Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
27. Lelah....


__ADS_3

sementara disisi lain seorang gadis cantik bermata bulat sedang membaca sebuah buku di tangannya , yah siapa lagi kalau bukan Mayra Kenara Alexander


dia sedang membaca buku di perpustakaan kampus entah buku apa yang dia baca sehingga tidak menyadari seseorang telah duduk di depan kursi meja yang Mayra pakai ,


pemuda itu terus menatap Mayra yang sedang pokus pada buku yang dibacanya .karna belum mendapat respon dari orang yang didepannya pemuda itu lantas berdehem untuk mengalihkan perhatian orang yang sedang pokus membaca itu.


"HMM ..HMM" dehem pemuda itu dan itu berhasil mengalihkan pandangannya dari buku ke pria itu


" ada apa pak ! apa ada yang perlu saya bantu ?" ucap Mayra menawarkan bantuan


" ahhh itu.... tidak! tidak ada " ucap pria itu entah mengapa saat dia selalu berdekatan dengan Mayra , jantung nya selalu berdegup kencang dan saat dia melihat mata Mayra dia merasa selalu tidak nyaman karena dengan jantung yang terus berdegup kencang sehingga menimbulkan suara yang sangat merdu bagi siapapun yang mendengarnya tapi tidak untuknya karena bisa mati dia karna malu dengan suara jantung nya yang menimbulkan suara" Dag Dig dug"


dengan susah payah Dimas menetralkan perasaannya sehingga perasaannya sedikit lebih nyaman.


" trusss ... bapak kesini mau ngapain" ucap Mayra .terkesan tidak sopan sebenarnya tapi itulah Mayra dia akan berbicara apa adanya dan lebih tepatnya sih mengusir secara halus .

__ADS_1


" ahhh itu aku jadi lupa untuk mau bicara apa..." ucap Dimas mengalihkan pembicaraan


" aku kesini mau memanggil mu untuk makan siang kau belum makan siang kan ?" ucap Dimas yang memang datang kepustakaan untuk memanggil Mayra untuk menemaninya makan siang barang.


" ohhh itu pak! saya tadi bawa bekal dan barusan saya makan pak" ucap Mayra apa adanya karna tadi dia sudah makan


" ohhh begitu yah... ya sudah kau lanjutkan saja membacamu aku akan pergi ke kantin " ucap Dimas pamit


" iya pak... " ucap Mayra dengan mengangguk menyetujui tanpa menatap lawan bicara nya


******


kring ...kring... kring...


suara bel pertanda bahwa waktu sudah beranjak pulang mata pelajaran hari ini sudah selesai dan waktunya untuk pulang kerumah masing-masing atau pergi untuk mencari cuan untuk sesuap nasi

__ADS_1


dengan lemas Mayra pergi dari area lapangan kamus ke pinggir jalan untuk menunggu bus atau apapun itu asalkan bisa mengantarkan nya ke restoran tempat dia bekerja.


setelah sampai di depan halte dia naik ke bus yang sudah berhenti dari tadi menunggu penumpang .


bus melaju meninggalkan area kamus dan berhenti di area restoran hari ini sangat melelahkan baginya


apalagi nanti setelah pulang dia akan berusaha untuk tidak bertatap muka dengan sang tuan muda di apartemen mereka ...


hari menjelang Mayra pulang dengan wajah yang sangat melelahkan dia berjalan pulang ke apartemen dia merasa sangat gerah ditambah melayani para tamu hingga hari menjelang sore


"HAH.... sangat melelahkan " ucap Mayra sambil merebahkan badannya di kasur empuknya sambil menerawang jauh apa hidup nya akan begini sampai sang tuan muda itu menendang nya keluar dari apartemen Arya


memikirkan itu tanpa sadar air mata Mayra mengalir tanpa di minta dan ketika Mayra menyadari air bening itu mengenai pipinya dia menghapus dengan secara kasar apa yang aku pikirkan ...lebih baik aku cepat menyelesaikan misi ini agar aku cepat keluar dari apartemen yang mengerikan ini batin Mayra sambil menghapus air mata nya....


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2