
Setelah perjalanan bus yang penuh ketegangan, Aria akhirnya tiba di rumahnya. Dia merasa lega untuk bisa berada di tempat yang tenang setelah semua konflik yang terjadi di sekolah.
Saat dia memasuki rumahnya, Aria merasa bahwa dia perlu waktu untuk merenung dan mencari solusi atas perasaan yang rumit.
Aria melangkah ke kamarnya dan duduk di ranjang. Dia merasa bingung, tidak tahu bagaimana menghadapi hubungan rumitnya dengan Bintang dan Fauzan.
Dia juga merasa bersalah atas insiden di atap sekolah yang mengakibatkan Fauzan terluka. Perasaan cemburu dan konflik di antara mereka semua membuatnya merasa sangat kacau.
Aria mengambil nafas dalam-dalam dan mencoba untuk merenung. Dia tahu bahwa dia harus berbicara dengan Fauzan dan Bintang untuk menyelesaikan masalah ini, tetapi dia juga merasa takut akan hasilnya.
Beberapa saat kemudian, Aria merasa bahwa dia harus memberikan waktu kepada dirinya sendiri untuk merenungkan semuanya. Dia menyalakan musik lembut dan duduk di jendela kamarnya, melihat ke luar sambil berpikir tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.
Saat sinar matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, Aria merasa lebih tenang. Dia tahu bahwa perjalanan ini tidak akan mudah, tetapi dia juga tahu bahwa dia harus mencari cara untuk menyelesaikan konflik ini dengan baik.
Ketika Aria sedang berada di kamarnya, ponselnya tiba-tiba berdering. Saat dia melihat layar ponsel, dia menyadari bahwa panggilan tersebut berasal dari Bintang. Dengan hati yang berdebar, Aria menjawab panggilan itu.
__ADS_1
"Bintang," sapanya dengan suara hati-hati.
Bintang di ujung telepon terdengar serius. "Aria, aku ingin bicara tentang Fauzan. Aku tahu ini sulit, tapi tolong jangan terlalu dekat dengannya. Dia memiliki perasaan padamu, dan aku tidak ingin situasi semakin rumit."
Aria merasa bingung dan khawatir. Dia tahu bahwa Fauzan memiliki perasaan padanya, tetapi dia juga tidak ingin merusak persahabatan mereka. "Bintang, aku juga tidak ingin merusak persahabatan kami. Tapi aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku merasa sangat cemburu melihatmu bersama Lily, dan aku merasa bersalah terhadap Fauzan."
Bintang mencoba memberikan pengertian. "Aku mengerti perasaanmu, Aria. Tapi aku ingin kita tetap bisa menjaga hubungan kita. Kita akan mencari cara untuk mengatasi semua ini bersama. Tapi tolong, jaga jarak dengan Fauzan untuk sementara waktu, agar situasi tidak semakin rumit."
Aria merasa lega mendengar kata-kata Bintang, meskipun dia masih merasa khawatir. "Baiklah, Bintang. Aku akan mencoba yang terbaik untuk menjaga jarak dengan Fauzan. Tapi aku berharap semuanya bisa diselesaikan dengan baik."
Bintang tersenyum lembut. "Terima kasih, Aria. Kita akan melewati ini bersama-sama. Dan jangan khawatir, kita akan menemukan jalan keluar yang baik."
Aria berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mencoba yang terbaik untuk menjaga hubungan mereka tetap kuat, sambil tetap menghormati perasaan Fauzan.
***
__ADS_1
Aria merasa senang dan gugup saat Bintang mengajaknya ke taman hiburan. Mereka duduk di taman sekolah, di bawah pohon-pohon rindang, sambil berbicara tentang rencana mereka.
"Bintang, itu terdengar seperti ide yang menyenangkan," kata Aria dengan senyuman. "Tapi apa yang membuatmu ingin pergi ke taman hiburan?"
Bintang menjawab sambil tersenyum, "Aku tahu kita telah menghadapi banyak konflik dan perasaan yang rumit akhir-akhir ini. Aku pikir kita membutuhkan sedikit waktu untuk bersenang-senang bersama dan melupakan semua masalah itu. Taman hiburan adalah tempat yang tepat untuk itu."
Aria mengangguk setuju. "Aku setuju. Ini bisa menjadi kesempatan bagus untuk kita bersenang-senang dan merelaksasi diri. Dan mungkin itu juga bisa membantu kita menjauhkan diri dari drama yang terjadi di sekolah."
Bintang menambahkan, "Selain itu, aku ingin kita bisa memiliki momen-momen bahagia bersama. Kita telah melewati banyak hal bersama, dan aku ingin kita tetap memiliki kenangan yang baik."
Aria tersenyum dan mengangguk. "Aku juga ingin itu, Bintang. Terima kasih telah mengajakku."
Mereka merencanakan hari pergi ke taman hiburan dengan penuh semangat, memilih tanggal yang cocok, dan merencanakan segala sesuatunya.
Dalam hati, Aria merasa bahwa ini adalah langkah yang baik untuk memperkuat hubungan mereka dan untuk sementara waktu melupakan masalah-masalah yang ada di sekolah.
__ADS_1
Ketika mereka kembali ke rumah masing-masing, mereka merasa semakin dekat satu sama lain. Aria merasa bahwa Bintang peduli padanya dan ingin menjaga hubungan mereka tetap kuat.
Dalam hati, dia berjanji untuk menjalani hari di taman hiburan dengan senang hati, tanpa memikirkan masalah-masalah yang rumit.