
“Nggak dong, Kakak sayang. ‘Kan emang mulut aku sama otak aku tuh udah kerja sama untuk ingat terus sama idola,”
“Mending ingat pelajaran ketimbang ingat Oppa Korea mulu, Dek. Ampun deh, kakak puyeng kalau kamu udah bahas Oppa Korea,”
“Ya terus kakak maunya kita bahas siapa dong? Kak Marvin gitu?”
Inaya berdecak, padahal sudah lupa soal Marvin, ini malah disebut lagi namanya oleh sang adik.
“Bisa nggak usah ngomong mulu nggak? Udahlah Oppa Korea, sekarang Kak Marvin yang diomongin,”
“Tapi Kak Marvin orangnya gimana? Aku boleh liat fotonya nggak, Kak?”
“Ya liat aja di akun instagram dia,”
“Ada foto-foto apa aja, Kak?”
“Ya kamu liat sendiri, Dek. Ada foto dia, foto tim basketnya, sama foto sama cewek,”
“Wah foto prewed?”
Mendadak Inaya kaget mendengar pertanyaan itu. Yang benar saja Inara? Masih SMA tapi sudah ada pemotretan prewedding?
“Bukan, foto biasa aja tapi keliatan romantis gitu,”
__ADS_1
“Terus kakak galau nggak?”
“Ya nggak lah, kenapa harus galau?”
“Karena dia foto sama pacarnya,”
“Nggak, kakak nggak mau galau. Dia bukan siapa-siapa kakak,”
“Iya bagus, Nay. Pura-pura nggak galau aja terus, walaupun sebenarnya galau banget liat Kak Marvin nggak sungkan untuk post foto berdua sama pacarnya. Aku nggak ada niat untuk ganggu mereka berdua, cuma sebatas kagum, suka sama Kak Marvin. Jadi Ia tegaskan pada dirinya sendiri untuk kurang-kurangi galau melihat kebersamaan antara Marvin dengan pujaan hatinya. Mereka memang sudah dipertemukan sebelum Ia mengenal Marvin dan mereka pasangan yang serasi kalau menurut pandangan Inaya dari orang luar hubungan mereka yang baru bisa melihat kerekatan hubungan mereka melalui postingan di sosial media,”
“Kakak, bagus deh kalau kakak emang nggak suka sama dia. Mendingan sukanya sama yang lain. Kata Bunda kalau suka ‘kan nggak apa-apa, asal yang wajar,”
Inaya berdecak pelan. Semudah itu adiknya menyuruh Ia untuk suka pada yang lain. Rasa suka, ketertarikan atau kagum itu tak bisa dipaksakan dan tidak bisa ditahan. Bisa datang kapan saja, dimana saja, dan kepada siapa.
“Gawat kenapa, Kakak sayang? ‘Kan ayah bunda nggak gigit,”
“Ih tapi mereka bisa salah paham,”
“Ya udah bahas siapa dong sekarang?”
“Bahas ketua OSIS dis ekolah kamu aja tuh, kayaknya seru,”
“Jangan, nanti kakak naksir sama ketua OSIS aku,”
__ADS_1
“Ih enak aja. Ya mana mungkin aku suka sama bocah,”
“Eh ketua OSIS aku udah nggak bocah lagi, Kak,”
“Emang iya?”
“Lah ‘kan umurnya di atas aku, dekat banget sama kakak malah,”
Inaya diam sebentar untuk berpikir. Dan Ia baru sadar, kalau ucapan adiknya itu memang begitu faktanya.
*****
-Wah, langgeng ya, Kak. Btw, salam kenal, aku Tari-
Tari baru saja mengomentari postingan terbarunya kekasih Marvin yang kebetulan lewat ketika Ia buka instagram.
Postingan terbaru dari akun bernama Arisasv itu adalah foto Marvin dan kekasihnya itu sedang makan di sebuah restoran.
Tak lama kemudian komentar Tari itu dibalas oleh Arisa. Sebenarnya Tari juga tak menduga kalau akan dibalas.
-Salam kenal juga. Aku Icha heheh. Btw, kamu Tari mana ya? Kita pernah kenal sebelumnya?-
Karena merasa lebih nyaman bicara melalui direct message, akhirnya Tari membalas pertanyaan Arisa lewat direct message.
__ADS_1