Ketika Rasaku Sudah Mati

Ketika Rasaku Sudah Mati
7


__ADS_3

Sampai hari ini aku masih mendiamkan suamiku itu , diselingkuhi saja rasanya sudah sangat menyakitkan apalagi diselingkuhi dengan saudara kita sendiri lepas itu dia sengaja atau hanya terbawa suasana tetapi bagiku selingkuh tetap selingkuh apapun bentuknya.


Aku tak ingin keluargaku tau kejadian ini, S1 semua ku telan sendiri aku tak mau masalahnya makin merembet kemana mana bagaimanapun dia suami yang terang terangan kuperjuangkan ditengah penolakan keluargaku.


Bodoh yaa aku dibodohkan cinta, aku tak mau suamiku makin jelek didepan keluarga besarku.


Aku pura pura bodoh dalam situasi rumit ini.


"Yank maafkan mas ..?" ucap suamiku sambil memijit kakiku , ku hanya diam dengan pandangan kosong.


Aku masih belum ingin bicara aku harus berdamai dengan rasa sakit ini.


Andai belum ada Aksa mungkin aku sudah minta cerai ,tapi.... Aksa alasanku untuk tetap diam dan bertahan.


Aku dilahirkan dari keluarga broken home, aku paham betul bagaimana rasa sakitnya jadi korban keegoisan orang tua, dan aku tak ingin anakku merasakan semua kesakitan itu


Nauzubillah..!! jangan sampai terjadi cukup berhenti di diriku saja.


Aku hanya perlu terus berpura pura bodoh.


Setelah beberapa hari dalam diam ku berusaha memeluk sakit hatiku dengan erat hingga sakitnya pelan pelan menguap namun tidak dengan ingatan saat luka itu tergores begitu dahsyat.


Sepupuku pun menghilang mungkin dia malu dan nggak enak hati padaku entahlah ..


Mas Aldo mulai kembali seperti semua semua seolah takpernah ada apa apa ku hanya perlu pura pura bodoh untuk menyelamatkan semua.


Tak terasa umur Aksa sudah setahun seperti normalnya anak anak pada umumnya putraku sudah mulai belajar berjalan dan bicara

__ADS_1


Mamamamamama itu kata pertama yang keluar dari mulutnya ,ahh bahagia rasanya.


"Mas seminggu lagi Aksa ulang tahun ,nggak mau kasih hadiah apa gitu ?" celetukku sore itu.


"Bingung yank narik sepi , Aksa perlu apa emangnya ?".


"Jangan tanya perlu apa mas, semua juga perlu tau sendiri kita hampir tak pernah membelikan barang barang keperluannya sebagian besar kakak yang kasih aku nggak enak sama kakak mas ." gumamku pelan.


Mas Aldo membuang nafas kasar tersirat kesedihan disana .


"Sabar ya sayang smoga Allah mengangkat derajat kehidupan kita."


"Asal mas nggak banyak tingkah biar Allah juga mudah mengubah takdir kita!" sungutku kembali teringat kilasan sakitku.


"Inshaallah nggak dek !".


"Smoga mas !" , "aku tahu sifatmu itu susah berubah mas ", kesahku dalam hati sambil berlalu meninggalkan mas Aldo yang sedang menggendong Aksa di depan rumah.


"Nanti kita cari cari di kompleks perumahan kakak kali aja ada yang dikontrakin ," sahut mas Aldo setelah diam beberapa saat.


"Mas ibu apa kabar sehat ?" yah sudah lama aku tak mendengar kabar mertuaku , bahkan merekapun tak menengok cucunya ini sama sekali.


"Sehat Alhamdulillah ".


"Syukurlah, " jawabku nyaris tak terdengar.


Masih inget saat aku melahirkan Aksa kemarin, tetangga baikku datang kerumah mertuaku mengabarkan cucunya sudah lahir.

__ADS_1


"Assalamualaikum Bu benarkah ini orang tua bang Aldo? "


"Waalaikumsallam, iya benar kenapa Bu? ibu siapa? "


"Saya Ratih Bu mau ngabarin kalau mbak Larasati istri bang Aldo sudah melahirkan tadi pagi di bidan."


" Oh gitu .. tapi maaf sebelumnya ya Bu saya nggak punya cucu saya nggak punya mantu terserah mereka mau kaya gimana !".


"Ya Allah Bu nggak baik begitu setidaknya doakan aja yang baik buat cucunya !, ya sudah kalau gitu saya pamit saya cuma ngasih kabar aja Assalamualaikum !".


"Waalaikumsallam!!".


"Neng maafkan ibu tadi mertuamu marah marah pas ibu kasih kabar kalau kamu lahiran..."


Kuhanya tersenyum perih terasa sesak dadaku menahan tangis segitu bencinya mertuaku padaku.


Semua hanya karena suku dan suamiku sudah dipilihkan jodoh yang satu suku oleh orang tuanya dan tentu saja menurut beliau jodoh pilihan mereka terbaik tidak sepertiku .


"Neng nanti kalau sudah kaya nggak usah dibantu ibu gemes liatnya !" gerutu Bu Ratih sambil memandikan Aksa.


" Punya cucu ganteng begini kok ditolak dasar orang gila !" sungutnya tak berhenti mengomel.


"Sabar Bu sudah biarkan saja mertuaku memang luar biasa !" sahutku sambil tersenyum perih.


"Kamu yang sabar ya neng anggap saja ibu orang tuamu jangan sedih " sahutnya sambil terus memakaikan baju buat cucu barunya itu.


Bukannya aku tak berusaha mendekatkan diri tetapi memang mertuaku membentengi dirinya padaku dan anakku , kecuali mas Aldo yang bagi mereka tetep anak lajang yang belum punya keluarga sedih memang...

__ADS_1


Aku cuma miris kalau nanti anakku sudah besar dan mereka akan memusuhinya pasti sedih sekali hatinya, smoga aja dengan berjalannya waktu mertuaku akhirnya bisa menerima kamu sebagai cucu dan menantunya.


Amiinnnn ...


__ADS_2