
Bintang merasa perlu untuk mengatasi situasi dengan cewek-cewek yang telah mengancam Aria. Setelah mendapatkan nama mereka dari teman-teman sekelasnya, dia memutuskan untuk mencari mereka dan berbicara secara baik-baik. Dia ingin memastikan bahwa tidak ada ketegangan yang berlarut-larut dan bahwa Aria merasa aman.
Dengan langkah-langkah mantap, Bintang mencari Ashley, Bianca, dan Chelsea di antara siswa yang berada di koridor sekolah. Setelah beberapa saat, dia berhasil menemukan mereka sedang berbicara di dekat lorong. Bintang mendekati mereka dengan sopan, tetapi tetap tegas.
Bintang "Halo, Ashley, Bianca, dan Chelsea. Apakah kita bisa berbicara sebentar?
Ashley, Bianca, dan Chelsea sedikit terkejut melihat Bintang mendekati mereka, tetapi mereka setuju untuk berbicara.
Ashley "Baiklah, mari kita bicara."
Mereka menarik diri ke sudut yang lebih sepi di koridor, dan Bintang berbicara dengan tulus.
Bintang "aku ingin menjelaskan bahwa hubungan ku dengan Aria hanya sebagai teman, tidak ada yang lebih dari itu. aku tidak ingin ada masalah atau ancaman terhadap aria."
Bianca "Maaf jika kami terlalu keras tadi. Kami hanya khawatir tentang Aria."
Bintang melanjutkan pembicaraan dengan Ashley, Bianca, dan Chelsea. Dia ingin memastikan bahwa mereka benar-benar mengerti bahwa ancaman atau perilaku yang mengganggu terhadap Aria tidak akan ditoleransi.
Meskipun dia ingin menjaga situasi tetap damai, Bintang harus tegas dalam melindungi temannya.
Bintang "aku ingin menjelaskan bahwa Aria adalah teman baik ku, dan aku tidak akan mentolerir ancaman atau perilaku yang mengganggu terhadapnya. aku harap kalian memahami ini dengan baik.
"Ashley, Bianca, dan Chelsea merasa tertegun oleh tegasnya pernyataan Bintang, dan mereka menyadari bahwa Bintang benar-benar serius dalam melindungi Aria.
Bianca "Kami mengerti, Bintang. Kami tidak akan mendekati Aria lagi atau melakukan sesuatu yang bisa membuatnya merasa tidak aman.
Ashley "Maaf atas kekhawatiran kami tadi. Kami hanya ingin melindungi Aria."
Chelsea "Kami akan menjaga jarak, jangan khawatir."
Setelah pembicaraan dengan Ashley, Bianca, dan Chelsea, Bintang meninggalkan mereka dengan perasaan campuran.
Meskipun situasi telah dijernihkan dan kesepakatan damai telah dicapai, dia masih merasa agak kesal dengan cara mereka mengancam Aria. Bintang merasa bahwa mereka tidak seharusnya melibatkan Aria dalam konflik itu.
__ADS_1
Dalam hatinya, Bintang merenungkan tentang bagaimana menjaga Aria tetap aman dan menjauhkan dia dari konflik-konflik seperti ini di masa depan. Dia ingin melindungi aria tanpa membuatnya merasa terbebani.
Bintang berjalan kembali menuju kelasnya, masih merenungkan situasi tadi. Dia berharap bahwa hubungannya dengan Aria akan tetap kuat Meskipun dia merasa kesal, dia tahu bahwa dia harus tetap tenang dan tegas dalam melindungi Aria.
Ketika Aria memasuki kelasnya, dia merasa pandangan semua orang tertuju padanya. Mata-mata teman-temannya, dan bahkan beberapa siswa yang mungkin belum dia kenal, semuanya mengarahkan perhatiannya padanya. Aria merasa bingung dan sedikit malu oleh perhatian tiba-tiba ini.
Dia mencari teman-teman dekatnya, dengan harapan mendapatkan penjelasan tentang mengapa semua orang begitu memperhatikannya.
Namun, dia tahu bahwa situasi ini pasti terkait dengan peristiwa di toilet tadi, dan dia merasa agak tidak nyaman dengan perhatian yang dia terima. Aria berusaha untuk tetap tenang dan menjaga ketenangan di tengah situasi yang membuatnya merasa terpapar.
Maya mendekati Aria dengan rasa ingin tahu yang jelas terlihat di wajahnya. Aria merasa Maya pasti sudah melihat perhatian yang diterimanya ketika dia memasuki kelas, dan dia tahu bahwa Maya pasti ingin tahu lebih banyak.
Maya "Aria, tadi kenapa Bintang menemui kamu di toilet? Apa yang terjadi?"
Aria merasa sulit menjelaskan situasi yang rumit ini kepada Maya. Dia tahu bahwa Maya adalah teman terbaiknya, dan dia ingin berbicara dengan jujur, tetapi dia juga ingin melindungi hubungan persahabatan mereka.
"Maya, sebenarnya... Ada beberapa cewek yang mendekatiku tadi dan mengancam. "
Maya "Anak-anak siapa yang mengancam mu? Apa alasannya?"
Maya "Oh, jadi begitulah alasannya. Aku mengerti sekarang."
Maya mencoba memahami situasi yang dihadapi Aria, tetapi dia tetap merasa khawatir tentang bagaimana hal ini akan memengaruhi hubungan Aria dengan Bintang.
Maya "Kamu baik-baik saja, kan? Aku berharap kau tidak merasa terancam atau takut."
"Aku baik-baik saja, Maya. Bintang sudah menjernihkan situasi tadi. Dan aku tahu kamu selalu ada di sini untukku."
Maya tersenyum dan meraih tangan Aria dengan hangat.
"Tentu saja, Aria. Kita adalah sahabat, dan aku selalu ada untukmu. Dan jangan khawatir, kita akan melalui ini bersama."
Aria merasa lega bahwa dia memiliki teman sebaik Maya yang selalu ada untuknya dalam situasi sulit seperti ini. Mereka berdua berharap bahwa masa depan akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam hubungan mereka dengan Bintang dan yang lainnya.
__ADS_1
Maya merasa khawatir akan situasi yang melibatkan Aria, Bintang, dan cewek-cewek yang mengancam. Dia ingin melindungi teman terbaiknya dan memberikan saran yang menurutnya terbaik.
Maya "Aria, sebenarnya, mungkin lebih baik jika kita menjauhi Bintang agar tidak mendapatkan masalah. aku tahu dia temanmu, tetapi situasi seperti ini bisa membingungkan dan membuatmu merasa tidak nyaman."
Aria merenung sejenak tentang saran Maya. Dia memahami kekhawatiran Maya dan menghargainya. Namun, Aria juga merasa sulit untuk menjauhi Bintang, yang adalah teman baiknya.
Aria "Maya, Bintang adalah teman baikku, dan aku ingin mempertahankan hubungan persahabatan kami. Kami akan menghadapi masalah ini bersama-sama."
Maya mengangguk, meskipun masih merasa khawatir. Dia tahu bahwa Aria adalah seorang yang tegas dalam menjaga hubungan persahabatannya, dan dia akan selalu mendukung keputusan temannya.
Maya "Baiklah, Aria. Aku akan selalu ada untukmu, apa pun yang terjadi. Jika kamu memutuskan untuk tetap bersama Bintang, maka aku akan mendukungmu."
Aria tersenyum dan merasa bersyukur memiliki sahabat sebaik Maya yang selalu mendukungnya dalam setiap keputusan yang diambilnya. Mereka berdua merasa lebih kuat dalam menghadapi masa depan yang mungkin penuh tantangan.
Fauzan melihat Aria dan Maya berbicara di sudut kelas. Dia merasa penasaran dan ingin tahu apa yang mereka bicarakan. Dengan langkah-langkah mantap, dia mendekati mereka.
Fauzan "Aria, Maya, apa yang sedang kalian bicarakan?"
Aria dan Maya sedikit terkejut oleh kedatangan Fauzan. Mereka tidak mengharapkan dia untuk mendekati mereka dalam situasi ini.
Aria "Fauzan, kami hanya sedang berbicara tentang beberapa masalah sekolah."
Maya menambahkan: "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Fauzan tetap memandang Aria dengan ekspresi khawatir.
Fauzan "Apa kalian yakin? Aku hanya ingin memastikan bahwa semuanya baik-baik saja."
Aria mencoba meyakinkan Fauzan bahwa semuanya baik-baik saja, meskipun dia tahu bahwa situasi ini cukup rumit.
Aria "Ya, semuanya baik-baik saja, Fauzan. Terima kasih atas perhatiannya."
Fauzan masih merasa tidak yakin, tetapi dia memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua dan kembali ke kursinya. Meskipun dia merasa khawatir, dia juga merasa bahwa dia harus memberi Aria ruang untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
__ADS_1
Fauzan "Baiklah, kalau begitu. Jika ada masalah, kalian tahu bahwa aku selalu di sini."
Dia meninggalkan Aria dan Maya, tetapi tetap merasa cemburu dan khawatir tentang hubungan Aria dengan Bintang.