
Satu bulan lagi ada perlombaan basket tingkat kabupaten. Aku terpilih menjadi salah satu dari tim putri, tapi sayangnya aku tidak bisa ikut, karena harus mengerjakan tugas kelompok dari pak Guru.
Kelas
Mini : " Cha kamu udah ngerjain pr yang kemarin belum?"
Aku : "udah"
Mini : " lihat dong"
Aku : " gak. kenapa gak ngerjain sendiri"
Mini : " yah Cha, jangan pelit dong"
Aku : " kalau kamu nyalin terus, kapan bisa sendirinya"
Baru saja Mini akan membuka mulut untuk bicara, salah satu teman kelas kami masuk dan memberi tau bahwa hari ini guru-guru sedang rapat dan kemungkinan kelas bebas sampai jam pelajaran terakhir.
Setelah aku mengambil jurusan Farmasi ini, otomatis aku dan Nar sudah tidak satu kelas Lagi. jadi sekarang teman sebangkuku adalah Mini.
Dreett drrreett
Ponselku berbunyi, sepertinya ada yang sms. Benar sekali, yang nge Chat adalah kak Ahmad, aduh males banget deh, dia ngajak ketemu katanya mau ada yang dibicarain.
Isi Chat
*kak ahmad: Cha kamu ada dimana, kak ahmad mau ada yang dibicarain, bisa gak kita ketemuan di kantin
Aku: mau bicarain apa kak?
__ADS_1
Kak Ahmad: kita ketemu aja dulu, sekarang kan juga lagi gak ada guru!
Aku: ok deh*
Males banget berdebat dengan dia, jadi aku putuskan untuk pergi kekantin sesuai yang dia minta.
Kantin
'mana sih ni orang, dia yang ngajak ketemu dia yang telat'
kak Ahmad : " Cha"
Aku : nengok " kak Ahmad mau bicara apa?"
kak Ahmad : tersenyum " kamu emang gak suka bertele-tele yah"
Aku : . . . .
Aku ikutin perkataannya lagi kali ini
Aku : duduk " kak Ahmad mau bicarain apa?"
Kak Ahmad : " kamu gak mau pesan makanan dulu"
Aku : " gak, langsung aja"
kak Ahmad : " ok ok. Cha kenapa kamu belakangan ini jarang ngebales pesan dari kak Ahmad juga gak angkat telpon dari kakak?"
Aku : 'harus banget ya' "oh itu ya kak, maaf akhir-akhir ini Chaca lagi sibuk, banyak tugas" 'biasanya juga aku males bales pesan dari dia, karena gak enak aja aku terpaksa'
__ADS_1
Kak Ahmad : " Oh gitu ya. kak Ahmad kira kamu ada masalah makanya kak Ahmad ngajak kamu ketemuan"
Aku : " Chaca baik-baik aja kok Kak, ada lagi yang mau diomongin?kalo gak ada Chaca mau ke kelas"
Kak Ahmad : " kamu gak mau pesan miexp, bukannya kamu suka"
Aku : " gak kak Chaca gak laper, yaudah ya kak Chaca masuk kelas dulu" bangkit berdiri
kak Ahmad : " ok"
'seandainya aku yang dulu diajak bicara berdua kayak gini oleh kak Ahmad mungkin aku sangat senang, tapi aku yang sekarang bukanlah aku yang dulu, bodoh sekali jika aku masih mengharapkannya, maaf kak Ahmad seandainya kamu dulu lebih peka sama perasaanku mungkin sekarang aku akan lebih bersikap ramah'
Baru saja berjalan beberapa langkah dari tempat aku meninggalkan kak Ahmad tadi. Terlihat ada segerombolan cewe-cewe yang sedang mengerumuni salah satu meja dikantin itu, penasaran aku coba mendekat. Ternyata yang dikerumuni oleh cewe-cewe itu adalah Ilham dan dua orang temannya, dua orang temannya Ilham memang lumayan ganteng mereka juga ramah, tapi walaupun Ilham dingin tapi dia juga sangat tampan, jadi cewe-cewe jelas lebih banyak menyukai Ilham.
'mumpung aku ketemu sama orang ini sekalian aja aku ngucapin terimakasih dan meminta maaf, apa yang harus aku kasih yang buat tanda ucapan, oh ya itu saja'
Ilham : " aku gak suka itu"
Cewe 1 : " lalu Ilham sukanya apa dong"
Ilham : . . . .
Teman ilham 1 :" Ilham gak suka nerima hadiah atau pemberian dari orang lain, jadi makanannya buat kita aja gimana?"
Teman Ilham 2 : " bener tuh daripada mubajir"
Cewe 2 : " gak boleh kita kasih ini buat Ilham"
Setelah aku membeli sebuah Coklat berukuran persegi panjang aku langsung berjalan menuju kerumunan itu.
__ADS_1
Aku : " permisi"
Semua orang yang ada ditempat itu sontak menengok kearahku, termasuk juga Ilham. Walau tidak terlalu terlihat, tapi raut wajahnya sedikit terkejut.