KESEMPURNAAN COKLAT

KESEMPURNAAN COKLAT
Kebahagiaan Coklatku


__ADS_3

Coklatku


Aku bahagia bisa membalas sms Mama, aku lega telah melaksanakan apa yang telah


diwanti-wanti oleh Mama. Kulirik jam yang yang tergantung di dinding yang membuatku


tercengang. Sekarang sudah pukul tujuh malam. Eyang dan Mas Rama pasti sudah


menungguku di meja makan. Kurapikan rambutku yang bukan main berantakan


kemudian langsung keluar menuju meja makan. Benar, Eyang dan Mas Rama sudah


menungguku dengan piring yang tertutup rapi.


“ Maaf ya semuanya, Dea sudah bikin Eyang dan Mas Rama menunggu lama.”, kataku minta maaf


pada Eyang dan Mas Rama.


“ Nggak apa-apa, ayo makan. Mbok Siti sudah masak masakan kesukaan kamu.”, suruh Eyang.


Eyang mengambilkan nasi untukku dan juga Mas Rama serta menyuruh kami untuk mengambil lauk yang


banyak. Kata Eyang kalau makan bukan nasinya yang banyak tapi lauknya. Makan malamku


ini sangat berkesan, sama seperti saat makan malam bersama Papa dan Mama


sebelum berkonflik dulu. Hangat dan menyenangkan.


Mas Rama dan Eyang tak henti-hentinya melempar tebak-tebakan konyol ditengah acara amakan


malam kami. Tebak-tebakan yang terkadang tidak nyambung tapi lucu. Aku merasa

__ADS_1


mendapatkan coklatkukembali karena kehangatan yang dipancarkan oleh Eyang dan


Mas Rama.


“ Dea jadi ikut? “, tanya Mas Rama tepat di saat kami sudah selesai makan.


“ Ikut kemana? “, tanyaku balik kemudian menengguk segelas air putih sampai habis.


“ ke Sekolah, gimana sih kamu ini.”, Jawab Mas Rama sambil meledek.


“ boleh,kapan? “, tanyaku.


“ Sekarang, Mas tunggu di depan ya”, jawabnya.


“ Ya sudah Dea ganti baju dulu.”, kataku kemudian langsung beanjak dari meja amkan ke


kamar.


Aku bingung harus memakai baju apa. Aku tidak tahu event apa yang tengah berlangsung karena


tergantung rapi didalam lemari dan pandanganku berhenti tepat pada kaos berwarna


putih hadiah dari Vivi. Sepertinya ini cocok kupakai malam ini.


Segera kuganti pakaianku dan kurapikan rambutku setelah kaos melekat pas ditubuhku. Tak


ada yang berubah dari bentuk tubuhku, masih tetap berisi tapi tidak bisa


dikatakan gemuk. Kuratakan pula bedak yang tadinya menebal disalah satu


wajahku. Lumayan, wajahku tidak lagi terlihat kering seperti saat sebelum

__ADS_1


memakai bedak, kucari dompet dan hpku yang sesegera mungkin kuselipkan disaku


celana jins yang kupakai dan langsung berlalu meninggalkan kamar dan menuju


halaman depan, tempat Mas Rama menungguku.


“ Nunggu lama ya Mas? Maaf ya.“, kataku sesaat setelah sampai di halaman depan.


“ Nggak masalah, sudah siap?”, Mas Rama bangkit dari duduknya.


“  Udah. Lho mobil Eyang kemana? “, tanyaku sambil celingukan mencari mobil Eyangyang mungkin saja terselip.


“ Eyang pergi sebentar, barusan saja.”, jawab Mas Rama. “ Ayo berangkat, keburu mulai


acaranya.”, Lanjut Mas Rama sambil mengajakku berangkat.


Mas Rama berjalan memunggungiku saat menuju mobilnya. Aku tercengang saat memasuki


mobilnya, mobilnya luar biasa penuh dengan modif khas anak muda. Joknya juga


sangat empuk, berwarna coklat warna kesukaanku.


“ gila ni mobil, bagus banget.”, sifat norakku akhirntya keluar juga.


“ Biasa aja.”, balas Mas Rama. “ Baru kamu yang bilang kalau mobil aku itu bagus, mungkin kamu


yang tahu tentang seni.”, lanjut Mas Rama sedikit lebai.


“ Ya, memang aku tahu tantang seni, seni merusakkan barang.”, kataku kemudian di sambut tawa Mas Rama. Mas Rama belum tahu aku tang sebenarnya, ia belum tahu kalau aku ini minim pengetahuan tentang seni,


menggambar saja aku tidak bisa

__ADS_1


 


Bersambung


__ADS_2