Ketika Rasaku Sudah Mati

Ketika Rasaku Sudah Mati
nikmatnya ujian ..


__ADS_3

Hari berganti kujalani kehamilan keduaku ini dengan bahagia anak dalam kandunganku sungguh baik tidak pernah merepotkan ku atau menginginkan sesuatu yang aneh aneh mungkin bayiku kasihan melihat perjuangan emaknya.


Sampai saat ini mas Aldo masih belum punya pekerjaan tetap tapi ya Alhamdulillah masih mau berusaha keluar setiap hari untuk nyari uang buat persiapan aku lahiran nanti dan aku masih berjualan dengan perut makin membuncit terkadang akupun suka miris dengan keadaan kami tapi mau bicara apa lagi keadaan dan aku harus terima semua konsekwensinya baik itu buruk atau sebaliknya dari sebuah pilihan.


Pagi ini mataku rasanya berat sekali untuk kubuka waktu sudah hampir jam 3 dini hari kupaksakan badanku untuk bangun dan segera siap siap pergi kepasar pagi benar saja sampai pasar rasanya perutku memberontak ketika mencium bau pasar yang khas langsung menyengat hidungku langsung kulari ketoilet untuk menguras perutku yang memang belum terisi apa apa rasanya badanku sangat lemas rasanya tapi apa yang kubisa selain menyemangati diriku sendiri , "ayo semangat lara kamu kuat ..!!".


Terpaksa hari ini aku belanja sedikit sekuatku aku takut pingsan dipasar siapa yang akan tau dan mengenaliku nanti hiikss pengen rasanya menangis yang keras dan protes pada semua takdir yang kujalani ini.


Akhirnya aku duduk aja meminum teh hangat agar tenagaku terisi kembali sambil menunggu angkutan umum yang akan membawaku pulang kerumah untung perutku tak lagi terlalu mual seperti tadi yahh bisa jadi anak dalam perutku sedang protes didalam kan yaaa hehehehehe.


Setelah sampai rumah kubereskan dagangan ku kembali setelah selesai kubersihkan diriku dan melaksanakan sholat subuh kullihat kakak masih tertidur pulas dan mas Aldo mungkin masih dinegeri mimpi suamiku ini masih sulit untuk konsisten ibadah makanya setan sering banget mengajaknya jalan jalan kedunia yang menyesatkannya.


"Mas bangunlah sholat coba biar hidup kita tu bisa lebih baik dan berkah kenapa sih susah banget diajak bener aja .." omelku sambil menggoyang goyang badan mas Aldo sedih dan lelah rasanya tiap hari melihat seperti ini, mungkin aku benar benar salah pilih imam hiks....


"hemmmmmmm " hanya itu yang keluar dari mulut suamiku dan lanjut tidur lagi .


"mama Aksa ..."


"iya...." Alhamdulillah ada yang belanja bergegas aku kedepan untuk melayani pembeliku walaupun tak terlalu banyak tapi kusyukuri aja semuanya itulah rejekiku saat ini.


" Beli sayur asem mama Aksa .."


" siap.. , lauknya apa hari ini ..? " jawabku ramah sambil tanganku sibuk meracik sayur asem request mama Nada tetangga samping rumahku.


"Ayam aja separo deh sekalian cabe bawang Ama bumbu dapur nya ya mama Aksa .."


"Oke sudah semua apa lagi ..?"

__ADS_1


"udah berapa semua ..?"


"35 ribu saja aku bonusin tomat satu yaa .."


"makasih mama Aksa.."


" sama sama ..."


Terdengar Aksa menangis bergegas ku hampiri kekamar sambil membangunkan mas Aldo lagi, " mas bangun sudah siang memang g mau keluar cari uang apa mas ..??".


kugendong anakku ini sambil kuliril ayahnya yang sudah mulai duduk dan bangkit dari kasur yang bahkan nggak ada empuk empuknya itu entah kenapa betah banget kadang kifikir gimana kalau kasurnya kaya kasur orang orang kaya itu bisa g bangun bangun kali ya..


"kakak duduk dulu ya mama buat susu dulu oke anak ganteng ..?" , kulihat mata Aksa mengerjap ngerjap mendengar kata susu sebahagia itu hanya mendengar kata susu miris rasanya sabar ya sayang desahku dalam hati..


"cucu cucu cucu mamamamammaammaa...."


"belii..."


"kakak minum susu dulu ya mama layanin orang dulu oke sayang..?!" ,bergegas aku kedepan melayani pelanggan pelanggan ku semantara Aksa minum susu dan mas Aldo mandi sepertinya


setelah sepi warungku kumandikan Aksa sementara ayahnya minum kopi sambil makan nasi ma telur ceplok aja sambel kecap menu praktis yang cepat yang dia buat sendiri karena melihat aku sibuk dengan warung dan Aksa.


"bang Aksa buatin sekalian telur Irak Arik kecap ya nanti biar tinggal aku suapin .."


"iya dek beres .." sahut bang Aldo sambil mengambil telur satu lagi dari rak dagangan ku.


setelah kenyang mas Aldopun berangkat kerja sambil mengalungkan Aksa padaku

__ADS_1


"Abang berangkat ya assalamualaikum.."


"waalaikumsallam .." jawabku sambil kuraih tangannya seperti biasa


Tak lama mas Aldo berangkat kulihat bapak mertuaku menghampiriku ..


" Ra..... Aldo sudah berangkat..?"


" sudah pak , bapak ada perlu sama mas Aldo ..??"


kulihat bapak menghela nafas sepertinya bapakpun berat mengatakan..


" kenapa pak..?"


" Bapak mau minta uang sama Aldo bapak nggak ada uang sama sekali .." keluh mertuaku itu.


"Bapak susul aja di tempat cucian mobil pak mungkin aja mas Aldo punya uang simpanan..", kataku sambil ikut menghela nafas berat.


Jangan berfikir aku melarang mas Aldo memberi uang orang tuanya sampai saat ini aku nggak pernah melarang hal itu kalau memang ayah Aksa punya kenyataannya kami sendiri juga jarang tercukupi kalau aku tidak ikut banting tulang.


"Bapak sekalian aja bawa sayuran daripada bolak balik nanti .." lanjutku pada mertuaku sambil kedepan nyuapin Aksa biar bapak nggak sungkan saat mengambil sayuran.


"Iya makasih ya Ra.."


"iya pak ambil aja ikan yang bapak mau .."lanjutku sambil merayu anakku itu biar mau makan banyak.


setelah bapak pergi aku kembali masuk kerumah karena ada yang belanja lagi yah begitulah sampai aku nggak inget apa sudah sarapan atau belum hehehheehe ..

__ADS_1


__ADS_2