
Aku pacaran dengan Angga dari SMK hingga lulus dan bekerja, ternyata dia emang memiliki hobby berselingkuh dan selama pacaran 5 tahun 3 kali ketahuan selingkuh, hingga yang terakhir ia berselingkuh ternyata dia lebih milih Lusi selingkuhanya di bandingkan dengan ku.
Setelah itu dia datang lagi dan menyesali semua perbuatannya, dan akupun mau saja dekat lagi dengannya karena aku memiliki tujuan tertentu aku ingin menghancurkan hubungan nya dengan Lusi.
Tak lupa aku pun mendekati selingkuhannya untuk ngehasut dan cari-cari informasi tentang mantanku itu, ternyata ia pun menjadi kan Lusi sebagai ladang uang nya saja. Sama hal nya saat masih bersama ku dulu.
Bahkan ia tidak malu menjadi benalu dan hidup dari uang perempuan yang sampai rela berhutang banyak demi gaya hidup.
Dan aku pun memiliki ide untuk membuat selingkuhan Angga menjadi ilfiel pada nya.
Tidak berselang lama kemudian mereka bertengkar hebat di share dalam sosial media dan mereka pun putus.
Angga meminta ku kembali pada nya, sampai ia memohon padaku agar aku mau kembali dengannya.
Ia merasa di beri kesempatan oleh ku dan dengan tidak malu nya ia mengira aku masih sayang dengan nya, namun semua itu jelas saja salah.
Aku lebih memilih menikah dengan laki-laki lain di bandingkan kembali dengan laki-laki benalu dan tidak malu itu.
Aku diam sejenak memikir kan semua nya dan entah ide dari mana sampai aku mau menerima nya kembali.
"Baik lah aku bersedia kembali pada mu.!" Ucap ku Dan seketika itu juga ia sangat bahagia.
"Kamu tidak tahu saja Angga, nanti setelah kamu benar-benar menyayangi ku. Aku akan meninggal kan mu sama persis seperti apa yang kamu lakukan pada ku dulu." ucap ku dalam hati.
Setelah kembali padanya hanya selang 1 bulan aku memutuskannya lewat pesan WhatsApp.
__ADS_1
" Sepertinya hubungan kita udah enggak bisa dilanjutin, kembali bersamamu aku kira akan bahagia ternyata tidak rasa sakit itu terus aku rasakan ketika melihat wajahmu, dan sebenarnya aku sudah memiliki calon suami." aku kirimkan pesan tersebut kepadanya
Kemudian dia langsung menelponku dengan gemetar meminta aku menjelaskan apa arti dari pesan tersebut.
" Ya itu semua benar aku sudah tidak mau denganmu dan aku akan menikah." langsung aku tutup telponnya dan aku nonaktifkan handphoneku.
Besoknya ternyata dia datang ke tempat kerjaku dia menungguku sampai pulang kerja, sepulang kerja dia menarik tanganku dengan kasar dan membawaku pergi ke tempat sepi.
"Apa maksud kamu.?" Ia bertanya padaku dengan nada tinggi.
"Aku tau dulu aku salah tapi sekarang aku sudah berubah." Dia berbicara dengan penuh emosi.
"Kau mungkin tidak mengerti, pernah sesedih itu aku saat kau tinggal pergi. Dan kini kau merasakan apa yang aku rasakan? bahkan mungkin lebih tapi yang harus kau ingat, banyak kesempatan yang sudah aku berikan tapi kamu memilih mengabaikannya seakan aku ini akan kembali memaafkan semua perbuatanmu. Semua perbuatan mu selalu aku maafkan selalu aku yang mengalah dan menyambutmu kembali, aku selalu mendukung apapun yang kamu lakukan dan memberikan apa yang kamu mau serta mengubah diriku menjadi yang kau Mau
Dia hanya terdiam, menunduk dengan mata yang berkaca-kaca seolah sudah kehabisan kata-kata.
Aku menangis tersedu-sedu mengingat kembali semua yang terjadi selama 5 tahun lalu, dimana aku merasakan tidak memperdulikan diriku sendiri demi memperjuangkan dia, menerima kembali setelah diselingkuhi memaafkan kesalahanya tapi yang aku terima hanya omong kosong.
Tapi aku dapat melewatinya dengan hebat meskipun menyisakan Trauma yang cukup dalam dulu pernah terpikir bahwa aku tidak ingin menikah karena takut diselingkuhi lagi.
Namun betapa beruntungnya aku bertemu dengan calon suamiku ini banyak hal-hal yang tidak aku dapatkan dari kamu tentu saja jauh berbeda dengan Angga.
Angga yang sudah aku temani dari nol hingga mempunyai segala tapi dia malah memilih teman sekantornya dan meninggalkanku, aku cukup tidak terkejut dengan prilakunya dia karena bukan sekali ini saja aku diselingkuhi olehnya.
...****************...
__ADS_1
Dulu mungkin aku terlalu muda untuk menginginkan hal serius dari hubungan kami sehingga menurutku pacaran 5 tahun itu sangat berarti dan bisa sampai ke pelaminan namun nyatanya aku salah dia malah masih mempermainkan ku seperti dulu
Pernikahanku digelar bulan November aku tidak banyak mengundang karena aku tidak begitu punya banyak teman begitu pula dengan suamiku kami hanya mengundang orang-orang penting saja buat kami.
Sebelum hari pernikahanku tiba Angga chat aku lewat dm Instagram karena kami sudah tidak menyimpan no satu sama lain.
"Selamat ya Cit buat pernikahannya aku salit ternyata kamu bisa memilih orang lain daripada aku."
"Apakah kamu tidak bercermin ke diri kamu sendiri Angga.?"
"Kenapa kamu menyalahkan aku seolah-olah kamu korbannya? Dari dulu aku yang selalu kamu tinggalkan demi perempuan-perempuan itu Angga.".
"Tapi aku selalu balik lagi sama kamu Cit karena emang enggak ada yang bisa gantiin kamu diposisi hati aku."
"Aku harus memilih yang terbaik buat masa depan aku dan aku gak mau menikah dengan mu dan penuh penyesalan semala hidupku! Mengenalmu saja membuatku menyesal karena kamu telah banyak membuang waktu ku dengan sia-sia."
"Jadi selama ini aku hanya penyesalan buat kamu.!"
"Tentu saja iya apa yang aku dapat dari kamu kalau bukan luka batin dan rasa trauma apa.?"
"Kamu sungguh jahat Citra."
"Tentu saja karena kamu yang mengajariku terlebih dahulu untuk menjadi jahat."
Setelah percecokan itu aku langsung memblokir Ignya dia karena aku sudah tidak mau terlibat dengannya lagi biarlah dia hidup dengan gayanya sendiri.
__ADS_1