Kolonel Jendral , Felix Arthur.

Kolonel Jendral , Felix Arthur.
*14


__ADS_3

"Kurasa kak Felix sudah tidur" Zane tiba-tiba menghidupkan kembali suasana.


"Sebenarnya, ada apa dengan kak Felix" Kenneth gemetar ketakutan.


"Ini hanya kisah lampau. Shania, Victor, Kenneth. Kuharap kalian bisa merahasiakannya" Gary tersenyum.


"Baik" ucap mereka bertiga dengan serentak.


"Ya... karena Felix mengalami ini. Aku akan mewakilinya untuk mengatakan bahwa kemungkinan besar kita akan pergi ke kerajaan Slayer 2 Minggu setelah kompetisi wanita itu selesai" Ucap Gary dengan tegas.


Semua anggota 9 bulan merah pergi untuk mempersiapkannya dan Gary tetap termenung memegang tangan Felix yang di perban.


"Kau tidak akan mengalaminya lagi aku sudah berjanji pada diriku sendiri"


"Aku juga berharap 12 tahun yang lalu tidak akan terjadi lagi" Batin Gary melihat raut muka Felix.


...****************...


"Kakek....."


Dengan langkah nya yang kecil Felix berlari menghampiri seorang kakek yang sedang menikmati suasana alam di taman.


"cucuku kau tiba juga"


Kakek itu menggendong Felix dan memeluknya.Dia memberikan hadiah kepada 5 putra Arthur.Kakek itu memberikan kalung pedang yang sangat familiar.


"Felix ayo main" seorang gadis kecil dengan gaun kerajaan datang mengajak Felix bermain


"Aku datang Berthy" Felix melangkah maju dan berlari ke gadis itu namun terlihat semakin jauh dan semakin gelap.


"Berthy kenapa kau menjauh? Berthy?"


"Berthy jangan!"


"Jangan tinggalkan aku!"


"Berthy!" Felix gemetar ketakutan dan terjaga dari tidurnya


Gary yang mendengar teriakannya langsung memeluknya dengan erat. Felix hanya bergemetar ketakutan menutup wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya.


"lagi-lagi dia muncul di mimpi mu ya?"


"Berthy" ucap sepatah kata dari mulut Felix.


"Tenanglah tidak akan terjadi apa-apa lagi. Sahabatmu ada di sini berhentilah ketakutan seperti ini dan cepatlah istirahat kembali besok adalah hari yang penting tidur lah" Gary menidurkan kembali Felix dan menutupi badannya dengan selimut tebal.


Felix kembali tenang dan tertidur lagi dengan pulas sedangkan Gary hanya melihat pemandangan malam dari balkon kamar Felix.


...****************...

__ADS_1


Satu Minggu kemudian


Kicauan burung terdengar begitu merdu namun sangat berisik bagi Felix yang sekarang terbangun dari tidurnya. Dia melempar gelas tembaga ke burung itu yang membuat kaki burung nya terluka dan jatuh dari pohon.Burung itu terjatuh di pundak Frank yang sedang berlatih pagi.


"Ini..." Frank langsung mengobati kaki burung itu dengan hati yang bersedih.


"kamu berubah Felix" batinnya


"Pagi-pagi sudah mau bersedih?" Agatha tiba-tiba menyela kesedihan Frank.


"Kakak ipar"


"Hai, kenapa bersedih?"


"Bukan apa-apa kak, bagaimana malam pertama mu kemarin?"tanya Frank dengan kepolosannya.


"Frank ibu mertua memanggil ku aku ke sana dulu ya!" Agatha berlari dengan ronaan merah alami di pipinya.


Frank hanya tersenyum lalu melihat jendela kamar Felix dengan tatapan yang penuh dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Felix kembalilah"


Setelah lebih dari satu jam seusai sarapan bersama di kediaman Arthur.Felix turun membawa pedangnya dan seperti terburu-buru.


"Kamu mau kemana?" Dalbert menyela dalam sela langkah kakinya


"Felix jaga ucapan mu nak" Austin tetegun mendengar ucapan yang terlontar dari mulut anaknya.


"Aku hanya pergi ke markas kalian jangan perlakukan aku seperti anak kecil lagi"


Felix langsung pergi menunggangi kuda hitamnya meninggalkan kediamannya.


"Ibunda tenanglah dia hanya sedikit kambuh" Allard mencoba menenangkan


"Iya kalian lanjutkanlah makan ibu akan bersiap untuk pergi ke makam ayah kalian.Agatha temani ibu"


"Baik ibunda aku juga akan bersiap"


Agatha dan Austin langsung pergi ke kamar mereka masing-masing untuk berpergian ke makam Rery.Di sisi lain, Felix sudah sampai di markas nya saat turun dari kuda semua orang membungkukkan badan mereka dan memberi hormat pada Felix.


Felix yang sekarang tidak peduli pada mereka dan langsung jalan tegak ke ruangannya


"para senior datang keruangan ku"


Hanya sebuah kalimat singkat dan dia langsung masuk ke ruangan nya menunggu mereka datang. 7 senior bulan merah itu datang begitu juga dengan Shania. Felix tidak mengetahui nya, dia hanya sibuk mengasah pedangnya.


"kami siap menerima tugas Jendral" ucap mereka bersamaan dengan nada tegas.


Felix terkejut dan langsung jatuh ke belakang.

__ADS_1


"Kalian sudah ku bilang berkali-kali jangan begini!" Teriak Felix.


"Kau terluka Felix?" Myra langsung berinisiatif memapah Felix.


"Aku tidak terluka,kau perhatian sekali" mendengarnya Myra langsung menjatuhkan Felix lagi.


"Myraaa!"


"Sudah sudah kalian ini seperti anak kecil saja" Gideon menengahi pembicaraan mereka.


"Jadi Felix kenapa kau memanggil kami?"


"Bukan aku tapi Gary yang memintanya kita tunggu sebentar dia pagi-pagi seperti ini pasti sedang bertengkar dengan kudanya"


"Tuan, maaf saya izin melapor" Shania membungkukkan badannya


"Ya,ada hal penting apa?"


"Hari ini juga hari yang bertepatan dengan pengumuman hasil seleksi pasukan pedang berdarah apa anda bisa mengikuti nya?"


"Ya.. kelihatannya seru Kenneth temani aku kesana."


"Siap kak" Kenneth mengedipkan satu matanya.


Felix pergi ke aula markas dan melihat 234 pasukan pedang berdarah yang akan di Lantik dan 128 sisanya adalah pasukan lama dari pedang berdarah.Kenneth dan Shania mengawal Felix di belakang nya.


Saat Felix di depan aula semua orang ribut dan heran dengan keberadaan Felix di depan mereka. Semua orang bertanya-tanya siapa mereka. Selama 3 tahun ini, Felix memang memberikan hak untuk Gary mengatur tentang Bulan merah dan pedang berdarah. Namun, setelah sekian lama akhirnya Felix kembali datang dengan tujuan yang kuat.


"Kalian semua diam dia adalah pemimpin kita Kolonel Jendral Felix Arthur berikan rasa hormat kalian" Ucap Shania dengan lantang dan tegas.


"Dia ini laki-laki atau perempuan" batin Felix heran melihat Shania.


"Kurasa kalian sudah sangat jelas dengan pernyataan Shania.Di sini kalian akan mengenal 2 istilah pasukan yaitu pasukan pedang berdarah dan pasukan bulan merah.Pasukan bulan merah adalah senior dari pasukan pedang berdarah di pasukan bulan merah terdapat 10 orang diantaranya adalah 2 orang di belakang ku dan Shania adalah komando dari mereka" Sahut Felix.


"Jika kalian bertanya-tanya siapa aku maka aku adalah wakil dari Jendral Felix" suara Gary tiba-tiba muncul di tengah-tengah pasukan pedang berdarah dan tersenyum pada Felix"


"Tukang telat" Batin Felix dengan wajah datar.


"Kalau begitu kalian semua di sini sekarang adalah pasukan pedang berdarah" ucap Felix dengan bangga.


Semuanya bersorak gembira mendengar perkataan dari Felix. Namun, Alfred tiba-tiba datang membawa selembar gulungan kertas dan membisikkan sesuatu ke Felix.


"Oh ya..ya katakan saja" Ucap Felix memundurkan langkahnya.


"Aku akan mengumumkan siapa saja 4 kapten dari divisi pembagian pedang berdarah" Ucap Alfred.


Alfred menyebutkan keempat nama dan mereka yang merasa terpanggil maju ke depan. Dia terus mengamati kapten dari divisi pasukan pedang berdarah. Felix terkejut saat melihat wanita yang memakai gelang 2 pedang.


"apa dia masih hidup?" batinnya.

__ADS_1


__ADS_2