Ketika Rasaku Sudah Mati

Ketika Rasaku Sudah Mati
10


__ADS_3

Setelah mas Aldo berangkat aku langsung mengerjakan pekerjaan rumah rutinitas setiap hari setelah anak lanangku terlihat ganteng, kuberi mainan setelah dia anteng baru bisa disambi masak dan sebagainya.


Ibu rumah tangga memang harus multi talent bukan ...??


"Aska sayang ikut bunda belanja yukk...".


" Wa wa wa wa .." ,ocehan khas anakku itu ku balas dengan cubitan gemas dipipinya.


Sebelum kubuka warung kecilku kupergi ke agen dulu belanja jajanan yang sudah habis terjual kemarin .


"Alhamdulillah... " gumamku pelan sambil menenteng kardus dan menggendong Aska semua kujalani dengan ikhlas walaupun sesekali masih suka ngeluh 😊😊.


"Tanteeee.....,beli pop *c* ..!!!" teriakan pelanggan ku mulai terdengar didepan setelah warungku ku buka .


"Siap sayang mau rasa apa ??"


" Dian mau coklat Tan ...".


" Oke cantik ..."


Begitu caraku interaksi agar mereka seneng jajan di tempatku ,anak anak lebih sensitif hatinya jadi penjual harus pinter bikin mereka seneng itu trik dagang yang ku pake disini.


Setelah berkutat dengan rutinitas ini tak terasa sudah sore tau tau mas Aldo sudah nongol di depan pintu.


"Assalamualaikum.."


" Waalaikumsallam.."


Kusambut tangannya sambil berlalu kedapur membuat minuman untuk imamku ini .


"Gimana mas hari ini nariknya ?? rame.. ?? ".


"Maaf ya dek hari ini mas nggak bisa bawa pulang uang ,nariknya sepi ...".


"Pantes mas pulang cepet nggak belok belok dulu ..!" , sahutku pelan berharap nggak terdengar mas Aldo.


"Mas denger dek ..!! " , celetuk suamiku sambil menarik hidungku pelan..

__ADS_1


"He he he ..., ya maaaafff ..", jawabku sambil berlalu ke dapur menyiapkan makan setelah mas Aldo mandi .


"Berarti besok kita puasaaa nih mas ..?? ", celetukku setelah kita sama sama berada dikamar ngelonin Aska .


"Mas nggak coba lagi ngelamar jadi supir pribadi biar kita bisa punya uang bulanan kaya kemarin mas ..".


" Doakan aja ya sayang biar mas cepet dapet kerjaan lagi ..", jawab mas Aldo sambil menepuk - nepuk bokong anaknya biar makin tertidur pulas .


"Amiiiinnnnn ...!!".


"Dekk.. nggak pengen olah raga gitu ..?? " ,bisik mas Aldo ditelingaku.


"Mas ihh geli...!!" ,sahutku sambil mencubit pinggangnya .


Dann akhirnya terjadilah sesuatu yang memang harus terjadi 😜😜😜.


Setelah lelah berolah raga kamipun tertidur pulas sampai pagi menjelang.


Terkadang kita selalu menuntut sesuatu yang lebih besar dan terlupa akan kebahagiaan yang sebenernya sangat sederhana , yahh semua hanya soal syukur aja menurut ku betul nggak sahabat...??


Aku juga agak heran dengan ibu mertuaku yang sudah agak lama nggak menerorku..


Selama ini hanya suamiku yang tetap anak mereka bahkan Aska tak sedikitpun menarik perhatian ibu mertua , padahal cucu pertama dan satu satunya saat ini , tapi ya sudahlah kami hanya mengikuti arus takdir yang sudah Allah rangkai buat kami semua.


" Mas hari ini narik ..??" tanyaku pagi ini setelah mas Aldo slesai makan sarapannya.


"Yah keluar aja yank smoga hari ini lebih baik rezeki kita...".


"Amiinnnn .."


Sementara Aska mulai merengek minta digendong ayahnya ...


POV ALDO


" Sini anak ayah kita jalan jalan yaaa ..?? ".


"Ya ya ya ya yaahhhh" celotehnya bersemangat.

__ADS_1


"Iyaaa jalan jalan sama ayah !! " . kucium gemes pipi gembul anakku itu .


Kugendong anakku keluar jalan jalan sementara biar bundanya mengerjakan pekerjaan rumahnya .


Terkadang aku juga kasihan melihat istriku apapun akan dia lakukan untuk menutupi kekurangan biaya hidup kami.


Memang aku tahu penghasilanku yang tak pasti terkadang dapat uang malah sering tidak bawa serupiahpun seperti hari kemarin.


Beruntung sekali aku mendapatkannya jadi istriku walaupun sampai sekarang orang tuaku tetap nggak menyukai istriku ini, hanya karena aku tak memilih jodoh yang mereka tawarkan 😞😞.


Namun terkadang jiwa liarku juga masih susah kukendalikan kebuasaanku dari aku masih bujang tak semudah membalik telapak tangan untuk menghilangkan total.


Aku masih suka ikut ikutan berjudi ditempat cucian mobil bahkan terkadang ditemenin botol botol minuman keras dan dibumbuin dengan bahasan tentang perempuan perempuan yang sering digangguin teman temanku ini.


Istriku sering marah karena hal ini bahkan ini yang selalu jadi pemicu pertengkaran dirumah ini.


Tapi . .. aku selalu kembali bisa membuat istriku diam dan melupakan semua kembali.


Kalau ditanya apa aku mencintai istriku jawabannya .. iya .... aku sangat mencintainya tetapi aku juga belum rela melepaskan bahagia menurut versiku diluar sana.


Egois kan aku ini..?.


Setelah lelah mengajak Aska jalan jalan kamipun pulang lagi kerumah saatnya aku keluar mencari nafkah untuk mereka.


"Mas berangkat dulu ya dek ..??" ujarku sambil menyodorkan tanganku pada istriku itu.


"Iya mas ati ati smoga hari ini rame ya nariknya .." jawabnya sambil meraih tanganku.


" Amiinnn ..."


Bergegas kuberjalan kepangkalan angkutan menunggu giliran aplusan mobil siang ini


" Do ..!!" kudengar supir pagiku sudah meneriaki aku dan akupun bergegas menghampiri nya.


" Gimana hari ini zal rame nggak ...?" ,tanyaku pada Rizal supir pagi dari angkutan yang kami bawa berdua ini


" Ya biasa aja ..." ,sahutnya sambil membereskan sisa sisa uang setoran yang masih belum dirapikannya.

__ADS_1


Setelah Rizal turun akupun mengambil alih angkutan dan mulai mencari penumpang di sepanjang jalan .


Hidup dijalanan ini memang keras dan harus kuat kuat iman kalau nggak dipastikan semua akan berantakan emosi selalu di tantang dijalanan, parahnya kadang terbawa sampai rumah ikut uring uringan begitulah yang kujalani setiap hari.


__ADS_2