Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
20.Siapa laki-laki itu?


__ADS_3

sementara di sisi lain sang tuan muda baru saja turun dari kamarnya dan tidak mendapati Mayra di dapur.


" Kemana perginya gadis itu apa dia sudah pergi tapi Biarkan saja dia pergi dia itu selalu merusak pemandangan" ucap arya yang selalu mengumpat mayra dari semalam sampai sekarang.


Arya duduk di kursi meja makan dan mulai melahap makanan yang dimasak oleh Mayra.


" Gadis itu sangat pintar memasak, tidak sia-sia aku menyuruhnya memasak tiap pagi masakannya sangat pas di lidahku" ucap Arya pada dirinya sendiri serta memuji masakan Mayra.


belum selesai arya makan sudah terdengar suara bel apartmennya berbunyi


Ting Tong Ting Tong.... suara bel tersebut.


" sial! Siapa yang berani mengganggu acara makananku" umpat Arya kesal dan berjalan ke arah pintu dan membuka pintu secara kasar dan mendapati asistennya yang sangat menyebalkan kan itu. sedangkan yang membuat sang tuan muda hanya kesal hanya cengegesan merasa tidak bersalah.


"sial!. kau selalu menggangguku brengsek tidak tahu waktu yang pas kau sudah mengganggu acara makananku" tandas Arya dengan mengepalkan tangannya siap untuk memukul wajah asistennya yang merasa tidak bersalah itu.


" Emangnya tuan muda sedang makan?" tanya Bian dengan mata berbinar.


" Diam kau keparat aku udah tahu isi pikiranmu kau ingin makan gratis kan sehingga kau sangat cepat datang pagi hari ini" ucap Arya telak.

__ADS_1


"waduh bagaimana tuan muda tahu padahal itu sudah rencana aku dari kemarin karena di apartemenku tidak ada bahan makanan sedikitpun di kulkas hanya ada ada air putih serta beberapa bungkus roti mana kebayang aku di buat roti dan air putih. " batin bian


" eh dari mana Tuan tahu padahal aku tidak berniat mau makan sini, tapi karena Tuan mengatakan begitu saya akan selalu siap membantu Anda menghabiskan makanan itu." ucap asisten Bian sok jual mahal Padahal hatinya sudah bersorak senang.


" Ya sudah kau masuklah bilang aja kau mau makan gratis tapi Sok jual mahal" ucap Arya tepat sasaran.


"baiklah tuan muda " ucap asisten Bian sangat senang


setelah sampai di meja makan mata asisten Bian berbinar melihat beberapa menu makanan yang terdapat di atas meja makan.


" Wah sepertinya ini sangat enak" ucap asisten bian Senang.


" Makanlah tidak usah memandanginya kita harus cepat pergi ke kantor ini sudah pukul 07.00 WIB ". ucap Arya Seraya menyendok kan nasi goreng ke dalam mulutnya


' masakan Nona muda sungguh enak tidak kalah dengan masakan di restoran hotel bintang 5 ' . ucap asisten bian dalam hati memuji kemampuan sang Nona mudanya


"*aku juga tahu kau sedang memuji masakan bocah kecil itu." ucap Arya dalam hati


setelah sarapan mereka berangkat menuju perusahaannya yaitu perusahaan AS company corp.

__ADS_1


dalam perjalanan hanya keheningan yang menemani mereka sehingga pandangan Arya tertuju pada seorang gadis dengan membawa tas nya berjalan di pinggir jalan bersama seorang lelaki.


"apakah Anda mengenal perempuan itu tuan? bukankah itu nona Mayra ". ucap asisten Bian menerka-nerka karena dia lebih dulu menangkap sosok mungil yang berjalan di pinggir jalan tersebut.


"iya! gadis itu memang selalu membuatku sangat marah dia tidak pernah mendengarkan apa kata kata ku."ucap Arya geram


"apa perlu kita menghampirinya tuan muda?"ucap asisten bian hati-hati agar tidak memantik kemarahan sang tuan muda karena dia melihat wajah Arya dengan rahang mengeras serta wajah yang memerah.


" abaikan saja kita harus berangkat secepatnya ke kantor" ucap Arya ketus


" baik tuan udah" ucap asisten bian pasrah.


mobil melaju dengan kecepatan sedang dan melewati Mayra dan laki laki itu yang sedang tertawa riang, Arya hanya melirik dengan ekor matanya dengan menahan kemarahannya.


.


.


.

__ADS_1


.


bersambung


__ADS_2