
Aria tiba di depan rumahnya dengan hati yang bahagia setelah pulang dari perjalanan bersama Bintang. Mereka menghabiskan sore yang indah bersama, berjalan-jalan di taman, berbicara tentang impian dan aspirasi mereka, serta menikmati momen bersama dengan canda tawa.
Setelah membuka pintu rumahnya, Aria melangkah masuk, dan langkah kakinya terasa ringan. Dia bisa merasakan kebahagiaan yang masih memenuhi hatinya dari hari yang mereka habiskan bersama.
Setelah makan malam, Aria menghabiskan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan juga tugas-tugas sekolahnya. Selama dia sibuk dengan pekerjaan rumah, dia terus tersenyum teringat perjalanan bersama Bintang.
Ketika semua pekerjaan rumah selesai, Aria duduk di kamarnya dengan senyuman yang tidak bisa hilang dari wajahnya. Dia merasa beruntung memiliki Bintang dalam hidupnya, dan hubungan mereka semakin mendalam setiap harinya.
Dia mengambil ponselnya dan melihat pesan singkat dari Bintang. ". Aku tak sabar untuk melihatmu lagi besok. Selamat tidur Aria.
"Aria dengan cepat membalas pesan itu dengan senyuman. "Aku juga tak sabar. Selamat tidur, Bintang."Kemudian, Aria meletakkan ponselnya di sampingnya, memejamkan mata, dan membiarkan dirinya terbawa dalam lamunan tentang hari yang indah bersama Bintang.
Dia merasa beruntung dan bahagia karena memiliki Bintang sebagai seseorang yang istimewa dalam hidupnya, dan dia tahu bahwa setiap hari bersamanya adalah petualangan yang tak terlupakan.
***
Pagi hari datang dengan sinar matahari yang lembut, menerangi kamar Aria dengan kehangatan. Aria terbangun dari tidurnya yang nyenyak dengan senyum di wajahnya. Dia tahu bahwa hari itu akan menjadi hari yang menyenangkan, seperti biasanya.
__ADS_1
Aria duduk di ranjangnya sejenak, membiarkan dirinya meresapi kebahagiaan pagi ini. Dia merenung tentang Bintang, yang selalu menjadi sumber kebahagiaan dan semangatnya. Pikiran tentang pertemuannya dengan Bintang di sekolah hari ini membuat hatinya berdebar kencang.
Setelah beberapa saat, Aria bangkit dari ranjang dan mulai bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. Dia melangkah ke kamar mandi dan mencuci wajahnya, merasa segar dan siap menghadapi hari yang penuh dengan pelajaran dan momen bersama teman-teman.
Setelah mandi, Aria kembali ke kamarnya dan memilih jaket yang akan dia kenakan. Dia ingin terlihat segar dan ceria, seperti perasaannya saat ini. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengenakan jaket berwarna biru muda yang selalu disukai Bintang.
Sambil mengenakan jaket, Aria melihat dirinya di cermin. Dia tersenyum puas pada refleksi dirinya. Dia tahu bahwa dia akan bertemu Bintang di sekolah, dan dia ingin terlihat cantik untuknya.
Setelah selesai berdandan, Aria pergi ke dapur untuk sarapan.
Setelah sarapan, Aria mengambil tas sekolahnya dan Dia keluar rumah dengan senyuman di wajahnya, siap untuk menghadapi petualangan hari ini di sekolah, terutama ketika dia akan melihat Bintang.
Ketika Aria tiba di sekolahnya, dia melangkah masuk dengan langkah ringan. Dia melihat gugusan teman sekelasnya berkumpul di depan pintu masuk, saling menyapa dengan ceria. Aria tersenyum melihat pemandangan tersebut dan dia bergabung dengan kerumunan temannya.
Dia merasakan kehangatan dan keceriaan di udara, seolah-olah semua orang sedang menantikan kehadirannya. Aria berjalan melewati lorong-lorong sekolah yang akrab baginya.
Ketika dia tiba di kelasnya, Aria melihat bangku dan meja yang menghadapinya dengan penuh kenangan. Dia merasa senang karena dapat kembali belajar di tempat ini.
__ADS_1
Teman-temannya yang duduk di sekitarnya menyambutnya dengan gembira dan mereka saling bertukar cerita tentang liburan mereka.
Aria mulai merasa semangat untuk memulai hari. Dia meletakkan tasnya di tempat yang biasa dia tempati dan duduk di samping teman-temannya. Mereka saling tertawa dan mengobrol, membuat suasana menjadi semakin hangat dan menyenangkan.
Ketika lonceng berbunyi, Aria dan teman-temannya pun bersiap-siap untuk pelajaran pertama. Mereka memasuki ruang kelas dengan semangat dan antusiasme. Aria merasa senang dan siap menghadapi segala tantangan dan pelajaran yang akan dia hadapi hari itu.
Ketika Aria pergi ke kantin untuk istirahat, matanya tak sengaja tertuju pada sebuah pemandangan yang tak terduga. Dia melihat Lily, siswi baru itu mendekati Bintang,Hatinya berdebar cepat karena rasa cemas dan kebingungan yang tiba-tiba muncul.
Aria mengamati dengan seksama dari kejauhan. Lily dan Bintang terlihat berbincang-bincang dengan , terlihat seperti mereka sedang berbagi sebuah candaan. Tiba-tiba, Aria merasakan sensasi kekhawatiran dan rasa cemburu yang tak terelakkan.
Pikiran Aria menjadi kacau. Dia merasa terkejut Dia berusaha mengumpulkan pikiran dan mencoba untuk tidak membuat kesimpulan terburu-buru. Aria berjalan perlahan mendekati Lily dan Bintang, berusaha untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Tanpa berbicara sepatah kata pun, Aria berputar dan meninggalkan kantin dengan langkah tergesa-gesa. Semua kepercayaan dan rasa aman yang dia miliki sebelumnya, tiba-tiba runtuh dalam sekejap.
Aria berusaha menenangkan diri saat dia keluar dari kantin. Dia mencari tempat yang tenang untuk menyendiri, berusaha memahami apa yang sedang terjadi. Pada saat itulah, ia menyadari bahwa kepercayaan dan komunikasi adalah kunci dalam hubungan apa pun.
Dengan hati yang penuh sakit dan terbebani oleh pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab, Aria berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menghadapi situasi ini dengan kepala yang dingin. Meski hatinya hancur, dia akan mencoba untuk berbicara dengan Bintang dan Lily, untuk mencari jawaban yang jujur dan membawa kejelasan dalam keadaan ini.
__ADS_1
Aria merasa bingung dan tidak yakin tentang bagaimana hubungannya dengan Bintang akan berkembang. Namun, dia mengumpulkan keberanian dan tekad untuk menghadapi setiap kemungkinan. Dia berharap agar ada penjelasan yang memperbaiki keadaan dan memulihkan kepercayaan yang dulu ada.