
Perasaan Aria semakin rumit seiring berjalannya waktu. Ketika dia melihat kedekatan Bintang dan Lily, cemburu dan bingung yang menghantuinya semakin kuat. Aria merasa seperti dia kehilangan Bintang yang selama ini sangat dekat dengannya.
Pada awalnya, Aria mencoba untuk memahami bahwa Bintang dan Lily hanyalah teman baru, dan dia merasa perlu memberi ruang bagi Bintang untuk bersosialisasi dengan orang lain.
Namun, setiap kali dia melihat mereka tertawa bersama atau berbicara dengan begitu akrab, rasa cemburunya semakin sulit untuk ditahan.
Dia merasa bingung dengan perasaannya. Di satu sisi, dia mencintai Bintang, tapi di sisi lain, dia merasa ragu apakah Bintang masih memiliki perasaan yang sama kepadanya. Setiap pertemuan mereka menjadi lebih canggung, dan Aria merasa semakin terasing.
Aria juga mulai meragukan dirinya sendiri. Apakah ada sesuatu yang dia lakukan yang membuat Bintang tertarik pada Lily? Dia merasa khawatir dan takut kehilangan hubungan mereka.
Maya mencoba untuk memberikan dukungan pada Aria. "Aria, aku tahu ini sulit bagimu. Tapi, penting untuk mengkomunikasikan perasaanmu kepada Bintang. Mungkin dia tidak menyadari perasaanmu saat ini. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia akan mengerti dan mencoba membuatmu merasa lebih nyaman."
Namun, Aria masih merasa ragu. Dia takut mengungkapkan perasaannya kepada Bintang dan menghancurkan hubungan mereka. Dia merasa terjebak dalam perasaan cemburu dan bingung, tanpa tahu apa yang seharusnya dia lakukan.
Setiap hari yang berlalu membuat Aria semakin gelisah. Dia tahu bahwa dia harus menghadapi masalah ini, tetapi tidak tahu bagaimana caranya. Cemburu dan bingung terus mengikuti Aria, dan dia merasa seperti dia berada di persimpangan yang sulit dalam hubungannya dengan Bintang.
Setelah berhari-hari merasa cemburu dan bingung, Aria akhirnya memutuskan bahwa dia harus berbicara dengan Bintang tentang perasaannya.
Dia merasa bahwa dia tidak bisa lagi menahan perasaan yang terus berkembang di dalam dirinya. Aria merasa perlu untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi antara Bintang dan Lily.
Suatu hari, setelah sekolah berakhir, Aria mencari Bintang. Dia menemukan Bintang duduk di bawah pohon di halaman sekolah. Dengan perasaan yang berat, Aria mendekatinya.
"Bintang," ucap Aria, suaranya sedikit gemetar. "Apakah kita bisa bicara sebentar?"
__ADS_1
Bintang melihat Aria dengan rasa kagum di matanya. "Tentu, Aria. Ada apa?"
Aria mencoba mengumpulkan keberanian. "Aku sudah melihat kedekatanmu dengan Lily. Dan aku merasa bingung dengan semua ini. Bisakah kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara kalian berdua?"
Bintang melihat wajah Aria yang penuh kebingungan dan perasaan campur aduk. Dia merasa sedih bahwa Aria merasa seperti ini. "Aria, Lily hanyalah seorang teman lamaku. Kami bertemu beberapa waktu lalu, dan dia adalah orang yang baik. Tidak ada yang lebih antara kami."
Aria merasa sedikit lega mendengar penjelasan Bintang. Namun, masih ada keraguan dalam hatinya. "Tapi kenapa kalian terlihat begitu akrab dan mesra satu sama lain? Itu membuatku merasa tidak nyaman."
Bintang menggenggam tangan Aria dengan lembut. "Aria, kamu adalah seseorang yang sangat penting bagiku. Tidak ada yang bisa menggantikan tempatmu dalam hatiku. Sama sekali tidak ada yang berubah antara kita berdua. Jangan pernah meragukan perasaanku padamu."
Aria merasa sedikit tenang mendengar kata-kata Bintang. Dia tahu bahwa dia harus mempercayai Bintang dan hubungan mereka. Namun, dia juga tahu bahwa dia harus belajar mengatasi perasaan cemburu dan kebingungannya.
Mereka berdua duduk di bawah pohon, berbicara lebih lanjut tentang perasaan mereka dan rencana mereka untuk masa depan. Aria mulai merasa lebih aman dan yakin dalam hubungannya dengan Bintang. Dia tahu bahwa mereka bisa mengatasi rintangan apa pun bersama-sama.
Pertemuan itu membantu Aria untuk lebih memahami perasaannya dan mengatasi perasaan cemburu serta kebingungannya. Itu adalah langkah pertama menuju pemahaman dan kepercayaan yang lebih kuat antara Aria dan Bintang dalam hubungan mereka.
Namun, Bintang juga merasakan perlu untuk meredakan ketegangan yang tersisa dan mengembalikan kedekatan mereka. Dia tahu bahwa Aria masih merasakan sedikit cemas dan perlu dihibur.
Dengan perlahan, Bintang mendekati Aria dan akhirnya memeluknya dengan lembut. "Aria," katanya dengan suara hangat, "aku tidak ingin kita memiliki keraguan atau ketidakpastian di antara kita. Kamu adalah yang paling berarti bagiku, dan aku ingin kita selalu terbuka satu sama lain."
Aria merasa nyaman dalam dekapan Bintang. Tubuhnya merasa hangat dan aman di dalam pelukan itu. Dia meresapi aroma maskulin Bintang yang akrab dan merasakan ketenangan mengalir ke dalamnya.
Bintang melepaskan pelukannya, tetapi tangannya tetap memegang tangan Aria. "Aku tahu bahwa cemburu bisa menjadi perasaan yang sulit, tetapi aku akan selalu ada di sini untukmu. Kita bisa melewati apapun bersama-sama, selama kita berkomunikasi dan saling mendukung."
__ADS_1
Aria tersenyum dan merasakan beban yang telah menghantuinya mulai hilang. "Terima kasih, Bintang. Aku menghargai ketulusanmu. Aku tahu bahwa kita memiliki hubungan yang kuat, dan aku ingin kita tetap bersama-sama."
Mereka berdua berdiri dan berjalan pergi dari bawah pohon dengan tangan mereka saling tergenggam. Dalam perjalanan mereka, Aria merasa bahwa hubungan mereka menjadi lebih kuat daripada sebelumnya. Mereka telah menghadapi cobaan pertama dalam hubungan mereka dan berhasil melewati itu bersama-sama.
Pada akhirnya, perasaan cemburu dan kebingungan yang sebelumnya mengganggu Aria perlahan-lahan menghilang.
Dia memahami bahwa kepercayaan dan komunikasi adalah kunci dalam hubungannya dengan Bintang, dan dia siap untuk menghadapi apa pun yang datang bersama-sama dalam masa depan mereka.
Setelah pertemuan yang membantu meredakan ketegangan di antara mereka, Aria dan Bintang memutuskan untuk pulang bersama.
Mereka berdua berjalan menuju halte bus sekolah yang terletak di dekat pintu gerbang sekolah. Matahari sudah mulai tenggelam di ufuk barat, menciptakan langit senja yang indah.
Mereka berdua berjalan dengan santai, tangan mereka tergenggam erat. Aria merasa lega karena hubungannya dengan Bintang telah pulih setelah perasaan cemburu dan kebingungan yang sebelumnya mengganggu.
Di sisinya, Bintang juga merasa bahagia bisa mendekatkan diri dengan Aria.
Ketika mereka sampai di halte bus, mereka melihat beberapa teman sekelas yang juga menunggu bus. Beberapa di antaranya tersenyum dan melambaikan tangan pada Aria dan Bintang.
Aria dan Bintang tersenyum dan melambaikan tangan balik kepada teman-teman mereka.
Mereka berdua duduk di kursi tunggu di halte bus, berbicara tentang rencana-rencana mereka untuk akhir pekan.
Bintang bercerita tentang pertandingan basket yang akan datang, dan Aria dengan antusias mendukungnya. Mereka juga merencanakan untuk menghabiskan waktu bersama di akhir pekan dengan berkencan dan mengejar hobi bersama.
__ADS_1
Ketika bus sekolah akhirnya tiba, mereka berdua naik dan duduk berdampingan. Mereka melanjutkan percakapan mereka di dalam bus, tetap berpegangan tangan dengan mesra. Bus berangkat, membawa mereka menuju rumah mereka dengan hati yang penuh cinta dan keyakinan dalam hubungan mereka.
Perjalanan pulang itu menjadi momen yang membahagiakan bagi Aria dan Bintang. Mereka tahu bahwa mereka memiliki banyak hal untuk dinantikan bersama dalam perjalanan hubungan mereka yang indah.