
Setelah memutuskan untuk memikirkannya terlebih dahulu, aku meminta waktu selama 1 minggu untungnya dia menyetujinya.
"Aku tunggu jawaban kamu pas nanti kita ketemu, Hari minggu tanggal 17 April kebetulan aku pulang karena senin ada acara Back To School di sekolah jadi hari minggu kita bisa bertemu bagaimana.?"
Hah bertemu?? Niatku ingin menjawab perasaanya lewat pesan saja agar tidak malu mengungkapkannya tapi Angga malah mengajakku bertemu sungguh ini membuatku tidak habis pikir.
"Baik kak, kita akan ketemuan dimana.?" Tanyaku kepadanya
"Bagaimana kalau ditempat mie ayam dekat sekolah? Aku tunggu jam 9 pagi disana gimana.?"
"Baik kak, kalu begitu sampai jumpa hari minggu ya." Aku kegirangan tidak karuan ingin rasanya melompat tapi takut ibuku memarahiku.
Hari berganti hari dan pertemuan pun semakin dekat, aku sudah memikirkan akan memakai pakaian seperti apa? Meskipun masih 3hari lagi tapi hatiku sudah berdebar kencang, tidurpun terganggu karena sudah tidak sabar menantikan pertemuan itu.
Dan hari H pun tiba, aku berpakaian yang bagus dan nyaman buatku memakai kemeja hitam, celana jeans hitam dan kerudung warna mocca aku berangkat jam 8 karena aku takut nanti angkot ngetem lama jadi aky berangkat lebih awal.
Sesampainya di tempat aku melihat Angga ternyata sudah datang lebih dulu, berpakaian sangat rapih memakai T-shirt putih dan celana jeans hitam kulit dan bajunya seakan-akan menyatu karena sama-sama putih, haduhhh aku insecure jadinya huft.
"Haii kak, maaf ya udah bikin kak angga nunggu." Ucapku sambil menunduk karena malu
Biasalah pertemuan pertama sangat membuatku gugup dan berbicarapun terbata-bata seperti orang gagap.
"Ah enggak kok cit santai aja, ayok cit duduk mau pesan makan apa?" Tanya nya sambil menarik tanganku untuk diajak duduk
"Langsung makan nih kak.?" Masih pagi buset langsung makan mie
"Iyalah masa cuman numpang nongkrong doang, nanti diusir si abangnya" Ucapnya sambil tertawa
Kamipun memsan makanan yang sama yaitu mie ayam, sambil menunggu makanannya jadi Angga menatapku dan menanyakan jawaban yang selama 1 minggu dia tunggu.
"Gimana keputusannya citra.?"
Aku terdiam dalam hati aku ingin bilang iya tapi kenapa susah sekali terucap, lidahku menjadi kelu dan tidak bisa berkata-kata kemudian aku mengambil nafas panjang biar aku tidak grogi.
"Kenapa kak Angga suka sama aku.?" Tanyaku sambil menunduk karena tidak sanggup menatapnya
__ADS_1
"Ya karena kamu cantik, baik dan humoris aku suka tatapan matamu yang sangar itu." Dijawab sambil tertawa
"Kak Angga ngeledek aku ya? Emang tatapan aku sangar.?" Biasalah cewe sensitif
"Eenggak kok aku cuman bercanda aja citra, ya entahalah karena aku nyaman aja sama kamu."
"Iya kak citra mau jadi pacar kak Angga" Jawabku pelan karena malu
"Gimana cit gak kedengeran.?"
"Ihhhh kak Angga masa gak kedengeran sih? Iya Citra mau jadi pacar kak Angga puas.?"
Dia tertawa keras sambil mengusap kepalaku, yang membuatku saltingggggg gila mungkin waktu itu muka ku merah padam karena salting.
"Nah sekarang baru kedengeran, makasih ya citra udah nerima kakak." Ucapnya sambil tersenyum dan menatapku dengan hangat
Kami pun lanjut mengobrol sambil makan mie ayam, dia menceritakan masa-masa PkL nya karena tahun depan aku juga bakal ngalamin PkL juga jadi kami berbagi cerita satu sama lainnya, setelah makan mie ayam kamipun pergi ke salah satu Warnet didekat sekolah karena kak Angga mau bikin laporan untuk memenuhi tugas PKL.
Setelah dari warnet kami pun pulang, aku pulang naik angkot kak Angga pun sama naik angkot karena waktu itu dia belum di kasih ijin bawa motor sama orang tuanya.
"See you besok disekolah ya citra."
Hari senin kali ini sangat special bagiku tidak sama dengan hari senin sebelumnya, kenapa? Ya karena aku punya punya pacar kalu tidak malu mungkin aku berjalan sambil melompat-lompat saking senangnya.
Sesampainya di sekolah aku melihat kak Angga dan teman-temannya sedang berkumpul di depan mesjid, aku pun lewat didepannya lebetulan kelasku dibelakang mesjid.
"Haii kak, Selamat pagi." Ucapku sambil tersenyum yang paling manis
"Pagi juga citra." Dia tersenyum biasa saja
Dia kenapa kok biasa saja? Dia kok enggak nyamperin aku padahal aku perhatiin kalo orang pacaran ketemu pacarnya di samperin terus di anterin sampe kelas? Apa aku yang lebay pengen diperhatiin lebih? Yaudahlah ya mungkin takutnya bentar lagi masuk jadi takut ketinggalan.
"Kak Angga pulang jam berapa.?" Pesan yang aku kirim ke kak Angga.
"Jam 12 kayaknya, kenapa.?" Jawabnya
__ADS_1
"Enggak nanya aja kak, semangat ya bimbingannya."
Dia tidak membalas pesanku, mungkin lagi fokus bimbingan jam istirahat pun tiba, aku pergi ke kantin dengan Rara temanku kami membali cimol dan batagor kuah kesukaanku
Disana ada kak Angga dengan temannya duduk sambil makan cireng, aku pun menyapanya ya masa papasan sama pacar gak nyapa.?
"Haii kak Angga, udah beres bimbingannya."
"Belum cit 1 jam lagi, duluan ya cit."
Kenapa dia ketus banget sih? Apa dia malu atau gimana.?
Derrrttttt. . .Derttttt bunyi notifikasi hpku
"Citra nanti pulang aku tungguin di gang deket tukang gado-gado ya."
"Baik kak." jawabku singkat
Bel pulang pun berbunyi, aku beres-beres dan karena tidak sabar untuk bertemu dia hehe, Aku nungguin dia ditempat yang sudah di janjikan.
"Sorry ya cit bikin nunggu lama.?"
"Iya kak gak papa gak lama kok, mau kemana kak.?"
"Enggak kemana-mana sih pengen pulang bareng aja."
Sebenernya pengen nanya tapi takut merusak suasana.
"citra.?"
"Hmmm iya kak.?"
"Cit bisa gak kalu di sekolah kita pura-pura enggak kena.?"
"Kenapa begitu kak.?"
__ADS_1
"Kakak enggak terbiasa aja pacaran di sekolah, lagian yang penting kan kita sama-sama tahu ka lu kita pacaran."
Akupun menyetujuinya tanpa banyak pertanyaan aku pikir itu hal yang wajar dan mungkin dia orangnya cukup tertutup jika menyangkut masalah pribadinya.