
Seperti biasa setelah narik kami nongkrong dulu sambil nunggu mobil slesai dicuci ,ditemani kopi kartu domino dan rokok yang terselip di jari.
Rina pelayan warung kopi yang seksi selalu menjadi topik utama kami gayanya yang centil dan suaranya yang dibuat mendayu dayu membuat kami selalu menggodanya , yah hanya sebatas menggoda.
Rina memang cantik tapi mudah dicolek colek kucing mana yang nggak suka ada ikan gratis didepannya ya kan...???.
"Rin hari ini seger banget .." celetuk Agus saat gadis itu mengantar kopi pesanannya.
"Ahh bang Agus bisa aja Rina kan memang selalu cantik .." , jawabnya sambil tersenyum manja.
"Jalan jalan yuk Rin kita lihat pasar malam mau nggak ..??" .
" Nanti dimarahin istri bang Agus nggak mau ahh " jawab Rina sambil manyun bikin siapa aja pengen menarik bibir merahnya itu.
" yaa nggak usah bilang bilang istriku lahhhh ..." sahut Agus sembri tertawa ngakak.
" Ingat guss anak istri dirumah lagi nunggu uang buat belanja !!" ,seloroh Tarjo menyauti candaan mereka.
" hehehhehee iya bang cuma bercanda .." , jawab Agus sambil nyengir kuda.
"Ayo putaran terakhir nih kita kocok lagi kartunya ..!!!" bang Rozak meneriaki kami yang fokus lihat Rina .
Tiba tiba kulihat istriku datang menggendong Aksa.
Wajah datar tanpa ekspresi menatapku tanpa bicara sepatah katapun langsung meletakkan anakku diatas meja yang berserakan kartu domino dan uang ribuan taruhan kami.
__ADS_1
Setelah meletakkan anaknya dia langsung balik pulang sekali lagi tanpa sepatah katapun keluar dari bibirnya.
Sontak aja aku langsung diledekin teman temanku
" nah Lo Aldo awas ya nanti malam nggak boleh masuk kamar ..." ejek bang Tagor.
"Aldo mah suami takut istri ini..." sahut Agus sambil tertawa ngakak.
Aku nggak merespon mereka sama sekali karena akan memperpanjang ledekan buatku pastinya.
langsung kugendong anakku dan mengajaknya pulang, " yayayyayaah..." celotehnya senang saat kugendong sambil memberinya coklat gopek an yang kuambil diwaring Rina.
"Anak ayah pinter kita pulang yaa ..??"
" yayayyayyaahh " jawabnya dengan mata dikedip kedipkan .
" Waalaikumsallam.. !!" sambil diraih tangan yang kujulurkan didepannya.
Istriku ini type cerewet tapi kalau dia terlalu kesel kebalikannya akan diam seribu bahasa
" Yank... kopi mas mana ..?".
Tak dijawab tapi dia langsung kedapur menyeduh kopi buatku dan diletakkan begitu saja dimeja.
Aku harus membuatnya bicara lagi aku tau dia marah karena aku masih suka ikut ikutan main kartu walaupun taruhannya uang recehan tapi menurut dia itu berjudi nggak asyik kan ...???
__ADS_1
"Yankk..... " kuhampiri dia tanganku kulingkarkan dipinggangnya .
" Sana mass jangan Deket Deket aku nggak pinging bahas apa apa ..!!!, sahutnya sarkas.
" maaf ....mas cuma main main dek suka diledekin kalau nggak ikutan.. '.
"Main main atau serius sama aja dosa mas dan akan bikin ketagihan mau main terus ,terserahlah kalau mas suka lakuin aja !!".
" Udah ah jangan ngambek ini uang hasil narik hari ini .." ,potongku sambil menyerahkan selembar uang 50 ribuan.
" Trimakasih.." ,sahut istriku sambil menyimpan uang itu dikantong.
" Tanteeeee beliiiiiii....!!!!" ,terdengar teriakan anak anak yang akan jajan di warung istriku itu.
" yaaaaa sayang beli apaa ..??".
Kutinggalkan mereka untuk membersihkan badanku yang sudah bau keringat campur asap knalpot parfum alamiku setiap harinya.
Setelah mandi kumenuju meja makan membuka tudung saji melihat masak apa hari ini istriku itu.
Oseng kangkung sama ikan goreng masakan sederhana yang menjadi kesukaanku terlihat dimeja .
" mas makan ya yank..??"
"Iya mas ..."
__ADS_1
Beruntung istriku kalau marah nggak pernah lama walaupun masih dengan nada yang dingin dia tak marah meledak ledak kadang kumerasa dia sudah kebal dengan kesalahan demi kesalahan yang kulakukan jadi marahnya pun biasa aja entah apa yang ada dihatinya akupun tak tahu .
Setelah makan kuajak Aksa bercanda naik kuda kudaan mendengar tawanya menghilangkan seketika lelah dibadanku kulihat lara membereskan warungnya dan menutup pintu tanda warungnya hari ini dah ditutup.