
Ketika Lily melihat Aria dan Bintang bersama di taman hiburan, dia merasa penasaran. Dia tidak tahu siapa Aria sebelumnya dan sekarang dia melihat Bintang begitu akrab dengan gadis itu. Lily yang duduk di bangku taman mendekati mereka.
"Duh, maaf kalau aku bertanya," kata Lily dengan senyuman, mencoba untuk tidak terlalu terbuka. "Tapi aku nggak tahu kamu punya teman sehebat ini, Bintang. Siapa nama kamu?" tanyanya sambil tersenyum manis.
Bintang memberikan senyuman ramah. "Hai, Lily. Ini Aria, pacarku. Aria, ini Lily, teman sekolahku."
Aria memberikan sapaan sopan. "Hai, Lily."
Lily menatap Aria dengan tajam, mencoba menggali lebih dalam. "Aria, kamu sudah lama pacaran dengan Bintang?" tanyanya lagi.
Aria menggeleng. "Bukan, kami baru saja menjadi pacar. Kami baru saja menjalani beberapa hal bersama akhir-akhir ini."
Lily tetap ramah, meskipun ada sedikit rasa penasaran di matanya. "Ah, begitu. Kamu pasti sangat beruntung bisa mendekati Bintang. Dia sangat populer di sekolah, tahu? Banyak orang yang ingin menjadi temannya."
Aria tersenyum sopan. "Iya, aku tahu. Bintang sangat baik."
Lily mengangguk setuju. "Ya, dia memang baik. Aku senang melihatmu berdua bahagia bersama."
Percakapan mereka berlanjut, tetapi Aria merasa bahwa ada sesuatu yang tidak disebutkan oleh Lily. Dia merasa ada rasa penasaran dari Lily yang belum terpecahkan.
__ADS_1
Meskipun Aria tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, dia ingin tetap menjaga hubungannya dengan Bintang yang sudah mereka bangun bersama.
Setelah beberapa saat berbincang-bincang dengan Aria dan Bintang, Lily memberikan senyuman palsu sebelum memutuskan untuk pamit. "Baiklah, aku harus pergi sekarang. Senang bertemu denganmu, Aria," ucap Lily dengan nada yang terlalu manis.
Aria dan Bintang memberi salam perpisahan. "Senang juga bertemu denganmu, Lily. Sampai jumpa," kata Aria dengan tulus.
Bintang menambahkan, "Iya, sampai jumpa, Lily."
Lily berbalik dan melangkah pergi, meninggalkan Aria dan Bintang di taman hiburan. Meskipun senyumnya manis, Aria merasa bahwa ada sesuatu yang tidak terungkap di balik sikap Lily. Dia bisa merasakan ketegangan di udara, meskipun tidak yakin apa penyebabnya.
Bintang mencoba menghibur Aria. "Jangan khawatir, Aria. Lily hanya teman sekolah biasa. Tidak perlu terlalu memikirkan apa yang dia katakan."
Aria mengangguk, mencoba untuk melepaskan ketegangan. "Iya, mungkin aku terlalu paranoid. Aku hanya ingin menjaga hubunganku denganmu."
Setelah Lily pergi, dia memutuskan untuk menonton dari kejauhan. Dengan tatapan tajam, dia mengawasi Aria dan Bintang yang tersenyum-senyum dan bercanda satu sama lain.
Lily merasa cemburu melihat kedekatan mereka. Dia tidak tahu siapa Aria sebelumnya, tetapi sekarang dia merasa ancaman dari kehadiran gadis itu dalam hubungannya dengan Bintang.
Lily merasa bahwa dia harus berusaha lebih keras untuk mempertahankan perhatian Bintang. Kehadiran Aria tampaknya mengganggu rencananya. Dia tahu bahwa Bintang adalah pria yang populer, dan banyak wanita di sekolah yang tertarik padanya. Namun, Aria adalah pesaing yang tidak diharapkannya.
__ADS_1
Sementara dia memperhatikan Aria dan Bintang, Lily berencana untuk mencari tahu lebih banyak tentang gadis itu. Dia ingin tahu apakah Aria benar-benar mengancam hubungannya dengan Bintang atau tidak. Lily merasa perlu menjaga posisinya sebagai wanita yang dekat dengan Bintang dan tidak ingin ada pesaing.
Dengan hati yang penuh kecemburuan dan ketidakpastian, Lily bersiap untuk menghadapi Aria dan mengungkap lebih banyak tentang latar belakang dan hubungan gadis itu dengan Bintang.
Dia telah memutuskan untuk menjaga mata tajamnya terhadap mereka, siap mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk memastikan Bintang tetap di sisinya.
Lily merasa semakin tertekan dengan kehadiran Aria dalam kehidupan Bintang. Dia tidak ingin ada persaingan yang mengancam hubungannya dengan Bintang. Oleh karena itu, dia merencanakan beberapa langkah untuk mencoba memisahkan Aria dan Bintang.
Langkah pertama dalam rencananya adalah mengumpulkan informasi tentang Aria. Lily ingin tahu lebih banyak tentang gadis itu, latar belakangnya, teman-temannya, dan apa yang membuatnya begitu menarik bagi Bintang.
Dia mulai bertanya-tanya kepada teman-temannya, mencari tahu apakah ada gosip atau informasi yang bisa digunakan untuk mencemarkan reputasi Aria.
Selain itu, Lily merencanakan untuk mendekati teman-teman Aria. Dia tahu bahwa jika dia bisa mempengaruhi teman-teman Aria untuk menjauhinya, itu akan membuat Aria semakin terisolasi. Lily berharap bahwa dengan mengurangi dukungan sosial Aria, dia bisa membuatnya merasa tidak nyaman di lingkungan sekolah.
Lily juga berencana untuk mendekati Bintang dengan lebih intens. Dia akan mencoba meyakinkan Bintang bahwa Aria bukanlah orang yang tepat baginya, mungkin dengan menciptakan kecurigaan palsu tentang Aria.
Dia berharap bahwa dengan menciptakan keraguan dalam pikiran Bintang, dia bisa memisahkan mereka.
Tentu saja, Lily juga mempertimbangkan kemungkinan menciptakan situasi yang memicu pertengkaran antara Aria dan Bintang. Dia akan mencoba menempatkan mereka dalam situasi yang sulit dan mengharapkan agar mereka bertengkar. Ini bisa merusak hubungan mereka.
__ADS_1
Semua rencana ini didasari oleh perasaan cemburu dan ketidakpastian Lily. Dia merasa bahwa dia harus bertindak untuk melindungi hubungannya dengan Bintang, dan dia siap melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya.
Namun, apakah rencananya akan berhasil atau malah memperkuat ikatan antara Aria dan Bintang, hanya waktu yang akan menjawab.