Kisah Cinta Dibawah Bintang Sekolah

Kisah Cinta Dibawah Bintang Sekolah
rumor


__ADS_3

Aria dan Bintang akhirnya tiba di sekolah setelah perjalanan dengan bus yang agak menegangkan. Mereka berdua turun dari bus dan melangkah menuju pintu masuk sekolah.


Ketika mereka tiba di halaman sekolah, suasana semakin hidup dengan suara anak-anak yang bergegas menuju kelas mereka. Mereka bisa melihat teman-teman sekelas mereka berkumpul dan berbincang di sekitar area sekolah.


Aria dan Bintang siap menghadapi hari sekolah mereka. Mereka berdua tahu bahwa dengan dukungan satu sama lain, mereka bisa mengatasi segala sesuatu yang datang. Suasana di sekolah menjadi lebih cerah dan penuh semangat saat mereka berdua memasuki gedung sekolah.


Dari kejauhan, Fauzan memperhatikan dengan perasaan campur aduk saat Aria dan Bintang tiba di sekolah bersama-sama. Dia merasa cemburu dan khawatir saat melihat keduanya bersama seolah-olah mereka semakin mendekat satu sama lain.


Fauzan berdiri di sana, merasa bahwa perasaannya terhadap Aria semakin rumit dengan kehadiran Bintang. Dia bertanya-tanya apa yang sedang terjadi antara Aria dan Bintang, dan dia merasa ingin tahu tentang hubungan mereka. Namun, dia juga tahu bahwa dia harus mengatasi perasaannya dengan bijak dan tidak membuat situasi semakin rumit.


Aria dan Bintang tiba di pintu masuk sekolah dan harus berpisah untuk masuk ke kelas masing-masing. Mereka berdua berdiri di depan pintu masuk dengan senyuman yang ramah.


"Nanti kita akan bertemu lagi di istirahat, Bintang. Aku akan melihatmu bermain basket minggu depan."


"Tentu saja, Aria. Aku menunggu kehadiranmu. Semoga harimu menyenangkan!"


Mereka berdua berpelukan sejenak sebelum berpisah. Aria dan Bintang melangkah ke dalam gedung sekolah, menuju kelas masing-masing dengan harapan untuk bertemu lagi nanti saat istirahat.


Maya mendekati Aria saat mereka berada di kantin sekolah. Maya tampak ingin membicarakan sesuatu yang penting. Dia melirik Aria dengan tatapan serius sebelum mulai berbicara.


"Aria, boleh aku bicara serius denganmu?"


Aria mengangguk, merasa sedikit cemas tentang apa yang akan dibicarakan oleh Maya.


Tentu, Maya. Ada apa?"


"Aku melihatmu semakin dekat dengan Bintang akhir-akhir ini. Apa ada sesuatu yang sebenarnya terjadi antara kalian?"


"Bintang adalah teman baikku, Maya. Kami hanya semakin dekat sebagai teman."


"Aku hanya ingin kamu berhati-hati. Banyak yang mengatakan bahwa Bintang adalah playboy, dan aku tidak ingin kamu terluka."


Aria merasa sedikit terganggu oleh komentar Maya.

__ADS_1


"Maya, aku tahu kamu peduli, tapi kita hanya teman. Aku akan membuat keputusan sendiri tentang siapa yang aku dekati. Dan aku tidak akan terluka hanya karena rumor."


"Baiklah, Aria, aku cuma khawatir. Tapi ingat, teman-temanmu juga peduli padamu."


Maya pergi meninggalkan Aria dengan beberapa pertanyaan yang menggelitik. Aria merenung tentang nasihat Maya, tetapi dia merasa yakin tentang persahabatannya dengan Bintang dan tidak ingin membiarkan rumor mengganggu hubungan mereka.


Setelah Maya pergi, Fauzan mendekati Aria dengan tatapan yang penuh pertanyaan. Dia tampak sangat khawatir tentang hubungan Aria dengan Bintang.


"Aria, aku dengar banyak rumor tentang hubunganmu dengan Bintang. Apa benar kalian semakin dekat?"


Aria merasa sedikit terkejut oleh pertanyaan Fauzan dan mencoba menjawab dengan jujur.


"Ya, Fauzan, Bintang adalah teman baikku. Kami semakin dekat dalam arti persahabatan."


 "Tapi, Aria, aku khawatir kamu akan terluka. Bintang bukan orang yang bisa dipercaya, banyak yang mengatakan begitu."


"Fauzan, aku harus membuat keputusan sendiri tentang siapa yang aku percayai. Aku tahu dia adalah teman baikku, dan aku tidak akan terluka hanya karena rumor."


Fauzan terlihat tidak puas dengan jawaban Aria, tetapi dia tidak ingin memaksa lebih jauh. Dia merasa khawatir dan ingin melindungi Aria, namun dia juga tahu bahwa Aria harus membuat keputusan tentang persahabatannya sendiri.


Bintang "Apa yang kalian bicarakan?"


"Kami hanya membicarakan beberapa hal seputar pelajaran, Bintang."


Fauzan (dengan nada dingin) "Ya, beberapa hal seputar pelajaran."


Bintang merasa ada ketegangan di udara dan mencoba mengatasi situasinya.


Bintang "Baiklah, jika kalian butuh bicara lebih lanjut, Aku akan pergi dulu. Sampai nanti, Aria."


Bintang pergi dengan senyuman dan meninggalkan Aria, Fauzan, dan atmosfer yang sedikit tegang. Fauzan masih terlihat kesal dan cemburu, tetapi dia tidak mengatakan apa-apa saat ini.


Aria merasa bahwa suasana antara Fauzan dan Bintang terasa tegang. Dia ingin menghindari konflik dan memberikan waktu untuk Fauzan agar meredakan perasaannya. Dengan lembut, dia memberi tahu Fauzan bahwa dia akan masuk ke kelas duluan.

__ADS_1


"Fauzan, aku akan masuk ke kelas dulu, ya. Aku rasa aku perlu fokus pada pelajaran hari ini."


Fauzan menoleh ke arah Aria dengan ekspresi yang masih kesal, tetapi dia tidak ingin membuat Aria merasa lebih sulit.


 "Baiklah, Aria. Aku mengerti."


Aria tersenyum pada Fauzan, mencoba membuat suasana menjadi lebih ringan.


"Terima kasih, Fauzan. Aku harap kita bisa bicara lagi nanti."


Dia berbalik dan berjalan menuju pintu masuk kelasnya. Saat dia bergerak menjauh, dia merasa bahwa situasi ini rumit dan dia ingin menjaga persahabatan dengan semua orang tanpa menciptakan konflik lebih lanjut.


***


beberapa teman pria Bintang mendekati bintang dengan rasa penasaran yang besar. Mereka tampak ingin tahu tentang hubungan antara Bintang dan Aria.


Salah seorang teman pria "Bintang, kami melihatmu dan Aria semakin dekat akhir-akhir ini. Apa benar ada sesuatu di antara kalian?"


Bintang merasa agak terkejut oleh pertanyaan mereka tetapi memutuskan untuk menjawab dengan jujur.


 "Aria adalah teman baikku. Kami hanya semakin dekat sebagai teman."


Teman pria lainnya: "Tapi banyak yang mengatakan kalau kalian berdua ada hubungan spesial."


 "Kami hanya teman, guys. Itu yang terbaik yang bisa ku sampaikan."


Mereka berusaha menjelaskan situasi sebaik mungkin, tetapi teman-teman pria Bintang masih tampak tidak puas dan ingin mengetahui lebih banyak.


Rumor dan spekulasi tentang hubungan Bintang dan Aria mulai menyebar di kalangan teman-teman mereka, dan hal ini mulai menjadi topik yang diperbincangkan di sekolah. Bintang dan Aria harus menghadapi tekanan dari teman-teman mereka yang ingin tahu kebenaran di balik hubungan mereka.


Setelah berbicara dengan teman-temannya tentang hubungannya dengan Aria, Bintang merasa semakin dikelilingi oleh tekanan dan rumor di sekolah. Dia merasa perlu untuk menjauh sejenak dari teman-temannya yang penasaran.


 "Maaf, guys, aku butuh waktu sejenak sendirian. Aku akan ke kantin dulu."

__ADS_1


Teman-temannya mengangguk, mengerti bahwa situasinya mungkin membebani Bintang. Bintang meninggalkan mereka dan berjalan menuju kantin, mencoba untuk meredakan perasaannya dan menemukan momen kedamaian.


Dia tahu bahwa situasi ini semakin rumit, tetapi dia ingin menjaga hubungannya dengan Aria tetap positif dan tidak ingin rumor atau tekanan dari teman-temannya mengganggu hubungan mereka. Dalam hati, dia berharap bahwa semuanya akan segera mereda.


__ADS_2