Ketika Rasaku Sudah Mati

Ketika Rasaku Sudah Mati
mencoba peruntungan baru


__ADS_3

Hari berganti bulan dan tahun kehidupan kami tetap berjalan walaupun terseok Seok aku nggak menuntut mas Aldo lebih dari hasil usahanya berapapun dikasihnya kuterima tanpa mengeluh .


Bukan berapa uang yang suamiku kasih yang sering jadi pemicu pertengkaran kami, tapi sifat suamiku yang angin anginan dan mudah sekali terpengaruh lingkungan.


Bukan sekali dua kali mas Aldo masih sering main judi di tongkrongan mereka...


Sedih...?? jelas..!!


Kecewa...?? pasti..!!


Tapi... sekali lagi anakku akan selalu jadi penguatku ahhh Allah inikah takdirku..🥺🥺🥺.


Saat ini Mas Aldo nyaris tidak bekerja hanya jadi supir cadangan itupun kalau ada yang berbaik hati memberikan tarikan padanya ,tidak jarang suamiku itu pulang dengan tangan kosong seharian hanya menunggu ada yang kasihan atau supir yang sedang tidak ingin nyari uang .


Aku harus cari uang ..!! hanya itu yang sedang kufikirkan bagaimana kami bertahan hidup tanpa harus menggadaikan harga diri kami didepan keluarga .


Sungguh aku malu kalau terus dibantu.


" Mas..., gimana kalau kujualam sayuran aja biar kita nggak pusing besok makan apa ..?".


" Memang kamu bisa ..? " ,tanya suamiku itu.


" Pekerjaan. yang terlihat masa iya nggak bisa kita coba dulu siapa tau lagian kakak sudah bisa ditinggal nanti kalau belanja malam - malam kan mas bisa jagain si kakak ...".


"Maaf ya dek mas belum bisa buat kalian bahagia..🥺."


"Kita berjuang bersama tapi tolong juga bantu aku jangan lakukan hal hal yang selalu memancing keributan mas aku lelah ..😌😌."


" maafkan ya dek mas janji nggak akan nongkrong lagi di tempat cucian ..!!".


" Janji yang mas ulang dan selalu mas langgar heeeee...".

__ADS_1


" Jangan begitu dek mas beneran kali ini...".


" Smoga ya mas..", sahutku tak yakin karena memang janji dibuat buat dilanggar bukan ..??.


Akirnya akupun mulai ikut belanja kepasar pagi jam 3 pagi aku berangkat kepasar dengan modal minim kubelanja sayuran sedikit sedikit saja yang penting nyaris ada semua apa yang setiap hari ibu ibu biasa cari buat dimasak .


"Bismillah... pagi ini aku sudah mulai jualan yah hanya mengandalkan tetangga yang tak seberapa di perumahan yang aku kontrak dengan meja yang tak terlalu besar aku gelar sayuran yang tak seberapa banyak.


Walaupun tak banyak keuntungannya setidaknya kami bisa makan sisa sayuran yang tak terjual , Alhamdulillah semua kujalani dengan ikhlas.


" Kakak jangan nakal ya nak..??, bantu mama cari uang biar kakak bisa jajan bisa hidup normal sama kaya anak yang lain ya sayang..? ", bisikku pada jagoanku penyemangat ku .


" mama cayaang . .", sepertinya dia mengerti apa yang aku risaukan tangan kecil ini memelukku erat ...


Ahhh ..... entah apa yang kurasakan saat ini .


" Semua hanya demimu nak... " jeritku dalam hati.


" Ya Allah terus gimana keadaan ibu mas..?.


" Yah . begitu nggak bisa bangun ..".


" Aku pengen nengok tapi aku takut mas entah depan orang tuamu aku makin merasa kalau aku ini menantu yang sangat tidak diinginkan.." gumamku pelan tapi tentu saja masih terdengar telinga mas Aldo.


" Nanti kita tengok ya sebentar aja nggak usah takut kan Ama mas..".


" Hanya takut lihat tatapan ibu aku tu kaya pengen ditelen hidup hidup akunya.."


Dan sore itu kami bertiga nengok nenek dari anakku ini.


"Assalamualaikum..".

__ADS_1


"Waalaikumsallam.."


".Pak ..., gimana ibu ..? ,tanya suamiku itu.keluhk


" yah begitu do bapak nggak bisa tinggalin kemana mana nggak ada yang ngurusin ibu bapak juga bingung gimana bapak bisa cari uang kalau begini..!"


" Rara juga nggak mungkin bisa ngurusin ibu tau sendiri kan ibu kaya gimana lagian kami punya anak kecil dan aku juga belum dapet kerja sekarang aja istriku itu yang cari uang buat kami hidup ..!! keluhku .


Bukan aku nggak peduli tapi bagaimana keadaanku juga kaya gini.


" Mas nanti kalau sore biar ambil sayuran yang nggak terjual aja tiap hari.." usulku pada mas Aldo.


Hanya ini yang bisa kubantu aku nggak bisa tutup mata begitu saja walaupun mertuaku membenciku tanpa alasan yang jelas bagaimanapun surga suamiku masih ada diibunya .


" Mang nggak apa apa dek mas nggak enak sama kamu sementara mas juga sering nggak ngasih uang belanja sama kamu .??" .


" Nggak apa apa mas lagian sayuran kan memang nggak bisa dijual lagi kalau nyisa itupun kalau bapak nggak keberatan.."


"Yasudah nanti kalau sore bapak kesana ya ..?", sahut mertua laki lakiku ini.


Bapak memang nggak seekstrim ibu ,setidaknya didepanku masih baik entah kalau dibelakangku aku nggak tau .


"Maaf ya pak saya nggak bisa bantu ngurus ibu lagian belum tentu ibu juga mau saya urus ..".


"Ya nggak apa apa maafin ibu juga .."! jawab bapak lugas.


Hidup terus berjalan dengan rutinitas yang sama setiap hari ibu juga sudah baikan walaupun tidak seperti sebelumnya .


Pagi ini aku bangun dengan kepala yang sangat berat , dan tiba tiba perutku seperti diaduk aduk , terburu buru aku berlari kekamar mandi untuk mengeluarkan semua isi perutku yang memang hanya air hingga lemas seluruh badanku.


hmmm kenapa aku ini...

__ADS_1


__ADS_2