Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
11.Kemarahan arya


__ADS_3

sedangkan disisi lain seorang wanita sedang marah marah karna kekasih nya dia tidak terima karna kekasih nya mengacuhkannya beberapa hari yang lalu tanpa mengabarinya


"pokok nya lain kali kau tidak boleh mengacuhkanku beb.." ucap sarah ngambek sambil bergelayut di lengan arya.


"iya beb tapi ada satu hal yang harus kau ketahui.." ucap arya


" apa itu?..."ucap sarah penasaran


"tapi kalau kukasih tau kau jangan marah dulu , oke..." ucap arya


"iya.."ucap sarah


"jadi begini ...." arya menceritakan semua hal yang terjadi tanpa ada yang dia tutup tutupi sedikit pun dia percaya sama kekasihnya itu sepenuhnya


" dan begitulah kejadiannya aku melakukan itu karna adik ku dia meminggal diumur 15 tahun masih muda tapi takdir berkata lain dia harus cepat pergi menghadap kepada yang maha kuasa.."ucap arya sendu memikirkan sosok gadis yang telah menghadap tuhan


"jadi orang tua gadis itu yang menabrak adik mu 10 tahun yang lalu " ucap sarah kaget pasalnya mereka sudah menyelidiki itu sebelumnya


"iya beb."ucap arya


"dan kau menikahi anak seorang pembunuh itu untuk balas dendam..ucap sarah


" iya aku melakukan itu agar orang tua gadis itu merasakan sakit saat orang yang kita sayangi meninggalkan kita." ucap arya


"baiklah aku mendukungmu tapi kau tak boleh jatuh cinta pada nya "ucap sarah

__ADS_1


"iya aku janji tak akan jatuh cinta pada gadis itu "ucap arya yakin


"benarkah."ucap sarah dan diangguki arya tanda setuju ,sarah yang melihat anggukan arya sangat senang dan langsung memeluk arya erat dan mendekatkan wajah nya ke wajah arya dan..


cup ..


sarah mencium arya lembut dan arya yang mendapat serangan mendadak dari kekasihnya itu langsung membalas ciuman nya dan ciuman itu berlangsung lama dan suasana pun semakin panas dan menuntun kedua mahluk yang saling berpangutan itu menuntut lebih dari sekedar berciuman dan arya yang tidak tahan langsung menuntun sarah keranjang dan hal yang tak terduga duga pun terjadi diruangan kedap suara tersebut hanya mereka dan tuhan yang tau apa yang terjadi di ruangan itu.


*****


disisi lain setelah kepergian putri tunggal mereka ,mereka mulai menata hidup mereka dari awal lagi rumah yang dulunya kenang kenangan dari kakek mayra sekarang sudah dijual demi keberlangsungan hidup mereka .


ayah dan bunda mayra mulai membuka usaha sederhana dari hasil penjualan rumah mereka.


mereka membagi hasil penjualan itu untuk beli rumah sederhana dan toko serta biaya hidup mereka sehari hari yang dulunya mereka hidup dengan berkecukupan sekarang sudah serba kekurangan apalagi mereka harus merelakan putri mereka menjadi penebus hutang yang tak pernah dia lakukan


" ayah tidak tau bun ,semoga tuhan selalu melindungi putri kita ya bu "ucap kendrik pada istrinya.


"iya yah amin, semoga tuhan selalu melindungi nara ."ucap ayra


lalu mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing masing karna hari sudah menjelang siang dan banyak yang akan makan siang dijam sekarang mereka disibukkan dengan para pelanggan yang akan membeli kue dan sekedar kecafe milik kendrik.


****


mayra yang bingung harus menyimpan barang barangnya pun duduk di ruang tamu apartemen itu sambil menunggu arya pulang dan mayra yang bosan sudah menunggu arya sekitaran 5 jam dari jam 8 sampai sekarang sudah menunjukkan jam 14 .05 wib

__ADS_1


mayra yang kelaparan pun berniat kedapur untuk makan ,setelah sampai didapur dia melihat meja kosong tak ada satupun makanan dan mayra beralih ke kulkas tak ada apa apa kecuali mie dan telur satu butir dan itu sukses membuat mayra kaget dan bertanya tanya


'ko ada pembantu tapi makanan tidak ada satupun ' batin mayra heran


" apa setelah ini nanti aku belanja aja yah mumpung sigila itu keluar.."ucap mayra pada diri sendiri


sore hari arya yang mendengar bunyi nontifikasi dari hp nya langsung bangun dan melihat siapa yang menelpon ya disore hari


'bian ada apa dia menelponku ,apa ada hal penting sampai dia menelpon "batin arya


" ada apa , apa ada hal penting sampai menelpon ku.." ucap arya datar dan to the point


" begini tuan , sesuai dari pengawasan bodyguard ,nona mayra keluar dari apartement dan pergi ke swalayan tuan apa kita cegah atau bagaimana tuan.." ucap bian


" biar kan saja dan awasi dia dari jarak jauh "ucap arya


" baik tuan " ucap bian sambil memutuskan panggilannya


mayra yang sudah sampai di super market dia berjalan ke swalayan untuk membeli bahan bahan yang dia butuh kan setelah selesai dia menyetop taksi untuk pulang .


setelah taksi datang mayra langsung masuk dan memberikan alamat nya


" ke jalan xx ya pak" ucap mayra


" baik neng " ucap sopir taksi itu

__ADS_1


setelah sampai di apartement dia di kagetkan dengan suara pecahan vas bunga.


bersambung....


__ADS_2