
Esok pagi, Aria bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dia mengenakan seragam sekolahnya, merapikan tas, dan bersiap-siap untuk naik bus sekolah.
Dia berjalan ke halte bus di depan rumahnya dan bergabung dengan siswa-siswa lain yang menunggu bus. Saat bus sekolah tiba, Aria naik dan mencari tempat duduk yang nyaman.
Aria duduk di dalam bus sekolah, menatap keluar jendela dengan pikiran yang melayang. Dia masih memikirkan hubungannya dengan Bintang serta segala ketegangan yang menyertainya. Meskipun ada banyak pertanyaan yang berputar-putar dalam pikirannya, dia mencoba untuk tetap fokus pada rutinitas sehari-harinya.
Namun, seiring dengan suara mesin bus yang mendekati,dia menoleh ke arah pintu dan melihat Bintang memasuki bus sekolah. Bintang berjalan dengan cepat menuju tempat duduk kosong di belakang bus, dan dia tampak seperti ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
aria merasa bingung tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dan apakah Bintang akan membicarakan sesuatu yang berhubungan dengan situasi mereka.
Bintang akhirnya duduk di kursi di samping Aria, dan dia memberikan senyuman yang ramah meskipun tampaknya ada ketegangan dalam ekspresinya.
Bintang duduk di samping Aria dengan penuh perasaan campur aduk. Mereka berdua terdiam sejenak, dan suasana di dalam bus terasa tegang. Aria merasa hatinya berdebar-debar karena dia tidak tahu apa yang akan Bintang katakan.
Setelah beberapa saat, Bintang akhirnya mulai berbicara dengan suara lembut.
"Aria,Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu."
Aria merasa rasa penasaran dan ketegangan semakin kuat. Dia merasa bahwa percakapan ini mungkin akan membawa kejelasan tentang situasi mereka.
"Tentu, Bintang. Apa yang ingin kamu bicarakan?"
Bintang mulai berbicara tentang hubungan Aria dan Fauzan dengan suara yang tenang dan hati-hati.
"Aria, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kamu dan Fauzan. aku hanya ingin memahami lebih baik."
Aria merasa sedikit gugup, karena dia tahu bahwa percakapan ini adalah sesuatu yang tidak biasa
"Bintang. Fauzan adalah teman lama ku, dan ada masa lalu di antara kami. Kami dekat sebagai teman, dan aku pikir itu adalah hal yang normal."
Bintang mendengarkan dengan cermat, tetapi dia ingin tahu lebih banyak.
"Tapi apakah ada sesuatu di antara kalian yang lebih dari sekadar persahabatan? Ada rumor yang beredar di sekolah, dan aku ingin mendengar dari mu apa yang sebenarnya terjadi."
Aria merasa tertekan oleh pertanyaan Bintang, tetapi dia merasa perlu untuk berbicara terus terang.
"aku tidak tau kalau ada rumor tentang kami, Tetapi sejujurnya, aku sendiri tidak tahu apa yang aku rasakan terhadap Fauzan. Kami mungkin memiliki masa lalu, tetapi hubungan kami sekarang hanya persahabatan."
__ADS_1
Bintang merasa lega mendengar Aria mengakui bahwa hubungan mereka dengan Fauzan adalah persahabatan. Dia ingin memastikan bahwa semuanya sudah jelas.
Setelah membicarakan perasaan mereka dan meredakan ketegangan, Bintang mencoba untuk membuat suasana lebih ringan dengan membicarakan rencana mereka untuk pergi ke bioskop nanti malam.
"Aria, bagaimana jika kita tinggalkan segala kebingungan ini untuk sementara dan hanya menikmati waktu bersama di bioskop nanti malam? Itu akan menjadi kesempatan yang bagus untuk bersantai dan menikmati film bersama."
Aria merasa bahwa ide ini cukup baik, dan itu bisa menjadi langkah positif untuk meredakan ketegangan di antara mereka.
"Tentu, Bintang. Itu terdengar seperti rencana yang bagus. Ayo kita lupakan semua masalah dan nikmati malam itu."
Bintang tersenyum, merasa lega bahwa Aria menerima ajakannya. Mereka berdua merencanakan pertemuan mereka untuk pergi ke bioskop dengan harapan bahwa malam itu akan membawa kebahagiaan dan kesenangan, sementara mereka berusaha untuk menjaga persahabatan mereka tetap kuat.
Beberapa menit kemudian, bus sekolah tiba di halaman sekolah. Suasana di dalam bus seketika berubah ketika para siswa bersiap-siap untuk turun. Aria dan Bintang bersama-sama mengikuti aliran siswa yang mulai bergerak menuju pintu bus.
Mereka turun dari bus dan berjalan menuju pintu masuk sekolah. Meskipun perasaan mereka masih rumit, mereka berdua berharap bahwa perjalanan ke sekolah akan berjalan dengan baik dan mereka bisa menjalani hari mereka dengan tenang.
Dengan hati yang terbuka, mereka masuk ke bangunan sekolah, siap menghadapi segala hal yang mungkin datang.
Maya tiba di sekolah dengan beberapa teman-temannya dan sedang asyik berbincang-bincang. Namun, tiba-tiba matanya terperangah ketika dia melihat Aria dan Bintang bersama-sama di pintu masuk sekolah. Maya merasa bingung dan kaget melihat mereka bersama.
Maya berbisik kepada teman-temannya.
Teman Maya yang lain juga mulai memperhatikan Aria dan Bintang yang berjalan bersama di koridor sekolah. Mereka saling berbisik-bisik dan mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi.
Maya merasa penasaran dan ingin tahu apa yang sedang terjadi di antara Aria dan Bintang. Dia berencana untuk mendekati Aria nanti saat kesempatan muncul untuk bertanya langsung tentang situasinya.
Setelah tiba di koridor sekolah, Aria dan Bintang akhirnya harus berpisah untuk pergi ke kelas masing-masing. Meskipun masih ada ketegangan dalam hubungan mereka, mereka saling memberikan senyuman kecil sebagai tanda persahabatan yang mereka upayakan untuk menjaga.
"aku harus pergi ke kelas sekarang, Bintang."
"Tentu, Aria. sampai nanti ."
Mereka berdua berjalan ke arah yang berbeda menuju kelas mereka masing-masing, meninggalkan perasaan yang rumit dan kebingungan tentang hubungan mereka. Meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami situasi, mereka berusaha untuk menjaga persahabatan mereka tetap kuat dalam situasi yang sulit ini.
Setelah memasuki kelasnya, Aria mencoba untuk menemukan kursinya dan duduk dengan harap-harap cemas. Namun, sebelum dia bisa duduk, Maya mendekatinya dengan cepat dan tampak sangat penasaran.
"Aria, aku melihatmu bersama Bintang tadi pagi. Apa yang terjadi?"
__ADS_1
Aria merasa terkejut oleh pertanyaan tiba-tiba dari Maya dan berusaha menjelaskan dengan cara yang sesederhana mungkin.
"Maya, kami hanya berbicara dan mencoba menjaga hubungan persahabatan kami.
Maya masih penasaran, tetapi dia tampak sedikit lega mendengar penjelasan Aria. Mereka kemudian duduk bersama dan Aria menjelaskan lebih lanjut tentang apa yang terjadi di pagi tadi, berharap dapat menjelaskan situasi yang rumit kepada Maya.
***
Saat Aria pergi ke toilet, dia tidak menyangka bahwa beberapa cewek sekelasnya akan mendekatinya dengan pertanyaan yang sangat pribadi. Ketika dia keluar dari toilet, dia melihat beberapa cewek yang mendekat dan tampak penasaran.
Cewek 1 "Aria, kita dengar kamu bersama Bintang tadi. Apa hubunganmu dengannya?"
Cewek 2 "Iya, ceritakan semuanya! Kami ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Aria merasa sedikit terkejut dan tidak tahu apa yang seharusnya dia katakan. Dia tidak ingin mencampuri perasaan pribadi nya, tapi dia juga tidak ingin berbohong.
Aria "Kami hanya teman, teman baik.
"Apakah kamu yakin itu semua? Kami dengar ada rumor yang bilang lain."
Aria merasa tertekan oleh pertanyaan-pertanyaan ini, dan dia mencoba menjelaskan sebaik mungkin tanpa mengungkapkan terlalu banyak detail pribadi.
"Rumor itu seringkali tidak akurat. Kami hanya ingin menjaga hubungan kami baik-baik saja."
Setelah memberikan penjelasan singkat, Aria segera berjalan pergi dan merasa bahwa pertanyaan-pertanyaan itu lebih dari yang dia bisa tangani saat itu. Dia merasa semakin bingung tentang bagaimana menghadapi situasi yang rumit ini.
Aria sangat terkejut ketika beberapa cewek yang tadinya bertanya-tanya tentang hubungannya dengan Bintang tiba-tiba menariknya dengan kasar dan mengancamnya. Mereka berbicara dengan nada yang keras dan menakutkan.
Cewek 1 "Kamu harus mendengarkan kami, Aria!"
Cewek 2 "Kami tidak ingin kamu dekat-dekat dengan Bintang lagi. Kamu mengerti?"
Mereka menjulurkan tangan dan menarik Aria dengan kasar, membuatnya merasa terjepit di antara mereka. Aria merasa sangat terintimidasi oleh tindakan mereka dan mencoba menjelaskan bahwa hubungannya dengan Bintang adalah hubungan persahabatan yang tidak perlu diancam.
Aria "Tolong, kalian salah paham. Kami hanya teman, tidak lebih dari itu."
Cewek 3: "Kamu lebih baik menjauh dari Bintang jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah!"
__ADS_1
Mereka melepaskan Aria setelah memberikan ancaman, dan Aria merasa terguncang oleh kejadian tersebut. Dia pergi dengan cepat, merasa takut dan tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi ini.