KESEMPURNAAN COKLAT

KESEMPURNAAN COKLAT
Pulang


__ADS_3

Pulang


Tak lama menunggu pesanan kami berdua datang juga. Dua gelas kopi arang dengan asap yang


masih mengepul ditambah beberapa makanan. Makanan yang dihidangkan dimeja


sangat asing bagiku. Mataku menyapu semua makanan yang dihidangkan dengan


perasaan yang aneh.


“ Kamu kenapa?”, tanya Mas Rama, sepertinya Mas Rama mengerti kalau aku merasa asing


dengan makan-makanan aneh ini. “ Kamu pasti merasa aneh ya? Aku dulu waktu


pertama kali juga merasa aneh dengan makanan disini.”, jelas Mas Rama.


Kuanggukkan kepalaku karena aku memang merasa aneh dengan makan-makanan ini.


“ Kok gosong ya Mas?”, tanyaku sambil menunjuk sebuah makanan berbentuk persegi dan gosong.


“ Itu namanya jadah bakar, makanan kesukaan Eyang. Cobain deh, enak kok.”, suruh Mas


Rama.


“ Kalau gak enak awas ya!”, ancamku.


“ Gimana?”, tanya Mas Rama setelah aku berhasil menelan sepotong kecil makanan ini.


“ Lumayan legit, tapi pahit.”, jawabku sambil menelan ludah. Mas Rama tertawa melihaku


seperti ini, kelihatannya ia senang melihat aku kepahitan.


“ cobain deh kopi arangnya, gak pahit kok.”, suruh Mas Rama lagi.

__ADS_1


“ Iya Mas rasanya gak pahit, rasa arangnya juga terasa enak.”, jawabku setelah berhasil


meneguk kopi arang. Mas rama tersenyum melihat ekspresiku.


Kulihat Mas Rama terlihat lahap sekali memakan tusuk demi tusuk sate usus ayam yang


dihidangkan di meja. “ enak ya Mas?.”, tanyaku penasaran.


“ Coba deh.”, suruhnya sambil menyodorkan beberapa tusuk sate yang masih tersisa di


piring kearahku.


“ Dea coba nih Mas.”, kataku sambil mengambil setusuk sate dengan wajah yang masih gengsi.


Aku meragukan sate ini, apa lagi bentuknya aja sudah tak lazim seperti ini.


“ Gimana?”, tanyanya dengan mimik wajah menggoda.


“ Buat Dea semua aja ya Mas.”, pintaku. Ternyata rasa sate ini enak juga.


tawaku bersamaan.


Aku sempat memandang remeh angkringan ini. Tapi angkringan ini berbeda sekali dengan apa


yang aku bayangkan. Aku jatuh cinta pada makanan-makanan sederhana yang


disajikan disini. Angkringan ini mungkin akan menjadi salah satu tempat favoritu


selama aku di Jogja.


Sepanjang jalan aku tak bisa berkata apa-apa, karena kantuk yang tengah menghadangku. Aku


tak kuat menahan rasa kantukku hingga akhirnya aku tertidur. Tidurku kali ini

__ADS_1


ternyata di singgahi oleh mimpi. Sesosok misterius mampir dalam mipiku. Ia


memegang erat tanganku sangat erat sampai aku tak bisa menggerakkan tanganku


yang digenggamnya saking kuatnya. Ia menyeret tangan aku untuk mengikuti


langkahnya tapi tiba-tiba sinar bulan yang tadinya menyinari langkah kami


hilang tertutup oleh awan hitam seperti predator yang memakan mangsanya.


Keadaan menjadi gelap dan pria itu tiba-tiba hilang. Ia sudah tidak berada di


sampingku lagi. Tepat saat cahaya bulan menghilang tadi.


“ Dea, bangun.”, Mas Rama berusaha membangunkan aku yang tertidur pulas didalam mobilnya.


Aku sedikit membuka mata dan aku baru sadar ternyata itu hanya mimpi. “Iya Mas.”, Ternyata


kami sudah sampai di halaman rumah Eyang. Aku bergegas turun dari mobil Mas


Rama dan langsung masuk rumah.


Ternyata Eyang masih melihat acara TV saata aku berjalan melewati ruang tengah. Aku


hanya menyapa Eyang dan tidak bergabung dengannya akarena aku sudah sangat


mengantuk.


 


Bersambung...


kenapa novel ini sepi sekali ya gimana sih caranya agar rame?

__ADS_1


tolong komen ya dan jangan lupa likenya juga.


Terima kasih.


__ADS_2