
" ahhh apa yang aku lakukan ..."ucap Arya kepada dirinya sendiri.
" tidak ! perasaan ini tidak boleh terus berlanjut dan apa itu tadi aku menciumnya disaat dia sedang tidur ? dan... aku seperti mencuri ciuman disaat dia tidak sadarkan diri" ucap Arya merutuki kebodohan nya sendiri dan baru menyadari disaat dirinya tadi mencium Mayra dia merasakan lagi jantung nya berdebar debar seperti merasakan jatuh cinta.
" ahh tidak mungkin aku mencintai nya " ucap Arya pada dirinya sendiri.
setelah selesai merutuki kebodohan nya dia bergegas pergi ke kamar nya untuk mengistirahatkan tubuh dan otak nya yang lelah seharian ini.
*****
keesokkan paginya ...
Arya terbangun setelah mencium harum bau masakan yang berasal dari dapurnya, dia yakin yang memasak itu pasti istrinya ehh ralat pembantu yang berkedok sebagai istri,miris bukan?
ya itulah kehidupan sebesar apapun kita menantang takdir jika itu sudah digariskan pada kita apa boleh buat...
Arya beranjak dari tempat tidur dan pergi kekamar mandi untuk menyelesaikan ritual mandinya di pagi hari ini.
sementara didapur Mayra sudah menyelesaikan masak memasak nya hingga menyiapkannya di meja makan dengan rapi.
setelah itu dia pergi ke kamar nya untuk menyegarkan badan nya setelah selesai berperang dengan sapu dan spatula.
__ADS_1
sesudah itu dia bergegas pergi ke dapur untuk mengambil kotak makanan yang sudah di siapkan tadi dan pergi ke kampus tanpa pamit terlebih dahulu kepada ayra.
" untung hari ini aku cepat bangun kalau tidak pasti aku ketemu sama si muka datar itu " ucap Mayra setelah di lobi apartemen mereka.
( ya ..elah Mayra simuka datar itu suami mu sendiri kali-_-..)
sementara Arya yang sudah selesai mandi dia pergi keruang ganti dia memilih milih pakai yang bagus hari ini entah apa sebabnya .
setelah memilih pakaian yang cocok menurutnya dia segera turun ke lantai satu dimana Mayra yang sedang memasak dia menelisik seluruh ruangan di dapur tersebut dan tidak mendapati dimana Mayra dan entah mengapa dia merasa sangat kesal karena dia ditinggal sendiri di apartement mereka .
dia segera bergegas ke meja makan dan melihat makanan yang selalu mengunggah selera itu tapi gengsi nya selalu tinggi sehingga dia selalu mengacuhkan makanan yang selalu Mayra masak padahal dalam hati sangat memuja makanan yang sangat pas di lidah nya.
setelah selesai makan Arya beranjak dari dapur untuk pergi kekantor karena asisten bian sudah menunggunya di lobi apartement. dia pergi tanpa menaruh piring kotornya ke wastafel dapur ,yah.. namanya juga sang tuan muda apa apa selalu tersedia tanpa bersusah payah mendapatkannya cara apa pun akan dia lakukan jika sudah menginginkan sesuatu begitupun dengan cara mengikat Mayra disisi-Nya cara licik pun dia gunakan.
pintu lift terbuka Arya keluar dari lift dengan sebuah tas kerja ditangannya segera bergegas keluar dari lobi itu untuk pergi ke kantor
" silahkan tuan muda " ucap asisten bian ,Arya segera masuk kedalam mobil begitupun dengan asisten bian.
" bian ... apakah ada kendala hari ini " ucap Arya
" tidak ada tuan hari ini kita hanya memiliki meeting di cafe shop dengan klien dari perusahaan AM Liu crop tuan " ucap asisten bian menerangkan jadwal hari ini
__ADS_1
" baik lah atur pertemuan kita nanti Siang dengan CEO AM Liu crop pada jam makan siang " ucap Arya
"baik tuan muda " ucap asisten bian
" ohhh iya bagaimana dengan cabang perusahaan kita yang di kota B?. apakah ada kendala atau masalah dengan proyek kita ? " ucap Arya
" semuanya aman tuan tidak ada kendala dan masalah dalam proyek mereka mengerjakan tugas mereka dengan baik tuan " ucap bian dengan datar
" Baguslah kalau begitu " ucap Arya datar
obrolan mereka hanya sekedar pekerjaan saja hingga tak terasa mereka sudah sampai di depan perusahaan AS company crop perusahaan yang bekerja dalam bidang IT dan ekspor impor barang elektronik.
mereka berjalan dengan jarak satu meter antara bos Dan bawahan. Arya berjalan didepan dan asisten bian berjalan satu meter dibelakang Arya dan para karyawan yang mereka lewati hanya membungkukkan setengah Badan dan mengucapkan kata
" selamat pagi Presdir " hanya itu yang mereka ucapkan tanpa mendapat respon atau jawaban dari sang Presdir mereka.
sementara disisi lain seorang gadis cantik bermata bulat sedang membaca sebuah buku di tangannya , yah siapa lagi kalau bukan Mayra Kenara Alexander
dia sedang membaca buku di perpustakaan kampus entah buku apa yang dia baca sehingga tidak menyadari seseorang telah duduk di depan kursi meja yang Mayra pakai ,
pemuda itu terus menatap Mayra yang sedang pokus pada buku yang dibacanya .karna belum mendapat respon dari orang yang didepannya pemuda itu lantas berdehem untuk mengalihkan perhatian orang yang sedang pokus membaca itu.
__ADS_1
"HMM ..HMM"
bersambung š