Keserempet Cinta Si Arwah Ganteng

Keserempet Cinta Si Arwah Ganteng
12. Kepulangan Papa


__ADS_3

Tiba-tiba ada suara orang ketuk pintu. "Ada yang ngetuk pintu, kayaknya itu nyokap dehh," kata gue.


"Ya udah, habis lo bukain pintu, lo langsung istirahat ya ...," kata Rizki.


"Iyah," kata gue.


Gue nutup telpon. Gue buka pintu, ternyata bener itu nyokap. Gue langsung peluk nyokap, gue ajak nyokap duduk, gue ngasih segelas air putih. "Kok mama baru pulang jam segini?" tanya gue.


"Besok aja ya mama cerita. Ini udah malam, kamu istirahat ya, Sayang. Mama juga mau istirahat, capek," kata Mama sambil senyum.


Gue ke kamar dan tidur. Gue udah bangun, hari ini gue bisa istirahat, kan sekolah gue Full Day jadi hari Sabtu libur. Setelah berhari-hari di sekolah, gue bisa menikmati pagi yang cerah. Gue seneng, kehidupan gue udah balik normal lagi. Gue keluar rumah. Gue menarik nafas dalam-dalam. Udara segar nan sejuk di pagi hari emang luar biasa.


Tiba-tiba ada tetangga gue.


"Mba Faza, tumben di rumah aja, biasanya jam segini udah out dari rumah," kata tetangga gue, Ibu Tantri namanya.


"Iya Bu, mumpung ga ada tugas. Saya pengen menghabiskan waktu bersama keluarga," kata gue.


"Ngomong-ngomong soal keluarga nih, Papa kamu udah pulang belum?" tanya Ibu Tantri.


"Nanti siang Papa baru nyampe di terminal. Ada apa ya, Bu?" tanya gue.


"Ini, kemarin itu ada arisan temen-temen SD Ibu, kebetulan tempatnya di tempat Ibu. Mereka tertarik dengan perabot-perabot rumah yang saya dapat dari Papa kamu. Mereka nyuruh Ibu mesenin barangnya, kan Ibu tetangga kamu, mungkin bisa dapat diskon kalo yang pesan Ibu," kata Bu Tantri.

__ADS_1


Gue ketawa. "Ya udah, nanti biar Papa sendiri yang nemui Ibu," kata gue.


"Enggak usah, nanti malam Ibu ke sini lagi," kata Bu Tantri.


"Ya udah, nanti saya sampaikan ke Papa saya," kata gue.


"Ya udah, makasih ya Mba Faza. Ibu mau pulang dulu, mau bikin pepes," kata Bu Tantri.


"Iya Bu, hati-hati," kata gue.


Bu Tantri pulang. Gue masuk ke rumah. Gue nengok jam. "Ya ampun, udah setengah tujuh, Mama pasti kecapekan gara-gara semalam. Gue harus bangunin dia!" kata gue.


Gue ke kamar mama. "Ma, bangun, Ma. Udah pagi, emang Mama nga kerja?" tanya gue.


"Mama udah nggak kerja lagi sayang, Mama dipecat" kata mama.


"Nga papa kok sayang, malahan Mama senang soalnya Mama bisa istirahat," kata mama sambil membelai gue.


"Terus tadi malam kenapa Mama pulangnya larut banget?" tanya gue.


"Sebelum dipecat, Mama disuruh kerja buat hari ini biar karyawan baru bisa lebih mudah kerjanya," kata mama.


"Kok BOS Mama, jahat banget sama Mama, segitunya lagi," kata gue.

__ADS_1


"Ga papa kok, Mama ikhlas kerjanya. Semoga aja berkah buat keluarga kita," kata mama.


"Aamiin. Oh ya, Mama dikasih pesangon ga?" tanya gue.


"Dikasih. Kenapa emang?" tanya mama.


"Coba kalo nga dikasih, mau aku hajar itu orang. Oh ya Ma, Papa cerita kalo nanti siang dia udah sampai di terminal," kata gue.


"Kamu telpon Papa, dia mau dijemput apa nga? Mama mau mandi dulu," kata mama.


"Iya, Mah," kata gue.


Gue nelpon papa, dia mau dijemput. Mama gue udah selesai mandi.


"Gimana?" tanya mama.


"Papa mau kok dijemput," kata gue.


"Oh ya, Papa kamu nyampe di sini kira-kira siang jam berapa?" tanya mama.


"Kalo seingat aku, sekitar jam sebelasan, Ma," kata gue.


"Kalo gitu, kita masih punya waktu. Ayok bantuin mama masak!" kata mama.

__ADS_1


Gue sama mama nuju dapur. Kita selesai masak jam 10.54 Kita langsung siap-siap buat ke terminal. Kita udah sampai di terminal.


Papa nelpon, dia udah mau sampai. Ternyata bener, papa sama adik gue turun dari bis. Papa meluk mama. Habis itu kita langsung pulang, soalnya papa mau langsung istirahat.


__ADS_2