
arya keluar dari kamar mayra dan pergi mengambil air dari kamar mandi di dapur dan balik lagi kekamar mayra dia menyeringai melihat mayra yang sedang tertidur pulas diranjang mungilnya.
"lihat apa yang akan aku lakukan setelah ini kau akan merasakan hidup dalam penderitaan digenggamanku hingga kau sendiri yang akan memilih mati dari pada hidup " ucap arya dalam hati sambil menyeringgai iblis
arya yang melihat tidur mayra tidak terganggu sekali pun langsung
byurrrrr ......
arya menyiram mayra yang sedang tidur sontak mayra kegagapan .
"banjir banjir ....banjir " ucap mayra yang setengah sadar arya yang melihat tertawa dalam hatinya karna sudah berhasil membalaskan dendamnya sedikit demi sedikit kepada mayra
setelah mayra sudah sadar sepenuhnya dia menatap arya sejenak lalu menunduk Karna dia sangat takut melihat tatapan arya yang menatapnya marah.
"apakah kau sudah puas tidur nya tuan Putri " ucap arya seraya mensejajarkan tubuhnya dengan mayra karna mayra sekarang sedan duduk di lantai dekat sofa yang mayra tempati Tidur tadi.
" maaf tuan saya ketiduran, lain kali Saya tidak akan menggulanginya lagi. " ucap mayra sendu dan berkaca kaca bagaimana tidak arya pulangnya hampir Pagi hari.
"apa kamu pikir dengan minta maaf bisa menyelesaikan Masalah hah.. "bentak arya mayra yang tidak pernah dibentak pun berusaha menahan tangisnya agar tidak pecah
"ma...af maaf tuan ampuni saya, saya tidak akan menggulanginya lagi kumohon ampuni saya tuan... " ucap mayra dengan suara yang terbata karna takut pada arya
__ADS_1
melihat Mayra sedang memengang kakinya sontak saja arya menghempaskan mayra dari kakinya dan berjongkok menyetarakan tubuhnya dengan mayra, mayra tambah takut pada arya melihat tatapan itu penuh dengan kebencian dan api amarah dengan sagala perasaan yang tidak bisa diukir menjadi satu.
arya menyetarakan Tinggi tubuhnya dengan mayra dan menjambak rambut panjang mayra sehingga membuat sang empunya rambut meringgis kesakitan.
"lepaskan.... sakit ....ahh Hiks Hiks.... "tangisnya meminta Untuk dilepaskan arya.
"apa aku Terlalu baik padamu hingga kau merasa menjadi nyonya di masionku hah... "ucap arya dengan nada tinggi
"tidak tuan saya tidak berani melakukan hal itu saya tau posisi saya tuan muda Hiks... Hiks hiks" ucap mayra sambil terisak karna arya belum melepaskan rambutnya dari jambakan arya
arya yang baru sadar masih menjambak rambut mayra, sontak saja langsung menghempaskannya sehingga dahi mayra membentur mera yang berada dekat sofa tempat mayra duduk dilantai saat arya menyiram air ke mayra yadi.
" Astaja kenapa aku sangat ceroboh hingga membuat dahinya berdarah " ucap arya dalam hati
karna merasa bersalah arya pun bergegas pergi dari hadapan mayra tanpa membantu mayra berdiri atau apalah dia hanya pergi tanpa memperdulikan mayra yang kesakitan.
kini Mayra hanya sendirian diruangan itu dengan luka yang sangat perih di dahinya dia mengambil kotak obat p3k dan mengobati luka didahinya
"ish issss"perih mayra karna obat merah itu sudah mengenai lukanya
" dia itu kenapa aku tidak punya salah padanya tetapi dia sudah membuat dahiku sampai berdarah begini " gumam mayra
__ADS_1
setelah selesai membersihkan lukanya, mayra kini memikirkan apa yang Terjadi akhir akhir ini di mulai dari awal awal pernikahannya dengan arya,di mulai saat dia tidur di bangunkan secara kasar oleh pria itu dengan mengunakan air yang dingin bahkan sudah dua kali, sekarang juga dia di marahi karna dia tertidur seharusnya itu wajar karna memang hari sudah Larut malam dianya aja yang pulang sangat malam jadi Dimana letak kesalahan mayra?
karna tidak bisa mendapatkan Dimana letak kesalahan nya akhirnya dia memilih Untuk tidur dari pada pusing memikirkan yang tidak dia tau apa yang salah padanya sehingga setiap kali mayra menatap arya slalu ada sorot mata kebencian dengan kesedihan didalamnya.
sehingga mayra berasumsi bahwa arya terpaksa menikahinya agar uang yang digelapkan ayahnya bisa lunas dengan dia menjadi pelayan sang tuan muda yang berkedokkan istri sekaligus pelayan yang tanpa digaji.
memikirkan itu membuatnya pusing dan ia memilih Untuk Tidur menunggu esok hari agar yang indah .
****
sementara di sebuah ruangan yang dingin serta Minimalis dengan warna cat biru seorang laki laki sedang duduk dengan mata sendu menatap foto seorang gadis yang sangat sangat disayanginya foto itu adalah foto adik kesayangannya yang bernama Indah dia meninggal 10 tahun yang lalu dalam sebuah kecelakaan yang mengakibatkan dia meregang nyawa di tempat kejadian tersebut.
.
.
.
.
bersambung....
__ADS_1