Kisah Cinta Dibawah Bintang Sekolah

Kisah Cinta Dibawah Bintang Sekolah
menonton bersama


__ADS_3

Setelah makan siang di kantin, Bintang mengajak Aria dengan antusias untuk menonton film klasik sehabis pulang sekolah.


Aria, bagaimana kalau setelah sekolah kita menonton film klasik? aku punya beberapa film yang ingin aku tonton, dan aku pikir kamu juga akan suka."


Aria (tersenyum) "Itu terdengar menyenangkan, Bintang! Aku juga suka film klasik. Apa yang akan kita tonton?"


"Kami bisa memutuskan itu nanti. Ayo, setelah sekolah nanti, kita akan ketemuan dan menonton film bersama."


"Terima kasih, Bintang. Aku benar-benar menantikan itu."


Mereka berdua merasa bersemangat untuk rencana setelah sekolah itu, dan Aria merasa senang memiliki teman yang peduli dan suka menghabiskan waktu bersamanya seperti Bintang.


Saat bel berbunyi, menandakan akhir hari sekolah, Aria dan Bintang segera mengemas buku-buku mereka dan bersiap-siap untuk meninggalkan kelas.


Mereka berdua berbicara tentang film klasik yang akan mereka tonton dan merencanakan waktu yang menyenangkan setelah sekolah.


Tingginya lonceng yang berdenting menjadi tanda akhir hari yang melelahkan, dan para siswa berdua keluar dari kelas dengan senyum di wajah mereka.


Mereka merasa bersemangat untuk melanjutkan petualangan mereka setelah sekolah dan menikmati waktu bersama.


Ketika Aria tiba di rumahnya, dia merasa sedikit lelah setelah seharian di sekolah dan rencana untuk menonton film bersama Bintang.


Dia memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum bertemu dengan Bintang, jadi dia pergi ke kamarnya dan merasa gembira dengan waktu yang akan datang.


Dia menyiapkan beberapa hal untuk pertemuan mereka dengan Bintang nanti, memeriksa kembali film klasik yang akan mereka tonton dan memastikan semuanya dalam keadaan baik.


Saat dia merasa persiapannya sudah cukup, dia berbaring di tempat tidur sejenak, merenung tentang hari ini dan pertemanannya dengan Bintang yang semakin erat.


Aria berharap bahwa malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan dan bahwa waktu yang akan dia habiskan bersama Bintang akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.


Setelah beberapa menit istirahat, dia memutuskan untuk bangun dan bersiap-siap bertemu dengan Bintang untuk menikmati film klasik yang telah mereka rencanakan bersama.


Beberapa saat sebelum pertemuan mereka untuk menonton film, Bintang memutuskan untuk menelepon Aria. Dia merasa senang untuk melihat Aria lagi sebelum mereka berkumpul di rumahnya.


Bintang (via telepon) "Halo, Aria! Bagaimana kabarmu?"


"Halo, Bintang! Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?"

__ADS_1


"Aku baik juga. Aku punya ide. Bagaimana kalau kita bertemu di taman sebentar sebelum pergi ke rumahku? Kita bisa berbicara dan menghabiskan sedikit waktu bersama di sana."


Aria (senang) "Itu terdengar bagus! Aku akan segera ke taman."


Mereka setuju untuk bertemu di taman, dan Aria merasa senang atas kesempatan untuk melihat Bintang lagi sebelum menonton film.


Ketika Aria tiba di taman, dia melihat Bintang sudah menunggunya di salah satu bangku taman yang teduh. Bintang tersenyum saat melihat Aria mendekat.


"Halo, Aria! Senang kamu bisa datang."


"Halo, Bintang. Terima kasih atas ide mu bertemu di sini."


Mereka berdua duduk di bangku taman yang nyaman dan mulai berbicara. Suasana di taman begitu tenang, dan cahaya senja mulai memancar di langit.


Mereka membagikan cerita tentang hari mereka dan tertawa bersama. Pertemuan mereka di taman menjadi awal yang sempurna untuk malam yang menyenangkan yang akan mereka habiskan bersama.


Setelah waktu yang menyenangkan di taman, Aria dan Bintang memutuskan untuk berjalan menuju rumah Bintang. Sambil berjalan, mereka melewati sebuah toko es krim yang menggoda dengan berbagai rasa dan pilihan.


"Apa kamu mau ice cream, Aria? Sepertinya cuaca begitu panas walaupun sekarang malam hari."


Mereka berdua memasuki toko es krim dan memilih rasa yang mereka sukai. Bintang memilih rasa cokelat, sementara Aria memilih rasa stroberi.


Mereka kemudian berjalan sambil menikmati ice cream mereka, sambil berbicara dan tertawa, semakin mendekat satu sama lain.


Ketika Aria dan Bintang tiba di rumah Bintang, matahari sudah tenggelam dan suasana malam memberikan cahaya yang lembut ke sekitar mereka. Rumah Bintang tampak hangat dan nyaman, dan Aria merasa nyaman di sana.


Bintang membuka pintu rumahnya dan mengundang Aria masuk. Mereka meletakkan sisa ice cream mereka di dapur dan duduk di ruang tamu yang nyaman. Rumah Bintang memiliki nuansa yang hangat, dan Aria merasa seperti dia benar-benar diterima dengan baik.


Mereka berdua siap untuk melanjutkan malam mereka dengan menonton film klasik yang sudah lama mereka rencanakan. Suasana di rumah Bintang sangat nyaman, dan Aria merasa beruntung bisa menghabiskan waktu bersama teman barunya.


Ketika Aria tiba di rumah Bintang, dia menyadari bahwa Bintang tinggal sendirian. Rumah itu terlihat rapi dan terawat dengan baik, tetapi tidak ada tanda-tanda kehadiran orang lain selain Bintang.


"Kamu tinggal sendirian di sini, Bintang?"


"Iya, aku tinggal bersama nenekku, tapi dia biasanya di rumah sakit untuk perawatan. Jadi, biasanya aku di sini sendirian."


Aria merasa simpati terhadap situasi Bintang, dan dia berharap untuk membuat malam ini menjadi menyenangkan dan menghibur bagi temannya yang tinggal sendirian. Mereka pun bersiap untuk menonton film klasik yang sudah mereka rencanakan.

__ADS_1


Setelah tiba di rumahnya, Bintang mengajak Aria untuk duduk di ruang tamu yang nyaman. Setelah duduk, Bintang dengan sopan bertanya kepada Aria.


"Aria, apakah kamu ingin minum sesuatu? Apa minuman favoritmu?"


Air putih akan baik-baik saja, Bintang. Terima kasih."


Bintang kemudian pergi ke dapur sebentar untuk mengambil air untuk mereka berdua. Dia ingin memastikan Aria merasa nyaman dan dirawat dengan baik di rumahnya. Suasana di rumah Bintang menjadi semakin hangat dan ramah dengan kedatangan Aria.


Bintang segera kembali dari dapur dengan dua gelas air segar dan beberapa cemilan yang dia letakkan di meja sebelum duduk kembali di dekat Aria.


"Ini air untukmu, Aria. Dan aku juga membawa beberapa cemilan jika kamu ingin ngemil selama menonton film."


Aria (senyum) "Terima kasih, Bintang. Kamu benar-benar mempersiapkan semuanya dengan baik."


Mereka berdua menikmati air segar dan cemilan sambil menunggu film klasik yang akan mereka tonton bersama. Suasana di rumah Bintang semakin nyaman, dan Aria merasa sangat dihargai dan disambut dengan baik.


Saat mereka menikmati air dan cemilan, Aria mulai merasa penasaran tentang film klasik apa yang akan mereka tonton.


"Bintang, film klasik apa yang akan kita tonton?"


"Aku punya beberapa pilihan, Aria. Kita bisa menonton 'Casablanca,' 'Gone with the Wind,' atau 'Roman Holiday.' Pilih yang kamu suka!"


Aria(berpikir sejenak) "Semuanya terdengar menarik, tapi apa pendapatmu tentang 'Roman Holiday'? Aku suka film itu."


"Sama, aku juga suka 'Roman Holiday.' Kita akan menikmati itu!"


Mereka berdua setuju untuk menonton film 'Roman Holiday' dan segera memulai petualangan mereka di dunia film klasik yang penuh romansa dan petualangan. Suasana di ruang tamu semakin akrab, dan Aria merasa senang atas pilihan film mereka.


Aria dan Bintang duduk berdampingan di ruang tamu yang nyaman, menikmati film klasik "Roman Holiday." Mereka tergila-gila dengan cerita romantis antara karakter utamanya, dan film itu berhasil menghipnotis mereka.


Ketika adegan-adegan romantis terungkap di layar, mereka tertawa dan bersorak, seolah-olah mereka berdua adalah bagian dari cerita itu sendiri.


Mereka berbagi momen-momen yang penuh tawa, tetapi juga ada momen-momen yang membuat hati mereka merasa hangat.


Saat film mendekati akhir, Aria dan Bintang merasa terinspirasi oleh kisah cinta dalam film itu. Mereka membicarakan film setelah itu dan berbagi pemikiran mereka tentang pesan yang dihadirkannya.


Malam itu, menonton film bersama menjadi pengalaman yang membuat hubungan mereka semakin kuat, dan Aria merasa beruntung memiliki teman seperti Bintang yang bisa dia bagi momen-momen seperti ini.

__ADS_1


__ADS_2