
hari terus berlalu tak berasa kandunganku sekarang sudah berjalan 7 bulan dan aku masih tetap berjualan entah sampai kapan sedang suamiku masih juga belum punya mobil batangan masih bergantung bekas kasihan supir yang lainnya terkadang pulang bawa uang sering juga nggak bawa apa apa tapi setidaknya masih tetap berusaha keluar setiap harinya aku tau suamiku juga bukannya nggak memikirkan nasib kami jadi aku tak banyak menuntut ku terima semua yang dia kasih itu rejeki yang aku punya .
seperti biasa pagi ini aku berangkat belanja sayuran di pasar induk tak ada firasat apa apa ku bereskan dagangan dan lanjut berjualan sambil mengasuh anakku yang Alhamdulillah nggak rewel dia anak yang paham kesibukan orang tuanya.
" Dek mas berangkat dulu ya ..?"
" iya mas smoga hari ini ada yang kasih mas mobil ya biar bawa uang adek mau periksa hamil nanti sore..". ujarku sambil meraih tangan suamiku itu.
" assalamualaikum.."
" waalaikumsallam..".
ku kembali kedalam meneruskan kegiatanku sambil melihat anakku yang sedang menonton 2 anak botak di televisi.
tak lama banyak tetangga yang belanja sayuran dan akupun sibuk melayani sampai tak lagi fokus kepada anakku yang sedang nonton televisi.
" mama mau mie boleh ..?" tanya anakku tiba tiba.
" kakak kok makan mie sih ..?"
" sekali aja kakak pengen tadi Dio makan mie boleh Ama mama nya..", sahutnya merajuk memang aku batasi anakku makan mie karena nggak bagus buat pencernaan kalau keseringan mie akan tercerna maksimal setelah 1 Minggu makanya sebisa mungkin aku perbolehkan 1 Minggu sekali
" ya sudah tapi nanti hari Minggu nggak boleh lagi ya janji ..".
" siap mama cantik .." sahutnya sambil mencium pipiku.
__ADS_1
sementara aku beranjak ke dapur untuk memasak mie yang dia mau dia main didepan sama anak tetangga yang maaf agak lambat pertumbuhannya namanya Arif.
Arif memang usianya lebih banyak dari pada anakku tapi dia belum bisa bicara jelas karena keterlambatannya.
setelah mie matang akupun kedepan memanggil nya.
"Aksa.. ".
" sayang ini mienya sudah Mateng kakak kemana..?"
tak ada sahutan aku pun ke depan mencari anakku tapi tak kelihatan batang hidungnya .
kucoba cari ke rumah tetangga kanan kiri tak ada yang melihat Aksa aku pun mulai panik mencarinya sampai ujung gang dan gang sebelah rumah kami.
sambil menangis ku susul suamiku ke pangkalan angkutan umum.
" Abang.. aksara bang teriakku..!!" sambil menarik baju bang Aldo.
" kenapa ada apa..??" sahutnya tak kalah paniknya.
" Aksa hilang aku sudah cari cari nggak ada tadi minta mie aku masak di dapur pas ke depan dia sudah nggak ada di depan bang aku bingung bang cari kemana ".
tetanggaku ada yang berinisiatif untuk mengumumkan di mushola terdekat dengan harapan ada yang melihat anak anak itu ternyata Aksa pergi berdua Arif aghhh mana Arif belum bisa ngomong Aksa pun hanya aku yang paham bahasanya tak berhenti air mata mengalir menyesal aku meninggalkan didepan " kemana kamu nak pulang mama takut .." rintihku dalam tangis.
setelah dicari kemana mana tiba tiba ada yang telp melihat anak 2 orang di Mushola yang lumayan jauh dari rumahku ya Allah mudah mudahan itu anakku doaku dalam hati
__ADS_1
bang Aldo bergegas ke mushola yang menyiarkan menemukan anak aku harap harap cemas di rumah rasanya tubuhku tak lagi punya tenaga untuk bangkit dari kasur ku masih terus menangisi hilangnya anakku dan kebodohan ku yang meninggalkan anakku didepan sendirian.
tak lama kemudian bang Aldo datang menggendong anakku yang sedang menangis sambil memegang lontong ditangannya , ya Allah rasanya seperti mendapatkan segunung emas sambil menangis histeris kupeluk kuciumi wajah anakku tak lupa ku ucapkan syukur kepada Allah masih diberi kesempatan membesarkan anakku .
" Alhamdulillah ya Allah ...".
" dek tadi kata orang yang di sana anak anak ini mengikuti pemulung rupanya mereka sedang main sambil dorong dorong sepeda Arif tapi ada pemulung dan mengambil sepedanya anak ini mengikuti pemulung itu karena sepedanya diambil .." ujar suamiku menjelaskan kronologinya.
"ya Allah sayang kenapa ngikutin pemulung untung kakak bisa pulang lagi ..." rintih ku sambil tetap kuciumi wajah anakku yang bingung melihat aku menangis seperti ini.
"jangan diulangi ya kakak jangan jauh jauh dari mama ya mama takut ..".
" mama takut..?"
" iya sayang mama takut jangan pergi ya ..?"
diusap air mataku dengan tangan kecilnya malah semakin deras air mataku yang mengalir rasanya sesak tak bisa ku deskripsikan apa yang sedang kurasakan saat ini.
" cup cup cup ..", dengan tak bersalah sedikitpun Aksa mencoba mendiamkan tangisku seperti yang biasa kulakukan saat dia menangis seperti ini.
" udah sayang kakak sudah pulang kamu jangan sedih lagi.." ujar suamiku melihatku masih belum mampu menghentikan tangisku ini.
"aku nggak bisa bayangin kalau tadi Aksa nggak ketemu mas .." sahutku lemas sambil tetap memeluk erat anakku .
Badanku terasa sangat lemas setelah kejadian itu ahh rasanya aku ibu yang terburuk di dunia kenapa hanya anak sekecil itu aku bisa lengah ya Allah bagaimana kalau anakku sudah bertambah nanti aghhh rasanya aku benar benar tidak becus jadi ibu .
__ADS_1