
Apakah keputusanku kali ini benar? Sejujurnya memang aku masih takut dan ragu tapi hatiku masih berharap padanya apakah dia akan berubah? haruskah aku memberi kesempatan padanya? Sungguh semua ini membuatku bingung.
"Mau kakak jemput jam berapa Cit.?"
"Jam 9 aja kak bisa.?"
"Oke kalau gitu jam 8 kakak Otw ya."
"Baik kak, kalau sudah sampai nanti Citra kasih tau."
Harus pake baju yang mana ya? Masa pake kemeja lagi? Tapi cuman kebanyakannya kemeja sih apa aku pake T-shirt aja kali ya? aku memutuskan memakai T-shirt warna hitam dan krudung warna mocca biar kulitku terlihat agak cerah.
"Mah Citra pergi dulu ya."
"Jangan pulang terlalu sore nanti papa marah Cit."
"Siap mah."
Karena papa ku termasuk orang yang keras kepada semua anak-anaknya apalagi aku yang anak pertama, aku tidak boleh pulang lewat dari jam 3 sore tapi selalu aku langgar aku pasti pulang jam 4 ya telat 1 jam itu sudah melanggar aturan alhasil aku kena omel seharian.
Aku berangkat naik angkot karena seperti yang di janjikan kita ketemuan di deket sekolah biar aman, sejujurnya aku kurang percaya diri karena style aku sama style dia berbeda aku kayak norak gitu apalagi dengan kulitku yang tidak terlalu cerah berdekatan dengan kulit dia yang putih bikin insecure sampe ke ubun-ubun.
"Kak aku sudah sampai dideket sekolah."
Dia tidak membalas pesanku mungkin lagi dijalan kali ya, sambil menunggunya aku membeli roti kebetulan belum sarapan tadi dirumah bisa-bisa magh ku kambuh nanti malah ngerepotin.
Aku menunggu sekitar 20 menit akhirnya dia tiba dengan kemeja planel kotak-kotak hitam dengan tangan yang digulung membuatku terpesona sampe tidak bisa berkata-kata.
"Gilakkk ganteng banget siii." Aku bergumam didalam hatiku
"Ayok Cit, kok malah bengong sih."
__ADS_1
"Eh iya kak." aku pun naik setelah mengiyakan ajakan dia
"Mau kemana nih kita." Tanya dia
"Hah kita.?" Aku senyum-senyum sendiri
"Kemana aja deh kak terserah Citra ngikut aja."
"Kepelaminan mau.?"
Sa ae nih buaya darat aku harus fokus tidak boleh langsung luluh dengan rayuan gombalnya.
"Fokus Citra Fokus itu hanya modus." Aku meyakinkan hatiku
"Hahahaha." aku cuman tertawa
"Dih kenapa ketawa? Ada yang salah.?"
"Bentar ya isi bensin dulu."
Kami pun mampir ke Spbu terlebih dahulu, aku masih gugup dan hanya diam saja seperti patung.
"Cit ada uang 15rb dulu gak? Boleh pinjam kakak gak ada uang pas."
"Ini ada kak." ucapku
Kami pun melanjutkan perjalanan kembali, kali ini dia membawaku ke tempat yang sejuk jauh dari keramaian kayak piknik gitu sebelum masuk ke tempatnya kami membeli makanan ringan disalah satu supermarket.
Setelah sampai kami menyewa tikar untuk kami duduk, lumayan 10rb biasa terserah kita berapa lamanya jadi keitung murah gak sih? Kita duduk dibawah pohon pinus menghadap danau.
"Sukak gak tempatnya.?" Tanya dia
__ADS_1
"Suka banget kak enak sejuk hehe."
"Syukur deh kalo suka."
Aku pernah ke tempat ini cuman pas karyawisata gitu sama anak-anak paskibraka itu juga kami pergi ke air terjun yang sangat jauh.
"Kamu udah punya pacar belum.?" Pertanyaan yang memecah kesunyian
"Kenapa emangnya.?"
"Nanya aja sih siapa tau belum hehe."
"Kalau belum kenapa.?"
Tiba-tiba kak Angga memegang tanganku yang dingin karena grogi.
"Enggak ah nanti ditinggalin lagi."
"Maaf ya soal itu pasti kamu kecewa banget, aku emang egois waktu itu mementingkan perasaan ku sendiri tanpa melihat perasaan orang lain."
"Aku takut kecewa lagi kak, lubang yang kakak ciptain di hati aku cukup dalam." Duh bahasanya haha
"Tapi kali ini kaka beneran kok sama kamu." Tatapan mata yang meyakinkan
Gak bisa akutu kalo udah di tatap terus diberi janji-janji manis pasti luluh.
"Kakak janji gak bakalan kecewain kamu lagi." Sambil mengangkat kelingking
"Yaudah deh tapi janji ya jangan di ulangin lagi Citra sayang banget sama kak Angga."
"Aku juga cit, aku janji gak bakal ninggalin kamu."
__ADS_1
Kamipun berdua memutuskan untuk memulai hubungan lagi, semoga saja apa yang dia janjikan dia tepati.