
Di ruang keluarga, rumah keluarga Arthur.
Dalbert yang malu dari tadi. Akhirnya, meluapkan kebahagiaan nya saat bersama 4 saudaranya dengan tanpa adanya kehadiran Rery dan Austin.
"Hey..hey.. hey!!! besok adalah malam pertunangan kakak Dalbert . Bagaimana kalau kita minum wine bersama?" Tanya Allard.
Dalbert yang sangat bahagia langsung saja menyetujui saran dari adiknya , Allard. Tapi, Bagaimana pun Geffrey adalah Dalbert yang kedua. Geffrey khawatir ayah dan ibu nya tidak menyukai perbuatan mereka.
" Kak Dalbert ,apakah ayah-" Tegur Geffrey terpotong.
" Ayahanda dan ibunda? Mereka sudah memberikan izin ,kak . Aku sendiri yang meminta izin kepada mereka tadi." Frank memotong teguran dari Geffrey.
Geffrey yang selalu percaya dengan jawaban dan tanggapan Frank, tidak bisa berkutik sedikit pun.
" Ayo Geffrey ,bersenang-senanglah!" Allard yang menyeret Geffrey untuk duduk di sebelahnya.
Mereka berlima bersenang-senang bersama dan berhasil menyingkirkan rasa malu Dalbert.
"Baiklah, karena kak Dalbert sudah tidak malu lag-" Ajak Felix terpotong.
"Felixx..." Sahut Dalbert dengan nada sedikit manja.
" Sudahlah kakak ini!" Sela Allard.
"Oke, bersulang untuk pertunangan kak Dalbert!" Teriak Felix dengan mengulurkan segelas wine ke depan.
...Ting...
"Bersulang !" Teriak kelima putra Arthur bersamaan dengan segelas wine di tangan mereka.
...****************...
Di kamar Rery dan Austin
Rery dan Austin yang sedang duduk santai menikmati pemandangan malam di balkon kamar mereka , sangat senang mendengar tawa anak-anak mereka yang begitu gembira.
" Kenapa suamiku ini tersenyum diam-diam? " Austin merayu.
"Hm? kau juga begitu kan ,Austin?" Rery merayu balik.
" Mana mungkin aku tidak tersenyum mendengar suara kebahagiaan mereka." Ungkap Austin yang menyerah.
" Ya, kau benar.Tidak terasa mereka yang dulunya berlari-lari di taman belakang,saat ini tertawa terbahak-bahak karena kakak pertama mereka." Sambung Rery yang merasa bahwa ungkapan istrinya memang benar.
Sepasang suami istri itu , menatap langit malam yang indah sambil berbincang tentang anak-anak mereka.
...****************...
Pagi hari, rumah keluarga Arthur.
Suara tawa putra keluarga Arthur, yang kemarin malam begitu ramai. Pagi harinya , suara itu tidak ada. Justru ada suara ribut di taman belakang keluarga Arthur. Tentunya untuk mempersiapkan pertunangan Dalbert dan Agatha.
" Mau kah kau menikah dengan ku?" Dalbert Takut salah.
" Kak Dalbert , kakak itu ingin bertunangan dengan kak Agatha . Bukan monster haha.." Frank dengan Tawa manisnya.
" Sudah ku katakan Frank. Aku tidak bisa!" Dalbert mengeluh.
"Kak Dalbert ingin bertunangan dengan kak Agatha atau tidak?" Tanya Geffrey.
"Te-tentu saja"Teriak Dalbert dengan wajah yang merona karena malu.
"Kalau kakak menginginkannya, latihan yang benar!" Seru Geffrey.
" Ayolah ,kak Dalbert! Terus semangat " Frank menyorak.
"Terimakasih , kalian berdua telah menolong ku " Ucap Dalbert terharu.
"Ya, sama sama kak " Tanggap Frank dan Geffrey.
" Pagi ini, Allard dan Felix tidak kelihatan sama sekali. Dimana mereka?" Tanya Dalbert yang mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Seperti biasanya" Singkat Geffrey.
" Berenang di kolam atas? " Dalbert menebak.
" Kak Dalbert ini , mana mungkin mereka berenang sepagi ini. Mereka sedang berlatih pedang di taman samping." Ucap Frank dengan senyumannya.
Tidak lama setelah mereka membicarakan tentang Allard dan Felix , Seorang wanita memakai piyama tidur . Datang menghampiri mereka.
"Pagi-pagi seperti ini , 3 putra Arthur sudah bangun ya?" Austin menyela pembicaraan.
" Ibunda?" Dalbert terkejut.
"Selamat pagi , ibunda" Ucap ketiga putra Arthur tersebut dengan membungkukkan badan ke depan.
"Ya,Selamat pagi" Jawab Austin tersenyum bahagia.
"Dimana duo berisik ku itu?" Tanya Austin.
" Tentu saja mereka saat ini mereka sedang berlatih pedang , ibunda " Jawab Frank dengan ramah.
"Dasar ,mereka berdua itu!" Austin tertawa anggun.
" Kalau begitu, kalian segeralah bersiap untuk nanti malam! Ingat Times is Gold ! Seru Austin.
"Anakku Geffrey , panggil lah Allard dan Felix untuk segera bersiap ! " Sambung Austin.
"Baik, ibunda" Geffrey yang langsung menjawab.
Setelah itu, Austin mengajak Frank dan Dalbert bersiap-siap untuk acara pertunangan Dalbert dan Agatha nanti malam sedangkan Geffrey sedang menuju ke taman samping untuk menjemput Allard dan Felix agar segera bersiap.
Di taman samping , rumah keluarga Arthur.
" Kak Allard , Felix ! Ibunda menyuruh kita segera bersiap untuk acara nanti malam ! " Geffrey yang tiba-tiba datang dan menyuruh mereka.
......Sring........
" Oh , kak Geffrey. Sebentar lagi kita akan bersiap!" Teriak Felix yang sedang berlatih pedang dengan Allard.
Allard dan Felix terkejut karena Geffrey yang biasanya selalu bersikap dingin tapi dia sekarang sudah berani membentak.
"Kak Geffrey, apa kau tadi membentak kami?" Felix yang sangat heran.
"Kau benar-benar Geffrey bukan?" Allard yang ikut heran.
"A-apa ada yang salah?" Geffrey gugup.
Tanpa membalas Allard dan Felix langsung berlari ke Geffrey dan memeluknya.
"Ka-Kalian kenapa?" Geffrey tidak paham.
"Oh..Geffrey adikku tersayang, kau sekarang benar benar berubah aku sangat terharu." Allard memeluk Geffrey dengan erat.
"Iya, kau memang benar kak Allard. Aku juga sangat terharu. Huhu.." Sambung Felix.
"E-eh.." Geffrey merasa jijik.
Setelah adegan berpelukan Allard dan Felix itu, mereka bertiga pergi bersiap untuk pertunangan kakak mereka.
"Kita memakai pakaian tema apa kak Allard?" Felix kebingungan.
"Kau ini, jika itu perayaan resmi maka kita pastinya akan memakai pakaian Jenderal Perang." Sahut Allard dengan tegas.
...****************...
Malam hari, taman belakang keluarga Artur.
"Kak, kau pasti bisa !" Frank memberi semangat.
"Terimakasih kasih , Frank" Ucap Dalbert tulus.
"Baiklah, ayo kita pergi ke meja kita pergi ke meja kita!" Ajak Dalbert.
__ADS_1
"Tunggu, kalian pakailah jubah ini! " Geffrey meminta.
" Apa ini?" Dalbert penasaran.
"Sudahlah, intinya pakai saja selama acara ini berlangsung " Seru Geffrey.
Mereka berlima langsung berjalan dengan kharisma yang sangat elegan dan mempesona di mata para gadis . Seperti biasa , para gadis selalu heboh dengan keberadaan mereka meskipun itu adalah para gadis bangsawan.
" Baiklah, kita saat ini sedang menunggu ratu milik kak Dalbert bukan? " Felix menggoda.
" M-memangnya kenapa? Jika kalian tidak mau menunggunya bersamaku, sana pergi! " Dalbert merajuk.
" Hahaha... Kakakku ini ternyata bisa marah ya? " Allard yang ikut menggoda.
" Kak Geffrey, ada yang mengawasi kita dari tadi. Apa itu yang dimaksud yang mulia raja? " Frank berbisik.
"Kurasa begitu, mereka adalah prajurit dari kerajaan musuh bebuyutan kita, Kerajaan Devil." Jawab Geffrey yang juga berbisik.
"Apa kita perlu bilang kepada kak Dalbert ? " Tanya Frank berbisik.
"Jangan bercanda ! Apa kau ingin merusak kebahagiaan kakak?" Geffrey menanyainya kembali.
" Apa yang sedang kalian bicarakan ? Geffrey, Frank? " Dalbert penasaran.
" Kak Dalbert tidak boleh mengetahuinya ! " Geffrey dalam hatinya.
"Hm? Tidak ada,kak. Kami hanya memikirkan hadiah yang akan kami berikan kepada calon kakak ipar kami. Benar bukan ,Frank? " Geffrey mengelak.
" Itu memang benar kak Geffrey." Sahut Frank dengan senyum yang menjanjikan.
Tiba-tiba, sorotan mata para tamu berpindah kepada Agatha Alison dan keluarganya yang baru datang di acara itu. Dalbert seketika merona merah di wajahnya.
" Hoho.. Lihat Felix, kakak merona karena kakak ipar!" Allard menggoda.
" Sang dewi penasihat bumi itu memang sangatlah indah di mata kak Dalbert." Felix yang ikut menggoda Dalbert.
"Ckck..Kalian ini!" Dalbert menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kak Dalbert , sana jemput lah kakak ipar kita!" Felix mendorong Dalbert ke depan.
Dengan malu, Dalbert menggandeng tangan Agatha dengan lembut dan mengajaknya untuk duduk bersama. Para tamu yang melihatnya sangat terkesan dan terpesona kepada mereka.
"Kak Geffrey, kenapa kau memberi jubah ini? Ada yang kau sembunyikan pada ku bukan?" Feli curiga.
"Adik Felix , apa yang kau katakan?" Frank mengelak.
"Felix benar, ada yang mencurigakan di antara kalian berdua." Ucap Allard.
"Frank, biarkan Felix dan kak Allard tahu. Jelaskan kepada mereka, apa alasan aku memberikan jubah itu kepada keluarga kita! " Geffrey menyela.
Frank menjelaskan tentang kabar yang di beritahukan Raja dari kerajaan Peace kepada Allard dan Felix. Allard dan Felix sangat marah dengan kabar yang di sampaikan Frank.
"Berani-beraninya mereka menyusup ke kerajaan ini ,akan ku binasakan penyusup itu!" Felix mengamuk.
"Apa kau bodoh ,Felix? Saat ini bukan waktu yang tepat untuk itu! Apakah kau benar benar ingin menghancurkan kebahagiaan kak Dalbert?!" Geffrey membentak.
"Maafkan aku , kak Geffrey" Felix merasa bersalah.
"Jadi, Geffrey alasanmu memberikan jubah ini pada keluarga kita adalah untuk perisai kita dari serangan?" Allard menyela.
"Itu benar ,kak Allard. Aku telah membuatnya bersama Frank" Jawab Geffrey.
"Jadi, itu alasannya jubah ini sedikit berat." Ujar Allard.
"Ini sangat berat untukku yah ternyata" Frank menyahut.
"Sebaiknya , sekarang kita temui dulu kak Agatha. " Geffrey mengusulkan pendapatnya.
"Kau benar , Geffrey. Ayo kita temui mereka!" Allard langsung menyetujuinya.
Mereka berempat pergi menemui Dalbert dan Agatha yang sedang duduk di kursi mereka. Mereka berempat memasang senyum palsu agar Dalbert tidak curiga dengan apa yang sedang terjadi.
__ADS_1