
Uffffhhh akhirnya sampai rumah juga, langsung kusambar teko air minum dan mengisi gelas kosong sampai penuh kutenggak sekali habis segelas lega rasanya, untuk bumil seperti aku ini jalan sedikit aja rasanya capek bukan main.
Kurebahkan tubuhku depan kipas angin kecil satu satunya yang kupunya.
Sampai kutertidur saking lelahnya kakiku ini.
Ku dibangunkan oleh suara ketukan pintu , "Sebentar.." pelan pelan kuangkat tubuhku bangun dan kubuka pintu penasaran siapa yang datang.
"Assalamualaikum neng" , bu Ratih tersenyum melihatku membuka pintu.
"Ehh ibu ,sini Bu masuk " sahutku sambil membuka lebar pintu mempersilahkan tamuku masuk.
"Enakan duduk depan aja neng nggak gerah", jawab Bu Ratih langsung duduk di teras rumahku.
"Tadi kemana neng sepi banget ibu lihat pintunya dikunci ?".
"Ehh .. ya Bu tadi saya kerumah kakak dikomplek bawah " , sahutku sambil ikut duduk samping Bu Ratih.
Kamipun ngobrol ngalir ngidul sambil menunggu sore dasar emak emak kann ✌️✌️.
Tapi no gibahin orang yaa, nggak mau nambah stok dosa hehehehe.
*****
Nggak lama mas Aldo pulang, Alhamdulillah sekarang selalu pulang sore smoga aja nggak diulangi lagi kebiasaan jeleknya satu itu.
"Apaan ini dek ? " , tanya mas Aldo melihat kantong hitam yang memang belum kubuka dari kakak tadi.
"Ehmm itu tadi di bawain ama kakak mas, buka aja aku juga belum tau apa isinya ", jawabku sambil mengaduk kopi buat suamiku itu.
Ternyata Kakak ngasih beras dan banyak lagi kebutuhan pokok, ini yang aku nggak enak kalau sering kerumah kakakku itu, bukan senang tapi malah sungkan rasanya bagaimana pun aku sudah menikah.
__ADS_1
"Mas malu ma kakakmu dek, mas belum bisa nyenengin adeknya ", desah mas Aldo pelan.
"Sudahlah mas kita kan sedang berusaha merintis dari nol smoga suatu saat nanti kehidupan kita jauh lebih baik ya mas ? " sahutku sambil memeluk lelakiku itu.
"Amiinnn..
"Ayo mas mandi dulu bau acemm anaknya mual nih mas." sambil kudorong tubuh mas Aldo ke kamar mandi.
Kontrakan kita memang agak dipinggir jadi kalau malam hanya ada suara jangkrik tetangga agak jauh jaraknya hiburan kami satu satunya ya hanya tv.
"Dek baby nggak kangen ayahnya apa ?" ,tanyanya sambil mngerlingkan matanya genit.
"Mas mesum ihh !" celetuk ku sambil mencubit perutnya.
Tangan mas Aldo mulai berkeliaran kemana mana, uhh aktif sekali rupanya.
"Mass .." b*b*r mas Aldo langsung menyergap buas kubalas setiap gerakannya tak kalah panasnya.
Yahh semenjak aku hamil memang n*f*uku agak meningkat , ahh padahal mah memang maknya aja yang mau menjadikan baby kambing hitam 😏😏.
Sampai akhirnya kami sampai bersama sama di surga halal kami mas Aldopun terkulai lemas di sampingku dengan peluh membanjiri tubuh kami.
Kupandangi wajah lelahnya sambil tersenyum smoga kita bisa selamanya seperti ini ya mas ucapku sambil mencium pipinya lembut.
Setelah membersihkan diri kamipun langsung pergi kealam mimpi berbekal kenikmatan yang telah kami dapatkan tadi hehehehe .
Suara alarm teriak teriak membangunkan aku sudah hampir subuh rupanya, aku bergegas menuju kamar mandi dan bersuci sebelum menunaikan sholat yang sudah menjadi kuwajiban kami.
Kubangunkan suamiku pelan,
"mas bangun sudah subuh mandi gih nanti keburu habis waktunya !"
__ADS_1
dia hanya menggeliat sambil bergumam,
"5 menit lagi yank" , kebiasaan selalu seperti itu saat dibangunkan untuk sholat.
"Ayoo bangun mass ;"ucapku sambil mengibaskan rambut basahku di wajahnya.
Akhirnya bangun juga dan langsung kekamar mandi membersihkan diri.
Setelah sholat akupun kedapur membuat sarapan untuk kami, seperti biasa menu andalan nasi goreng hehe , ini trik untuk mengirit ala Lara.
"Mas apa kita nggak seharunya mulai memikirkan pakaian untuk baby nanti, kita belum punya apa apa ".
"Iya sayang doakan nanti ada rejeki baby ya ", ahh selalu jawaban itu yang membungkam mulutku untuk bicara lebih banyak lagi.
Setelah sarapan seperti biasa suamiku berangkat mencari nafkah buat keluarga kecil kami ini, kutau dari wajahnya kulihat banyak sekali tekanan yang disembunyikan nya dengan sikap sikap manisnya.
smoga semua akan baik baik saja hanya itu yang selalu kupinta.
Sudah bukan rahasia kan dunia supir itu identik dengan banyak wanita meskipun tak semua tapi paradigma itu sudah melekat erat, tak aku pungkiri akupun sering tiba2 kepikiran takut suamiku terpengaruh lingkungan seperti itu.
Terkadang kujuga sering mendengar selentingan slentingan tentang mas Aldo diluar sana
namun melihat sikapnya yang manis saat dirumah kecurigaan ku selalu luntur begitu saja..
Yah smoga saja aku nggak salah menebak.
Sekarang aku harus fokus dulu pada kandunganku yang telah mendekati waktunya melahirkan .
Ada rasa takut membayangkan saatnya nanti dan kurasa itu wajarlah secara ini kehamilan pertamaku di usiaku yang tergolong masih sangat muda yah masih 21 tahun dan sudah akan menjadi ibu hihihi.
Terkadang aku merasa perutku mulai sering terasa tegang terkadang ada rasa mulas sebentar tapi kemudian hilang lagi , kata kakakku sih namanya kontraksi palsu ya Allah smoga semua di lancarkan sampai saatnya kumelahirkan nanti amiinnn hanya itu yang selalu kupinta kepada Allah.
__ADS_1
Sedih juga rasanya sudah hamil sebesar ini tapi kami belum punya persiapan apa apa bahkan uang untuk biaya melahirkan yang aku kumpulkan masih jauh dari kata cukup, smoga nanti saat tiba waktunya Allah memberikan rejeki yang tidak kita sangka sangka.
Huffhh kutarik nafas panjang lalu bangkit kedapur mulai mengerjakan pekerjaan yang belum kuselesaikan hari ini ku mau masak sayur lodeh sepertinya enak .