
Aku dan Rara memutuskan untuk keluar dari Osis karena satu dan lain hal kalin tau lah ya, tapi Rara ikut-ikutan juga keluar dari Osis.
Dan 4 bulan pun berlalu begitu cepat, aku sudah tidak pernah mendengar kabar darinya meskipun pernah sesekali berpapasan disekolah tapi seperti semula kami tidak bertegur sapa.
"Cit ada gosip baru masih anget neh."
Kalo masalah gosip Rara itu kayak Lambe turahnya sekolah deh gitu selalu update entah darimana dapetnya tu anak.
"Apenih."
"Katanya si kak Angga udah putus lagi sama kak Resa."
"Penting banget ya beritanya.?"
"Pentinglah lau kan masih suka stalking Facebooknya dia kan.?"
"Enggaklah kata siapa? Sotoy banget deh Ra."
Padahal stalking sampe ke akar hampir tiap malem tidak terlewatkan.
"Biarlah Ra palingan bentar lagi dapet pacar kan dia serepnya banyak"
"Awas aja lu ya sampe balikan lagi sama dia."
"Enggaklah Ra udah cukup sakit hati dan kecewa." padahal masih ada rasa
Bel pulang pun berbunyi, aku pulang duluan karena Rara ada kepentingan dulu jadi aku pulang sendirian, sambil menunggu angkot datang aku beli ice cream karena ya itu salah satu kebiasaan ku juga.
__ADS_1
Derrtttt. . Derrttt tiba-tiba Hpku bergetar langsung aku liat pesannya dan sungguh terkejut aku melihatnya cah elah, satu pesan masuk dan itu dari Angga.
"Masih suka makan ice cream."
Aku celingak-celinguk nyari orangnya tapi gak ada, ada angin apa ni bocah kirim pesan, padahal udah 4 bulan lamanya kita lost kontak.
"Nyari siapa Citra? Nyari aku ya? Hehehe."
"Maaf ini siapa ya.?" Tanya ku pura-pura tidak tahu
"Wah Citra keterlaluan sih, mo aku udah kamu hapus ya Cit.?"
Aku abaikan pesannya kemudian naik angkot karena kebetulan angkot ke arah rumah ku udah datang.
"Cit apa kabar.?" Tanyanya kembali
"Bener-bener gak tau atau pura-pura gak tau.?"
"Gak tau beneran? Kok tau sih tadi Citra lagi makan ice cream.?"
"Taulah itukan kebiasaan kamu."
"Ini Angga Cit."
"Oh Kak Angga, ada keperluan apa kak.?" Tanyaku
"Enggak mau tau aja kabarnya Citra boleh kan.?"
__ADS_1
Enggak pokoknya aku gak boleh goyah, pokoknya aku gak boleh masuk ke lubang yang sama.
Dan aku memutuskan untuk enggak membalas pesannya bertujuan untuk membalas dendam biar dia rasakan gimana rasanya di abaikan.
"Kok gak dibales sih Cit? Masih marah ya.?"
"Kakak minta maaf ya bikin Citra kecewa dan sakit hati."
Berasa enggak ada beban banget sih dia udah ninggalin aku demi mantannya terus ngilang gak ada kabar dan sekarang datang menanyakan kabar.
"Enggak kok kak, lagian udah lama jugakan."
"Kakak merasa bersalah banget sama kamu Cit kepikiran terus."
Halah buaya-buaya kepikiran terus kenapa baru datang sekarang? Ingin rasanya ku balas pesan dia seperti itu namun apa daya aku gak sanggup.
"Terus kakak maunya apa sekarang ngechat Citra.?"
"Kangen aja Cit hehe."
Manusia durjana satu ini memang tidak tau malu, tapi waktu itu aku masih dimabuk cintanya dia jadi luluh dan terus saling bertukar pesan.
Runtuh sudah dinding move on yang sudah aku bangun cuman dengan sapaan "Apa kabar Citra" sungguh lemahnya diriku waktu itu.
"Gak salah kak? Jangan kayak gitu nanti pacarnya marah lagi."
"Enggak kok Cit, kakak udah putus sama Resa."
__ADS_1
Semuanya terasa mudah bagimu datang dan pergi seenaknya tanpa melihat hati yang telah kamu sakiti.