Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
09. Pulang kekota J


__ADS_3

setelah upacara pemberkatan selesai para tamu berpamitan satu persatu kepada penganti dan sekarang arya sedang mengobrol dengan para rekan rekan bisnis arya sedangkan mayra sedang pergi mencari kedua orang tuanya dan yang dicari sedang duduk dipojok dekat kaca .


"ayah .."ucap mayra berlari kearah ayahnya


"nara jangan berlari nanti kalo jatuh gimana?..."ucap kendrik alexandra


"ayah aku kangen ayah.." ucap mayra


"ayah juga kangen kamu nara " ucap kendrik


"kapan ayah di bebaskan apa tuan arya kemarin sudah membebaskan ayah?.." ucap mayra


" iya dia kemarin sudah membebaskan ayah .." ucap kendrik ayah mayra


flashback on ...


kemarin saat arya memeriksa dokumen dokumen di kantor cabangnya di kota B dia kepikiran dengan orang yang akan dia nikahi besok yang akan sah menjadi istrinya .


" bian bagaimana dengan ayah gadis itu apa sudah di bebaskan?" tanya arya


"belum tuan .." ucap bian


" astaga kenapa dari kemarin kemarin tidak kau bebaskan hah"..geram arya


"maaf tuan anda belum memerintahkan saya untuk membebaskan tuan kendrik " ucap bian


" ahhh sudahlah kembali keruanganmu" ucap arya menghela nafas dengan kasar dan mengusir bian


" baik tuan . permisi tuan " ucap bian pamit


" ahh kenapa aku lupa sih ,bagaimana nanti penilaian gadis kecil itu dengan ku .." ucap arya dan menelpon bian untuk membebaskan kendrik dari penjara sekalian membawa mayra kehotel agar mayra tidak kabur dihari pernikahannya besok.


"baik tuan muda " ucap bian disambungan telpon dan memutuskan sambungan telponnya


flashback off


" syukurlah ayah ,ayah sudah bebas sekarang bisa berkumpul lagi dengan bunda " ucap mayra sendu


" loh kok cuman bunda kan mayra bisa juga berkumpul lagi dengan ayah dan bunda " ucap ayra bunda mayra dan ayah mayra mengangguk meminta jawaban dari putri mereka


"tidak bisa bunda ayah. karna setelah ini arya bilang kami akan berangkat ke kota J malam ini yah " ucap mayra menangis dan saat itu juga ada seseorang yang menyela percakapan mereka.

__ADS_1


" maaf nona muda anda sudah ditunggu tuan muda didalam mobil " ucap bian


" hah kenapa dia tidak pamitan pada ayah dan bunda asisten bian " ucap mayra heran


" tuan muda hanya titip pesan saja nona karna tuan muda ada urusan mendadak nona " ucap bian


" atas nama tuan arya saya minta maaf kepada tuan kendrik dan nyonya alexandra karna beliau tidak bisa berpamitan langsung pada tuan dan nyonya "ucap bian


"iya tidak apa apa tuan bian kami mengerti " ucap kendrik dan mayra


" baiklah kalau begitu kami pamit tuan dan nyonya " ucap bian


" tapi barang barang saya masih dirumah tuan" ucap mayra


" nona tidak usah khwatir barang barang nona sudah di siapkan "ucap bian


" ya sudah yah bun nara pamit ya


ayah dan bunda harus sehat disini " ucap mayra sambil menyalim ayah dan bundanya


" nara ayah dan bunda akan selalu baik baik saja kalau nara bahagia dengan pernikahan ini dan nara nya ayah harus patuh pada nak arya karna dia suamimu sekarang " ucap kendrik aya h mayra


" dan juga nara harus selalu melayani suamimu dengan baik nara , kau harus menuruti perintah suami mu " ucap ayra menasihati putrinya


" sekarang ayah dan bunda akan mengantar mayra kedepan "ucap kendrik


" iya yah " ucap mayra mengikuti langkah ayah dan bundanya dari belakang bersama bian


setelah sampai didepan mayra langsung memeluk bundanya dan pamit kepada ayah dan bundanya sambil melambaikan tanganya dengan bian sudah membuka pintu mobil mempersilahkan


" makasih tuan bian " ucap mayra dan duduk sisamping seseorang.


" udah puas kangen kangenannya ?" ucap arya dingin sedingin es dikutub utara


" su...dah .." ucap mayra terbata karna takut dengan arya


"cih.. " arya mendecih kedepan muak melihat wajah mayra yang sedang menangis


mobil melaju dengan kecepatan sedang sampai mereka tidak menyadari bahwa mobil sudah berhenti melaju di sebuah lapangan yang luas dan terdapat sebuah pesawat jet pribadi milik keluarga wijaya.


" turun ! .." ucap arya dingin

__ADS_1


" baik tuan.." ucap mayra sekenanya


mereka turun dari mobil dan masuk dalam pesawat pribadi milik keluarga wijaya


mayra yang melihat itu dibuat terkagum kagum dengan pesawat dan isinya .mereka duduk bersebelahan sampai pesawat lepas landas .


mayra sangat ketakutan karna ini baru pertama kali dia naik pesawat di sore hari .ya saat ini masih sore puku 15.04 dan mayra sedari tadi sudah menahan lapar karna belum sempat untuk makan dan sekarang perutnya sudah demo meminta diisi.dan mayra ingin bertanya tapi perutnya duluan bersuara membuat dia menahan malu


kruk kruk kruk...


bunyi perut mayra dan menahan malu


"maaf tuan perut saya tidak bisa diajak kompromi " ucap mayra memerah menahan malu karna cuman mereka yang ada diruang khusus tersebut


arya yang mendengar suara perut mayra menahan tawa karna dia melihat wajah mayra yang menahan malu


arya hanya melirik sekilas dan mengetik pesan pada bian agar menyuruh seseorang mengantarkan makanan pada mereka.


beberapa menit kemudian datanglah pramugari


membawa makanan dengan mendorong roll meja dorong dan menyajikannya


" silahkan meniknati tuan dan nona " ucap pramugari tersebut sambil menundukkan kepala


" makasih mbak" ucap mayra tersenyum ramah dan arya hanya melirik saja tanpa menjawab


" mari makan tuan muda " ucap mayra sambil tersenyum ramah dan arya hanya berdehem saja.


" hmmmmhm"dehem arya


setelah selesai makan mayra memainkan ponsel nya dan karna bosan akhir nya dia tertiduk padahal di jet pribadi itu ada 4 kamar dan mayra tidak mengetahui itu dan tidur sambil duduk dengan kepala yang miring kesamping .arya yang melihat itu menarik kepala mayra ke bahunya agar tidur mayra lebih nyaman dan arya menatap wajah mayra dan tanpa sengaja dia memuji kecantikan mayra


"cantik.." ucap arya lirih


" cih apanya yang cantik dia biasa saja tidak ada yang menarik dari gadis ini yang lebih cantik adalah kekasihku" bantah arya dalam hati dan memikirkan kekasihnya yang sangat lihai dalam bercinta dengannya


sampai pesawat mendarat dengan sempurna arya tetap memikirkan kekasih nya yang bercinta dengannya dan itu membuat hasratnya naik tapi tiba tiba pikirannya buyar setelah mendengar lenguhan kecil dari bibir mungil mayra yang mengigau menyebut


" kak ... kakak !!....." ucap mayra dan sadar dari alam mimpi karna arya menepuk nepuk wajahnya.


bersambung....

__ADS_1


siapakah yang ada didalam mimpi mayra ?


ikuti terus cerita selanjutnya dan jangan lupa vote , like , komen , hadiah dan fav....


__ADS_2