Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
12.Ancaman.


__ADS_3

setelah mayra sampai di apartement dia di kejutkan dengan suara pecahan vas bunga yang berserakan dilantai dan mayra menduga duga ada apa sebenarnya yang terjadi saat sampai keruang tengah dia dikejutkan dengan suara pecahan gelas yang hampir mengenai bahu nya untung dia tidak terkena gelas itu kalau kena bisa bisa bahu mayra akan bengkak berhari hari .karna syok mayra langsung pingsan dan terjatuh dilantai tapi sebelum terjatuh kelantai tangan seseorang lebih dulu menahannya


" segitu aja sudah pingsan apalagi nanti aku menyiksamu apa yang akan terjadi ntahlah tapi aku akan membuatmu tersiksa secara perlahan kenara mayra alexandra! "ucap arya dingin sambil menatap wajah mayra dengan datar


arya mengangkat mayra ke sofa dan menidurkannya disitu dia menunggu mayra sampai sadar tapi yang ditunggu tunggu tak sadar sadar juga akhirnya arya mengambil air dari dapur dan setelah itu kembali ke sofa tempat mayra pingsan ,dilihatnya wajah mayra yang polos itu tertidur dan itu membuat arya tambah geram.


" hahh kau tidur seolah tak berdosa gadis bodoh dan ingat ini adalah awal penderitaan mu" ucap arya geram dan menyiram wajah mayra dengan air digelas yang di bawanya dari dapur tadi


sontak mayra yang pingsan langsung tersadar dan kelimpungan


" banjir ..banjir banjirrrr ..! "ucap mayra kelimpungan


arya yang melihat itu sontak tertawa dalam hati agar mayra tidak menyadarinya bahwa dia tertawa gemas karna wajah mayra yang panik karna dikira banjir. setelah beberapa saat mayra duduk dan arya berdiri menatap mayra dengan ekspresi dingin.


"apa sudah puas tidurnya "ucap arya dingin dan mendekat kan diri pada mayra lalu mencengkram dagu mayra..


" ma..af tu ..an sa.. ya... "ucap mayra gugup dan langsung di potong oleh arya


" saya apa hahh" ucap arya memotong ucapan mayra dengan wajah marah


" maaf tuan saya tadi pergi keluar untuk membeli bahan makanan tuan "ucap mayra menunduk karna takut kena omelan dari arya


"alasan saja kau pergi dari sini agar kau bisa ketemu dengan kekasih mu kan "ucap arya menuduh mayra sambil melepaskan cengkramannya


" tidak tuan, saya berani bersumpah saya tidak pergi untuk menemui laki laki lain."ucap mayra menangis sambil bersimpuh dikaki arya

__ADS_1


" alasan saja"ucap arya dan berlalu pergi dari hadapan mayra karna tidak tahan melihat wajah mayra yang menangis dilantai.


arya masuk kekamar nya tapi sebelum masuk kekamar dia melihat koper mayra yang tergeletak di lantai dekat tangga .


"heiii gadis bodoh bawa koper lusuh mu ini dari hadapan ku " ucap arya


" baik tuan " ucap mayra sendu dan berjalan mengambil kopernya dan binggung mau ditaruh dimana kopernya dan dimana kamarnya


" tapi tuan dimana letak kamarku " ucap mayra dengan lirih tapi masih bisa didengar arya


" emang kau tidak bisa mencarinya sendiri hah " ucap arya dan berjalan mendahului mayra berjalan kearah kamar yang sepertinya kamar pembantu dan berhenti di depan pintu


"ini kamar mu kau tidak boleh menginjakkan kakimu ke kamarku dan kau disini harus mengerjakan setiap pekerjaan rumah ,memasak,mencuci dan menyapu dan satu lagi yang harus kau ingat kau tidak boleh keluar rumah tanpa seijinku serta kalau kau pergi kekampus kau tidak boleh dekat dekat dengan pria lain , mengerti!ucap arya tegas dan mengancam mayra dengan wajah dingin maura yang melihat itu hanya menganguk tanda mengerti dan arya yang melihat anggukan mayra hanya mendesis .


"cihh apa kau tidak punya mulut sehingga kau cuman menganguk saja " ucap arya karna merasa terabaikan


"hemm" dehem arya


"dan ingat jika kau melanggar apa yang ku katakan tadi kau harus menanggung akibatnya dan bukan cuman kau yang merasakan keluargamu pun akan merasakan akibatnya "ucap arya mengancam mayra dan kali ini dia tidak akan main main dengan ucapannya karna arya mengatakannya dengan tegas dan lantang


"baik tuan saya janji tidak akan melanggarnya asalkan tuan tidak memasukkan ayah saya kepenjara lagi" ucap mayra karna dia sudah pasrah dengan kehidupannya yang dikekang oleh tuan muda arya


" bagus itu memang yang harus kau lakukan dari tadi " ucap arya dan pergi kekamarnya


setelah pergi mayra masuk kekamarnya dan melihat isi kamarnya hanya satu lemari ,satu tempat tidur dan satu meja dan satu kursi tidak ada yang namanya televisi dan AC.

__ADS_1


" apapun yang ada di kamar ini aku harus bersyukur dari pada nanti ayah masuk penjara lagi dan aku dikurung dirumah ini itu lebih parah dari yang kubayangkan " ucap mayra menghela napas dan segera membereskan kamar nya serta menyusun baju bajunya kedalam lemari setelah itu dia bergegas mandi dan membuat makan malam karna jam sudah menunjukkan pukul 16.30


setelah selesai mandi dia pergi kedapur dan menyusun bahan makanan ke kulkas serta memasak dia memasak makanan dengan cepat dan lihai terbukti dari beberapa macam makanan yang ada diatas meja ada tumis kangkung ,ayam goreng ,nasi serta makanan penutup dengan berbagai buah buahan dia menatannya dimeja makan dan pergi kedapur lagi karna dia melihat arya sudah menuruni anak tangga cepat cepat dia berjalan agar arya tidak melihat nya.


setelah sampai di meja arya melihat makanan yang tersaji dan itu sukses membuat perutnya keroncongan karna dari tadi dia memang sudah lapar ditambah bau wangi masakan mayra membuat perutnya tambah tersiksa .


dia menyendokkan nasi ,lauk dan sayur kedalam piringnya hingga penuh dia lebih dulu mencicipi masakan mayra .


"hmmm lumayan juga masakan gadis bodoh itu aku pikir dia tau nya cuma belanja doang" ucap arya dalam hati karna kalau sampai dia mengatakannya secara langsung bisa bisa besar kepala si gadis bodoh itu pikir arya.


arya menikmati makanan itu dengan lahap berbeda dengan mayra yang sudah kelaparan dari tadi karna tidak sempat memisahkan makanan itu sebagian untuknya karna dia pikir arya pasti mengira itu sisa sisa dari makanannya dan mayra tidak mau itu terjadi padanya


" *aduhh lapar bangat perutku sampai mulas karna menahan lapar dari tadi sabar ya cacing cacing ku nanti kita makan yang banyak setelah tuan muda singa itu selesa " ucap mayra pada perutnya karna sedari tadi sudah mulas


" mmm apa aku minum air putih saja ya biar bisa menahan rasa laparku sebentar tunggu dia selesai " ucap mayra dan pergi mengambil air putih dan meminumnya . setelah itu mayra mengintip tuan arya dari dinding sebelah dapur dan mendapati arya tengah lahap makan*


"isss makannya aja kayak b**i lahap benar ngak tau apa aku sudah lapar dari tadi " ucap mayra dan pergi dari persembunyiannya .


setelah beberapa saat arya sudah menghabiskan makanan yang ada di atas meja sampai ludes .


arya bersendawa karna kekenyangan


"akkhhh " suara sendawa arya


" hah enak juga masakan gadis itu sampai sampai aku kekenyangan di buatnya untung juga dia bisa istri tahananku dan pembantuku " ucap arya licik dan pergi kekamarnya untuk tidur.

__ADS_1


mayra yang mendengar tidak ada lagi suara detingan suara sendok dari ruang makan dia pergi menuju ruang makan dan terkejut makanan sudah habis di lahap singa...


bersambung.....


__ADS_2