
mereka berjalan memasuki restoran tersebut bersama-sama tapi pikiran Mayra masih tertuju pada perkataan Dimas
ada apa dengan pak Dimas tidak biasanya dia bercanda sampai seserius itu, "ucap Mayra dalam hati.
setelah memasuki restoran mereka duduk di sebuah meja dekat dengan sudut ruangan serta menampilkan pemandangan indahnya taman di samping restoran.
mereka duduk bersebelahan sambil menunggu klaen dari Dimas Abi guna.
tidak berapa lama datanglah sesosok orang dengan gaya maskulin serta jas yang menambah penampilannya menjadi sosok yang sangat sempurna.
klien itu pun duduk di depan Dimas dan mayra sang klien menatap lekat wajah Mayra dia mengagumi sosok yang didepannya
Dimas yang mengetahui hal itu segera memulai pembicaraan .
" selamat datang tuan... mari kita memesan makanan terlebih dahulu " ucap Dimas
" ohhh iya maaf tuan Dimas saya kurang berkonsentrasi " ucap Mr . Hendri dan segera memanggil pelayan restoran.
" ohh iya tuan perkenalkan ini mahasiswa saya namanya Kenara Mayra Wijaya Anda bisa memanggilnya Mayra " ucap Dimas memperkenalkan Mayra
Mayra yang mengetahui hal itu segera mengulurkan tangannya untuk berjabat dengan mr.hendri.
"perkenalkan nona nama saya hendri Mahendra . panggil saja Hendri " ucap Mr Hendri sambil menjabat tangan ā Mayra
" baik tuan Hendri " ucap Mayra sambil tersenyum
Hendry yang melihat senyum mayra merasa nyaman dan teduh apalagi melihat bola mata Hitam Mayra yang meneduhkan.
setelah itu Henry dan Dimas membicarakan soal kerjasama mereka sedangkan mayra hanya sibuk dengan handphonenya
hingga tak terasa waktu sudah lebih dari 2 jam untuk membicarakan proyek kerjasama antara Henry dengan Dimas.
__ADS_1
setelah itu mereka pamit untuk pulang kepada Mr Hendri
" kami pulang dulu tuan semoga kerjasama yang kita rencanakan berjalan dengan sesuai" ucap Dimas sambil mengulurkan tangannya dan Mr Hendri menyambut nya dengan tersenyum.
setelah kepergian Dimas dan mayra, Mr Hendri segera menelpon asistennya untuk menyiapkan berkas berkas kerjasama antara Dimas dan dirinya .
" segera siapkan semuanya aku tunggu sampai besok "ucap Mr Hendri kepada asisten nya
"baik tuan akan segera saya siapkan" ucap asisten nya
" MMM " Mr Hendri berdehem sambil menutup telponnya
setelah Dimas dan mayra selesai dengan meeting dengan Mr Hendri mereka segera pergi menuju ke kampus karena Mayra hari ini ada kelas siang .
selama perjalanan mereka hanya diam saja karena tidak ada yang memulai pembicaraan hingga tak terasa mobil sudah berhenti di depan pintu gerbang kampus.
" makasih ya pak sudah mengantarkan saya ke kampus" ucap Mayra setelah turun dari mobil Dimas
" iya juga sih" kekeh Mayra
" tapi bapak kan sudah mengantarkan saya jadi harus berterimakasih" ucap Mayra teguh
" ya..sudah terserah kau aja " ucap Dimas tidak formal berbicara dengan Mayra karena dia akan memulai pendekatan nya mulai sekarang.
" ya udah pak . aku masuk dulu ya " ucap Mayra sopan dan segera pamit.
" iya udah sana nanti kamu terlambat" ucap Dimas
" iya pak bye... " ucap Mayra berlalu dan Dimas hanya memandang i punggung Mayra yang berlalu dari hadapan nya hingga punggung itu tak terlihat lagi.
******
__ADS_1
AS company crop
seseorang yang sedangberkutat dengan berkas berkas didepannya serta laptop yang menyala hingga suara ponsel mengalihkan perhatian dari leptop ke ponsel nya .
" ada apa... " ucap Arya
"....."
" apa! " ucap Arya kaget serta rahang yang mengeras
" .... "
" ikuti dia terus jangan sampai kehilangan jejak awasi pergerakan nya kemanapun dia pergi." ucap Arya dan langsung mematikan telpon nya
" gadis ini kenapa setiap saat selalu ada pria pria disampingnya padahal dia sudah menikah " batin Arya geram dan kesal.
.
.
.
.
.
.
.
bersambung....
__ADS_1