berpikir
Ilham :" sebenernya aku gak mau ngerepotin, tapi sebentar lagi udah mau ulangan semester. Pak guru memberiku waktu satu minggu sebelum ulangan sudah harus menyelesaikan tugas, dan juga Rama menyarankan aku minta tolong sama kamu" sedikit memohon
Aku :" bukannya tidak mau, tapi Chaca juga harus fokus belajar" melihat wajah ilham sekilas " Baiklah. karena kamu sudah meminta, Chaca mau bantu Ilham"
Ilham :" serius?" senang
Aku : ' baru kali ini melihat wajahnya mempunyai mimik. biasanya datar-datar saja' " iya. temui Chaca di perpus sehabis pulang sekolah. Kalau begitu Chaca masuk kelas dulu" berjalan menjauh
Tidak tau bagaimana reaksinya setelah aku pergi. Tapi baru kali ini aku melihat wajah yang datar itu terlihat kasihan dan juga terlihat senang. Dikehidupanku yang dulu, aku tidak dekat dengannya, hanya tau dia saja. Sekarang malah kita akan sering ketemu.
*T*akdir memang sudah banyak berubah! semoga masa depanku juga bisa berubah jadi lebih baik
__ADS_1