Ketika Rasaku Sudah Mati

Ketika Rasaku Sudah Mati
9


__ADS_3

Hari ini kumulai berjualan es dan jajanan anak - anak lumayan lah buat kegiatan smoga aja ada lebihnya buat nabung dikit dikit untuk DP perumahan yang murah murah aja biar kita nggak terus terusan jadi kontraktor.


Suamiku terkadang masih sering kebawa teman temannya berjudi yah walaupun nominalnya nggak besar tetep saja namanya berjudi yang bisa buat kecanduan nantinya, untungnya mas Aldo nggak pernah main tangan kalau kita lagi adu argumentasi itu yang membuat aku tetep bertahan dalan banyaknya ujian .


Sore itu tetangga kami menawarkan kerjaan jadi supir pribadinya Alhamdulillah sekali ya Allah akhirnya suamiku punya pekerjaan yg bisa diandalkan penghasilannya pasti tiap bulan.


"Mas ati ati kerjanya manfaatkan kesempatan sebaik baiknya siapa tau nanti akan ada pekerjaan yang lebih baik lagi yang bisa mengangkat derajat kehidupan kita...".


"Iya dek bismillah ya smoga kehidupan kita lebih baik lagi."


"Amiinnnn...".


Alhamdulillah mas Aldo juga terhindar dari teman teman yang suka ngajak main judi itu salah satu yang aku syukuri .


Tak aku pungkiri kehidupan kamipun berlahan membaik.


Sementara jualanku juga mulai banyak langganan bocil bocil yang setia tiap hari ngapelin hehehehe .


Sebulan dua bulan suamiku kerja jadi supir pribadi semua berjalan seperti biasa hingga akhirnya tetanggaku pensiun dan itu berarti suamikupun berhenti kerjanya .


"Dek maaf ya sepertinya kita kembali ke awal lagi " .


"Nggak apa apa mas kita syukuri aja ,mas kan masih bisa narik lagi asal jangan kumat lagi main judinya adek nggak suka " sahutku ngedumel sambil manyun .


"Iya dek mas akan berubah " .


"janji ??? ".


"Iyaaaa bawell !!!".


"Mas ajak main Aksa , aku mau masak dulu ! " .


"cini anak ayah kita jalan jalan yuk !!".


Sementara aku beranjak kedapur mas Aldo keluar mungkin ketempat tongkrongan mereka cari mobil yang bisa memperkerjakan ya kembali.


"Smoga aja dimudahkan jalanmu mencari nafkah mas..!" ,doaku dalam hati takkan pernah terputus.


Mas Aldo kembali ke komunitas lamanya dan sudah bisa kutebak semua akan berulang seperti kaset kusut, tak mudah merubah kebiasaan yang sudah mendarah daging apalagi didukung dengan teman- teman yang sepaham.


Begitupun mas Aldo mulai lagi dengan sering pulang telat alasan antri nyuci angkot sambil muterin meja bersama sama 😞.


"Mas... main judi lagi..??"


"Nggak yank cuma lihat aja tadi .." elaknya seperti biasa.


Hufhhh...... aku cuma bisa menarik nafas panjang kalau nggak mau terus beradu kata dengannya.

__ADS_1


Sore ini seperti biasa anak anak kecil menyerbu warungku waktunya mereka jajan, entah kenapa Aska rewel sekali aku agak kerepotan ngadepin anak anak yang semua pengen di layani duluan


"Tante aku duluan kan tadi..." rengek Bimo sambil manyun.


"Eh iya maaf ya Bimo Tante lupa habis ini Bimo ya nanti Tante kasih banyaaakk .." ,jurus andalanku merayu mereka .


Sudah hampir Maghrib mas Aldo belum juga pulang, " hmmmm.... pasti kumat lagi konferensi meja kotaknya !!" .


Saking geregatan ku jalan kaki ketempat mas Aldo biasa berkumpul dan benar saja mereka sedang khusyuk duduk manis sambil tertawa tanpa beban .


Hufhhh rasanya dadaku mau meledak, nggak pake lama kudeketin mas Aldo dan kutaruh Aksa diatas meja yang sedang mereka pandangi dengan khusyuk , tanpa sepatah katapun ku kembali pulang.


Jangan berfikir aku marah marah disana .. tidak akan terjadi hanya akan buang energi dan menambah malu nantinya


Benar saja nggak lama setelah aku pulang mas Aldopun datang sambil menggendong anaknya .


"Assalamualaikum... "


"Waalaikumsallam.. "


Tak kuhiraukan kedatangannya biar saja mas Aldo mikir sendiri apa salahnya.


"Dek.. kenapa sih kamu marah ..? ".


"Nggak mas apa perlu aku marah kurasa aku juga nggak punya hak untuk marah kan ?".


"Maaf mas kan cuma mau. main dek nggak judi banyak seperti mereka ".


Mas Aldo menghampiri ku yang sedang menyiapkan makan malam untuknya, tiba tiba tangannya melingkar di pinggangku erat sambil membisikkan kata maaf di telingaku.


"Mas lepas aku lagi masak .."


"Biarkan dulu sampai kamu g marah lagi !".


"Aku nggak marah mas percuma aku marah toh takkan mas anggap juga buang buang tenaga aja emang marah nggak perlu tenaga banyak !" , omelku sambil melepaskan diri dari pelukannya.


"Ini yang hasil narik hari ini ..", mas Aldo mengulurkan uang 35 ribu ditangannya.


Kuterima uangnya walaupun masih kesel daripada nanti dibuat judi lagi kan yaaa 😌😌.


Paling tidak kedatanganku tiba tiba kelapaknya tadi bikin shok terapy biar nggak lama lama ditempat tongkrongannya itu.


Setelah menidurkan Aksa kurebahkan tubuhku diranjang , mas Aldopun ikut merebahkan tubuhnya di sampingku.


"Sampai kapan mas akan berjudi terus..? , tanyaku akhirnya dengan wajah tanpa ekspresi.


"Mas cuma lihat dek mas juga nggak punya uang banyak buat ikut ikutan ".

__ADS_1


"Berati kalau punya uang banyak dengan senang hati akan ikut ikutan mas..?", tanyaku sarkas


"E..enggak gitu yank", jawabnya gugup sadar kalau salah bicara sepertinya .


"Mas mungkin Allah belum memberimu rezeki banyak ya karena mas sendiri masih kaya gini ,mungkin belum pantas menurut Allah ".


"Aku bantu mas cari uang sambil gendong Aska mas , tapi mas disana nongkrong sambil bermaksiat ", intonasiku agak naik nafasku yang sedikit tersengal menahan emosiku yang rasanya mau meledak tapi kutelan kembali.


"Maafin mas ya belum bisa buat kamu seneng..?.


"Ya setidaknya jangan bikin aku marah mas kalau belum bisa buat aku seneng !"


Geram rasanya menghadapi mas Aldo yang seperti punya banyak kepribadian ini.


yahh... aku kadang merasa mas Aldo itu berkepribadian ganda terkadang dia begitu baik dan romantis tapi sekejap kemudian bisa sebaliknya.


"Ya udah mas dah malam kita tidur ..!, ujarjy sambil memunggungi orang yang bergelar suamiku itu.


Mas Aldo memelukku dari belakang, kupejamkan mataku membuang semua emosiku yang mengasaku tadi.


Biasanya aku paling suka dipeluk dari belakang seperti ini ,entah menurutku nyaman aja tidur sambil dipeluk seperti itu ,tapi tidak untuk malam ini rasanya pelukannya membuatku semakin gerah saja.


Tak terasa malam berganti pagi, seperti biasa aku bangun duluan menjalankan kuwajibanku kubangunkan suamiku yang memang agak sulit untuk bangun pagi , Aska dah ngoceh pagi pagi mendengar suara tv yang sengaja kunyalakan.


Hari ini aku lagi pingin beli nasi uduk aja jadi libur buat sarapan "sekali sekali nggak apa apa kan..".gumamku sendiri sambil keluar untuk beli sarapan.


"Mas sarapan nasi uduk aja aku lagi nggak ada bahan buat masak belum belanja kita harus mulai ngirit lagi sekarang kan sudah nggak ada gaji bulanan harus hemat mas jangan protes masalah makanan ya ".


"Iya dek memang mas pernah protes..?".


" Sering...!" sahutku langsung.


"hehe iya sayaaaang iyaaaa...".


"yahh mas Aldo lagi mode baik jadi suami baik smoga wajah satunya nggak buru buru nongol " gumamku tentu saja dalam hati 🤣🤣.


Aska ikut acak acak nasi uduk yang sedang kumakan anakku ini memang sudah mulai penasaran apa saja yang dia lihat dan pegang di masukan dalam mulut harus bener bener diawasi kalau nggak mau kecolongan.


"Mas berangkat dulu ya dek, Aska ayah kerja dulu ya doain hari ini ayah dapet uang banyak buat Aska jajan yaa .." ujar suamiku sambil menciumi pipi gembul anak lelakinya itu.


"yayayyayayyayayayayya" jawab Aska seperti yang paham apa yang ayahnya katakan.


kucium punggung tangannya sebelum suamiku keluar rumah .


"ati -ati mas smoga hari ini banyak rezekynya "


doaku sambil melepas tangannya.

__ADS_1


"Amiinnn.."


-------------


__ADS_2