
...***************...
Di Sebuah Kerajaan Peace, Terdapat 3 keluarga bangsawan yang dihormati oleh rakyatnya. Keluarga itu adalah Keluarga Arthur , Grissham , dan Alison . Tapi, diantara ketiga keluarga itu Keluarga Arthur lah yang paling di hormati oleh keluarga kerajaan. Karena , garis keturunan Arthurlah yang paling bisa diandalkan dalam peperangan.
Keluarga Arthur memiliki 3 anak dari pasangan Rery Arthur dan Austin Arthur . Dan 2 anak yang diadopsi sebelum 3 anak yang lain lahir . Tapi, meski begitu mereka tetap bisa rukun satu sama lain. Dan menganggap tidak ada anak yang dianggap adopsi dan semuanya dianggap sebagai keluarga.
Sang putra sulung dari keluarga Arthur adalah *Dalbert Arthur* . Seorang Bangsawan yang memiliki kewibawaan dan kepemimpinan yang sempurna . Bijaksana , adalah salah satu sifat dari seorang Dalbert Arthur.
Putra kedua, Allard Arthur. Allard sangat gila akan bertarung . Dia juga pernah dikirim di garis depan untuk berperang. Tapi, sifat nya yang keras kepala sangat menyusahkan sang putra sulung.
Dan selanjutnya, Putra ketiga. *Geffrey Arthur* , Pendiam , adalah kata yang sempurna untuk Geffrey Arthur. Tapi , selain tidak bersama keluarganya dia enggan untuk bersenyum 1° pun . Dia sangat ahli dalam bidang medis. Dia pernah dikirim untuk menjadi dokter perang dan dia sendiri berhasil menolong 45 nyawa.
*Frank Arthur * ,putra ke empat. Dia adalah bangsawan yang sangat ramah terhadap rakyatnya. Dia menganggap semuanya adalah sama dalam kehidupan ini. Meskipun sangat ramah, dia saat berperang adalah pembidik busur yang sangat hebat.
* Felix Arthur * , sang bungsu . Felix adalah orang yang sama seperti Allard Arthur . Tapi, tidak untuk keras kepalanya. Felix selalu berpikir dengan kepala dingin . Felix dijuluki sebagai dewa perang yang menari di tengah Medan tempur .
...****************...
Pagi hari, di kediaman Arthur.
" Hey...hey ... hey ,semuanya.." Allard berteriak sambil menuruni tangga.
Tapi, perlahan pintu suatu kamar terbuka, dan Rery sang ayah langsung memasang wajah marah.
" Apanya yang hey Allard? Pukul 4 pagi sudah teriak-teriak tidak jelas. kamu itu bangsawan, sudah sana tidur!" Ucap Rery.
"Maafkan aku ayahanda, aku hari ini akan keluar untuk lari pagi bersama kakak dan adik adikku." ucap Allard dengan nada bersalah.
"Hm,kalau begitu kamu lari pagi saja!" Rery yang langsung menyetujuinya.
"Apakah ayahanda tidak ikut ? " Tanya Allard .
__ADS_1
"Maafkan ayahanda, hari ini akan menemani ibunda di rumah." Rery dengan spontan menjawab.
" Mungkin untuk membuat adik baru , hihi.." Allard berbisik dengan senyum jahatnya.
" Ayahanda mendengar nya ,Allard!" Sahut Rery dengan mata yang tajam seperti pisau yang telah diasah.
"Eh,Allard tidak bermaksud begitu.Baiklah ayahanda, Allard berangkat dulu. Ingat, ayahanda harus bersikap halus kepada ibunda!" Allard berlari karena dia tahu akan mendapat amarah dari ayahnya.
" Allard, keterlaluan! " Rery berteriak dengan amarah yang meluap.
" Bercanda ayahanda.." Allard yang seakan-akan meledek Rery dari jauh.
"Dasar anak ini.." Rery menggeleng-gelengkan kepalanya.
Allard , akhirnya berhasil keluar dari neraka kemarahan ayahnya tadi . Allard menghela nafas panjang di depan pintu utama rumah.
" Kelihatannya ,kak Allard yang hebat ini masih belum bisa menaklukkan ayahanda. Hahaha..." Felix meledek Allard dengan tertawa lepas.
"Tentu saja dari tadi " Felix yang menjawabnya tanpa nada bersalah sedikitpun.
Allard yang tadi belum menyadarinya, sekarang dia langsung mengetahui bahwa dia sekarang sedang dijebak oleh saudara - saudara nya.
"Oh, jadi kalian semua menjebak ku, ya?" Tanya Allard dengan senyum jahat yang menakutkan.
"A-adik Felix, sudah ku katakan jangan memanasi kak Allard se-seperti itu!" Frank gugup.
Tapi, Felix justru tertawa lepas karena Allard termakan oleh jebakan itu. Allard langsung berlari menghampiri Felix.
"Dasar, Felix Bodoh! " Allard memukul kepala Felix.
"Aduh..sakit kak!" Felix terus mengelus-elus kepalanya yang sakit.
__ADS_1
" Allard, sudah jangan berteriak! Nanti, ayahanda jika ayahanda datang bagaimana?" Dalbert melerai pertikaian mereka.
"Baik ,kak Dalbert. Maafkan Allard." Allard merasa bersalah.
" Oh iya,Geffrey. Kenapa kau tadi tidak membangunkan ku? " Tanya Allard.
" Membangunkan kak Allard ?Aku sudah membangunkan kakak sebanyak 55 × .Tapi , kakak tidak bangun juga." Geffrey mengulas.
Semua nya terkejut , kecuali Geffrey dengan wajah datarnya yang menatap sebuah buku dengan kacamatanya.
" Benarkah itu, Geffrey? " Dalbert penasaran.
Geffrey hanya menganggukkan kepalanya.
"Wah, kau seperti beruang yang berhibernasi saja kak Allard! " Felix meledeknya sekali lagi.
" Hah?! kau bilang apa tadi Felix?!" Allard pura-pura tidak tahu dengan wajah mengancamnya.
" Tidak ada, aku hanya berbicara dengan angin" Felix yang membalas ucapan Allard dengan pura-pura tidak tahu juga.
" Hah ?! mana bisa ang--" Teriak Allard yang terpotong.
" Sudah cukup, ayo kita lari pagi sebelum jam sarapan bersama! " Sahut Dalbert menyela pembicaraan mereka.
" Baik , Kak Dalbert.." semuanya menjawab perintah Dalbert dengan serempak.
Mereka pun berlari untuk pergi ke taman kota untuk berlari pagi . Di dalam perjalanan menuju taman kota , semua pandangan mata tertuju pada mereka . Di dalam perjalanan, Frank juga mengatakan sesuatu kepada Geffrey .
" Kak Geffrey, setelah di taman kota ada yang ingin ku bicarakan hihi.. " Frank berbisik .
Tanpa membalas dengan ucapan Geffrey hanya mengedipkan sebelah matanya dan mengacung jempol kepada Frank.
__ADS_1
...****************...