Kolonel Jendral , Felix Arthur.

Kolonel Jendral , Felix Arthur.
5 Putra keluarga Arthur.


__ADS_3

Di taman kota , Kerajaan Peace.


Para Tuan muda dari keluarga Arthur , sedang berlari pagi di taman kota Kerajaan Peace. Banyak gadis yang melihat ketampanan dari 5 Putra Arthur . Mereka menghirau kannya?. Tidak mungkin , di depan para gadis mereka mungkin terlihat dingin dan berwibawa. Tapi, saat di peristirahatan taman kota.


" Kak Dalbert..!" panggil Allard.


"hm? Jangan bilang tentang gadis gadis itu ! " Jawab Dalbert tegas.


"hoho.. kau juga merasa di idolakan bukan? " Tanya Allard.


"hah? mana mungkin ? " Tolak Dalbert dengan wajah merona.


" Geffrery , apakah ini saatnya pul- " Ucap Dalbert terpotong karena terkejut melihat padangan para gadis yang tertuju pada Geffrey saat membaca buku .


"hm? ada apa kak Dalbert? " tanya Geffrey.


"hmph..." Dalbert yang menghela nafas.


" Tenang kak , masih banyak kok gadisny- " Ujar Allard terpotong karena tatapan tajam Dalbert.


"hah.. Geffrey ,apa sekarang waktunya untuk pulang? " Tanya Dalbert.


" mungkin seharusnya begitu, kak" Jawab Geffrey.


" Allard , ajak Frank dan Felix untuk pulang! " Seru Dalbert.


" Baik , kak " Jawab Allard.


"Hey, Frank! waktunya sarapan pagi, ayo pulang! " Teriak Allard sembari melambaikan tangan kepada Frank.


" Baik , Kak Allard .. " Jawab Frank yang juga berlari kearah Geffrey.


" Dimana Felix? " Tanya Dalbert.


" Mungkin menghilang lagi.." Jawab Allard.


"Ha? anak ini.. Allard Bantu aku mencari!" Seru Dalbert .


"aku? " Tanya Allard.


"Ya, tentu saja kau." Jawab Dalbert.


"hah..Dasar Felix! Kalian berdua tunggu di sini dulu sampai Felix, kak Dalbert dan aku datang !" Ujar Allard denga muka kesal.


Geffrey mengangguk dan begitu pula Frank . Mereka seperti anjing peliharaan jika Allard sedang mengamuk.

__ADS_1


Allard dan Dalbert pun mencari Felix yang menghilang itu.


" a-anu kak Geffrey ! " panggil Frank.


"hm? " Jawab Geffrey.


" Dari tadi aku ingin tanya , apakah kau tidak takut saat membangunkan kak Allard ?" Tanya Frank.


" mana mungkin aku berani , aku mungkin akan di tendangnya . Jika aku berani membangunkannya.haha.." Jawab Geffrey dengan tawa yang manis.


"aw.. Tuan muda Geffrey!" Suara yang muncul dari gerombolan gadis gadis itu.


"F-frank , apa aku melakukan kesalahan? " Tanya Geffrey .


" Kak Geffrey ini , sangat tidak peka ya.." Jawab Frank dengan senyum ramah yang manis.


" oh.. yaampun mereka berdua sangat manis , aku jadi ingin membungkus nya!" Terdengar suara seorang gadis dari salah gerombolan itu.


"ah..aku juga..." sahut semua gadis di gerombolan.


" ah...." teriak gadis -gadis itu, saat Felix berjalan menuju ke arah Geffrey dan Frank.


"hmm.. ada apa sih ini? hm, kak Geffrey?" panggil Felix.


" Hm.. adik Felix ternyata kau yang paling banyak penggemar nya ya.." puji Frank.


"Hm.. Felix! " Panggil Geffrey secara tiba-tiba.


"iya,Kak Geffrey?" Sahut Felix yang merasa terpanggil namanya.


"Tadi, kak Dalbert dan kak Allard mencari mu kemana mana. Dari mana saja kau ? " Ujar Geffrey sambil menutup bukunya.


"oh.. Aku tadi melihat seorang paman tua yang yang ingin memetik apel . Tapi, dia tidak bisa menggapainya . Jadi, aku mengambilkannya " Penjelasan Felix yang menghindar dari amarah Geffrey dan Frank.


" Pasti bohong !" Ucap Frank dan Geffrey secara bersamaan dalam hati . Dengan senyum yang meragukan.


Setelah beberapa lama menunggu. Dalbert dan Allard pun datang dengan amarah seperti Singa Hutan.


Felix diam dan pura pura tidak melakukan kesalahan apapun .


"FELIXXX💢" Ucap Dalbert dan Allard secara bersamaan. Mereka datang menghampiri Felix . Sedangkan Frank dan Geffrey mengira kalau Felix akan di pukul. Tapi kenyataannya , Dalbert dan Allard malah memeluk Felix sampai mereka terjatuh di rumput.


" Felix , syukurlah kau tidak apa apa . kau dari mana saja " Ucap Dalbert.


Felix terkejut, begitu juga dengan Frank dan Geffrey. Gerombolan gadis gadis itu berteriak sangat keras. Tapi....

__ADS_1


" Kita selesaikan ini rumah! dasar Felix , kau terlalu menyusahkan saja seperti Allard ! " Ucap Dalbert berbisik .


Felix mulai gemetar karena baru pertama kalinya Dalbert marah kepadanya. Mereka bertiga langsung bangun dari rumput dan melepaskan pelukan palsunya tadi.


"Kalau sudah disini semua , ayo kita pulang " Ucap Dalbert.


"Baik kak..." Ucap semua putra Arthur selain Dalbert.


Mereka berlima segera pulang ke rumah mereka untuk sarapan pagi bersama. Sesampainya di rumah, mereka berkumpul sebelum memasuki rumah.


"Lain kali , Felix setidaknya kau harus pamit kepada ku sebelum kemana mana" Ujar Dalbert.


"Baik kak.." Jawab Felix dengan nada bersalah.


" Dengarkan itu! " Ucap Allard menyela.


"iya..iya " Jawab Felix.


Frank yang hanya tersenyum dari tadi karena melihat kekanakan- kanakan Felix. Geffrey yang dingin hanya menatap Felix sebentar dan menatap kembali bukunya.


" Sekarang kalian semua segera mandi dan cepat ke meja makan sebelum ayahanda datang menunggu !" Seru Dalbert.


" A-anu kak Dalbert" panggil Felix gugup.


"ya? " tanya Dalbert.


"Apakah sekarang aku boleh mandi?" Tanya Felix.


"Kenapa kau menanyakan itu?" Tanya balik Dalbert.


"Kakak bilang tadi kalau aku ingin kemana-mana harus pamit pada kakak" Jelas Felix .


Geffrey yang biasanya tak pernah tertawa , malah tertawa terbahak bahak bersama Frank dan Allard karena sikap Felix.


"dasar Felix" Eluh Dalbert sembari menggelengkan kepalanya.


" eh-eh.. apa aku salah? " Ucap Felix kebingungan.


"Kau terlalu berlebihan bodoh!" Ucap Allard.


Dalbert menghela nafas dan tersenyum kecil.


"Sudahlah ,ayo siap-siap! " Seru Dalbert .


" Siap kak.." Jawab ke 4 putra lainnya.

__ADS_1


Mereka berlima bersiap siap untuk mandi dan bersih diri untuk sarapan pagi bersama.


__ADS_2