
abaikan saja kita harus berangkat secepatnya ke kantor" ucap Arya ketus
" baik tuan muda" ucap asisten bian pasrah.
mobil melaju dengan kecepatan sedang dan melewati Mayra dan laki laki itu yang sedang tertawa riang, Arya hanya melirik dengan ekor matanya dengan menahan kemarahannya.
dalam hatinya dia bertanya-tanya siapakah lelaki yang bersama dengan mayra dan bagaimana mereka bisa bercengkrama seakrab itu hatinya memanas ketika melihat senyum Mayra kepada lelaki lain dan itu membuat api kemarahan dalam diri Arya semakin menyeruak
" siapa lelaki itu? bagaimana bisa seorang gadis yang sudah bersuami jalan-jalan dengan seorang pria yang tidak dikenal oleh suaminya . ah bagaimana bisa aku kepikiran dengan gadis kecil itu."batin Arya sembari mengusap pelipisnya untuk menahan amarahnya.
sedangkan asisten bian sedang bergumam dalam hatinya
" apa tuan muda tidak marah ya? melihatnya nona mayra sedang jalan bersama lelaki lain?" ucap asisten bian bergumam dalam hatinya
setelah sampai di perusahaan As company crop arya melangkahkan kakinya ke dalam kantornya dia memasuki lift dengan tergesa-gesa karena hatinya sedang bergemuruh dengan segala ke marahan di dalam hatinya dan dia tidak pernah tenang dia merasa dirinya diselingkuhi oleh istrinya sendiri padahal kenyataannya istrinya sedang pergi bersama dosennya .
yah ...yang sedang jalan dengan Mayra adalah dosennya sendiri yang tak lain dan tak bukan adalah Dimas Abiguna.
flashback...
__ADS_1
saat ini mereka sedang ada pertemuan di sebuah kafe dekat jalan raya dan itu adalah sebuah kafe yang sering dikunjungi oleh pemuda pemudi pada umumnya sampai sekarang pun kafe tersebut sedang digandrungi oleh pengunjung yang sangat ramai dan pada saat itu Mayra dan Dimas sedang berjalan karena mobil mereka terparkir tidak jauh dari cafe tersebut mayra tersenyum kepada Dimas karena sesuatu hal yang sangat lucu menurut mayra tetapi tidak lucu bagi Dimas dia serius mengatakan hal tersebut yaitu Dimas mengatakan jika Mayra sangat cantik untuk menjadi istrinya.
"kenapa bapak tidak mengajak pacar bapak saja ke pertemuan itu ?,kenapa harus aku?"ucap Mayra
" aduh gimana saya mau bawa pacar ?, pacar atau kekasih saya aja tidak ada" ucap Dimas Abi guna
"hahaha bagaimana bisa bapak yang setampan itu tidak mempunyai seorang kekasih hahaha" ucap Mayra seraya tertawa lepas di depan Dimas membuat Dimas terpesona dengan tawa lepas Mayra
"kau juga sangat cantik bila kau menjadi istriku , aku akan menjadi pria yang paling beruntung jika memilikimu" ucapnya tanpa sadar dan menatap bola mata Mayra dengan serius seakan menunjukkan bahwa dirinya sangat serius dengan perkataannya tadi.
hal itu seketika membuat tawa Mayra terhenti dan menatap Dimas dengan tatapan bingung nya ,Dimas yang mengerti kebingungan Mayra langsung mengalihkan pembicaraan.
sedangkan Mayra masih terbengong dengan perkataan Dimas yang mengatakan jika dia sangat cantik bila menjadi istri Dimas dia akan sangat beruntung memiliki istri sepertinya.
Dimas yang melihat Mayra masih bingung langsung saja menepuk pundak Mayra agar tersadar dari lamunannya dan tidak kepikiran dengan kata-katanya barusan.
"ehh ...ada apa kenapa kau menepuk pundakku" ucap mayra yang baru sadar dari lamunannya.
"aku bilang ayo masuk kita sudah ditunggu klienku" ucap Dimas mengulangi perkataannya tadi di.
__ADS_1
"eh kita sudah sampai ya kupikir masih jauh"ucap Mayra dengan tingkah konyolnya
"iya kita sudah sampai." ucap Dimas
" ya udah ayo..." ucap Mayra lebih dulu
mereka berjalan memasuki restoran tersebut bersama-sama tapi pikiran Mayra masih tertuju pada perkataan Dimas
ada apa dengan pak Dimas tidak biasanya dia bercanda sampai seserius itu, "ucap Mayra dalam hati.
.
.
.
.
bersambung...
__ADS_1