Khilaf Sang Presdir Dingin

Khilaf Sang Presdir Dingin
28. Kenyataan sebenarnya


__ADS_3

"HAH.... sangat melelahkan " ucap Mayra sambil merebahkan badannya di kasur empuknya sambil menerawang jauh apa hidup nya akan begini sampai sang tuan muda itu menendang nya keluar dari apartemen Arya


memikirkan itu tanpa sadar air mata Mayra mengalir tanpa di minta dan ketika Mayra menyadari air bening itu mengenai pipinya dia menghapus dengan secara kasar apa yang aku pikirkan ...lebih baik aku cepat menyelesaikan misi ini agar aku cepat keluar dari apartemen yang mengerikan ini batin Mayra sambil menghapus air mata nya.


******


hari hari berlalu menjadi Minggu ,Minggu berlalu menjadi bulan .


sudah berbulan-bulan lamanya Mayra seperti kehilangan raganya dari tubuhnya .


dia melakukan segala cara agar terhindar dari dari tatapan sang tuan muda dan tidak muncul di hadapan sang tuan muda yang kejam dia berharap dengan tidak melihat tuhan muda dia akan selalu berada dalam keadaan aman dan nyaman.


dan bulan bulan lamanya Mira tidak pernah menampakan dirinya di hadapan sang tuan muda dia seolah menghindari sang tuan muda hingga kini


flashback on


di suatu hari Mayra pulang dari kampus dan langsung menuju apartemen Arya dia mendengar suatu kata-kata yang membuatnya tercengang dan sekaligus kejut


dia mendengar Arya sedang mengobrol dengan seseorang dan itu membuatnya sangat sakit hati hingga kini dia menghindari sang tuan muda.


"tidak mom aku sudah memastikan bahwa dia adalah anak dari pembunuh itu"ucap Arya dengan dingin


"kau pasti salah .... tidak mungkin dari keluarga baik-baik membunuh seorang gadis kecil yang tidak diketahui asal-usulnya"ucap mommy Hera ibunda dari Arya


"aku sudah memastikan itu bahwa dia yang ada di jalan itu aku sudah melihat CCTV di jalan itu bahwa orang tua gadis itu yang menabrak adik hingga tewas di jalan "ucap Arya tak terima karena sang mommy membela seorang pembunuh itu .

__ADS_1


"tapi kalau salah sayang kalau mereka pembunuh itu mana mungkin mereka membawa adikmu ke rumah sakit itu ... apakah kau menyadari itu?" ucap mommy Hera menasehati Arya.


"TIDAK. aku sudah memastikan itu mom!


dan aku akan membuat gadis itu menderita Mayra harus menanggung kesalahan dari orang tuanya "teriak arya


Mayra yang baru tiba dia langsung mendengar namanya dibawa-bawa dalam percakapan Arya dengan seseorang di dalam telepon.


"apa! mengapa mereka ingin membuatku menderita apa salahku dan apa itu membalasku atas kesalahan orang tuaku


emangnya apa kesalahan orang tuaku mengapa mereka ingin membuatku menderita"batin Mayra meronta-ronta Dengan degup jantungku terus berdetak dengan cepat


"tapi nak jika kau salah kau akan menyesal di kemudian hari dan kau akan terpuruk jika kau salah sasaran, Mayra itu gadis baik dia tidak akan bisa menerima kekasaran darimu" ucap mommy Hera berusaha menyadarkan anaknya.


"tidak mom jika aku salah aku akan melepaskannya membebaskannya dari pernikahan ini, tapi jika aku benar bahwa orang tua Mayra yang telah membuat adik meninggal aku akan membalasnya dengan nyawa dibayar nyawa "ucapannya dengan berapi-api


entah mengapa Arya yang mendengar kata-kata maminya hatinya terasa tertusuk seribu jarum di ulu hatinya terasa nyeri.


"baik mom aku akan segera menyelesaikan ini secepatnya"ucap arya dengan nada datar


"terserah kau saja yang paling penting mommy sudah menasihati mu. Ya sudah.. mommy tutup dulu ." ucap mommy Hera


setelah selesai bertelepon Arya langsung memutuskan sambungan dari maminya tanpa menyapa balik.


Mayra yang mendengar percakapan mereka telah selesai kembali ke kamarnya dengan wajah yang sudah sembab dan basah karena baru mengetahui alasan Arya yang sebenarnya mengapa dia menikah dengan Arya dan itu membuat dia takut pada Arya.

__ADS_1


Arya yang sudah selesai berbicara dengan mommy nya entah mengapa dia merasa sangat sesak membayangkan jika dia salah dan mommy nya benar apakah dia sanggup melepaskan Mayra dan tidak muncul dari hadapan Mayra memikirkan itu membuat dadanya terasa sesak kembali.


flashback off....


********


kini Mayra sedang berusaha mencari bukti bahwa bukan orang tuanya pelaku sesungguhnya tentang kematian adik Arya


dia berusaha mencari bukti dan dia sudah meminta cuti di restoran dia bekerja selama beberapa bulan ini.


ya dia sudah 2 bulan ini tidak bekerja part time di restoran tempat mereka bekerja dengan kiki.


hari ini dia sedang pergi ke rumah sakit tempat kejadian 10 tahun lalu mencari orang yang telah menangani adik Arya yang operasi 10 tahun lalu .


dia sangat enggan meminta bantuan kepada kakak angkatnya padahal beberapa waktu lalu dia sempat berbicara lewat telepon dengan kakak laki-lakinya.


bersambung.....


halo readers maaf ya jarang update šŸ™


semoga kalian masih setia ya menunggu update dari author .


ohhh iya buat yang masih SMA sama kayak author masih SMA juga semoga kalian masuk PTN tahun ini .


ya sama kayak author doa in author masuk ke universitas kesukaan author ya teman teman ....

__ADS_1


love you šŸ’–


__ADS_2