Kubalaskan permainanmu

Kubalaskan permainanmu
Datangnya Masalalu


__ADS_3

Tanganku gemetar aku sambil aku pandangi dan ku baca berulang kali pesan tersebut, aku takut salah baca dan aku yakinkan terus menerus tapi ternyata itu benar adanya dan itu memang dari kak Angga.


Belum genap 1 bulan aku sudah ditinggalkan demi masalalunya, pantas saja dia tidak mau mempublikasi hubungan kita disekola bahkan berpapasanpun tidak boleh saling sapa ternyata inu alasannya.?


Langsung aku telpon untuk memastikan maksud dari pesan tersebut itu apa.?


"Hallo kak Angga."dengan suara gemetar menahan tangis


"Iya hallo cit, kenapa.?"dengan nada santainya dia


"Ini maksud pesan dari kak Angga apa ya? Citra gak paham kak.?"


"Maaf ya Cit kalo aku bikin kamu sakit hati bukan maksud aku begitu sama kamu, tapi jujur aku masih ada rasa sama Resa aku gak bisa bohongin hati aku Cit aku masih sayang sama dia maafin aku ya Citra."


Aku tidak bisa berbicara sepatah kata pun langsung aku tutup telponnya, aku hanya menahan tangisku agar tidak bersuara, rasanya sesak di dada tanpa pikir panjang aku tutup telponnya aku menangis dengan ditutupi bantal agar suaraku tidak terdengar oleh mamah.


Padahal belum genap 1 bulan tapi aku sudah sesayang itu sama kak Angga rasanya sulit di percaya aku di permainkan seperti ini.


Esok harinya aku bersekolah seperti biasa tapi dengan mata sembab karena menangis semalaman, malu rasanya kalo bisa kesekolah pake kacamata hitam mungkin aku sudah memakainya.

__ADS_1


"Mata lu kenapa Cit.?" Tanya Rara


"Kenapa apanya? Gak kenapa-kenapa kok."


"Gak mata lu bengkak jir, lu abis nangis ya.?" tanya dia mendesak


Seketika tangisku pecah di pelukan Rara, dan Rara hanya mengusap-ngusap punggungku tanpa bertanya apapun lagi


setelah aku berhenti menangis dia baru bertanya kembali.


"Kamu kenapa? Coba deh cerita Cit biar tenang."


"Bad** hampir saja mengeluarkan kata-kata mutiara, wah gila sih saiko kali tu orang jahat bener kalo ada nih gw pukul dada sampe bunyi Degg."


Aku tertawa mendengar celotehan bocah 1 ini emang lawak banget.


"Aku harus kayak gimana Ra, jujur aku masih sayang sama Kak Angga."


"lu harus move on laki-laki kayak gitu udah buang aja gak bener." Rara berbicara dengan penuh emosi

__ADS_1


"Kalau aku gak bisa gimana Ra? Kita kan masih 1 organisasi pasti nanti ketemu terus."


"Kita keluar aja dari Osis Cit, nanti aku yang bilang ke kak Yusa."


Jam istirahat tiba, aku dan Rara pergi ke kantin seperti biasannya dan Walaaaaa dipojokan ada sepasang manusia sedang memadu kasih yups betul kak Angga dengan Resa padahal pas sama aku harus sembunyi-sembunyi malu mungkin.


"Pen gw siram pake kuah batagor tu anak dua." Ucap rara dengan sewot sambil menjulingkan matanya


"Gak usah biarin aja."


"Ya gw bilang aja si Cit, mana berani gue nyiram." Dengan nada mengejek sambil tertawa


Kami pun pergi dengan membawa jajanan, aku berusaha cuek dan tegar melihat mereka berdua meskipun aslinya sakit tapi yaudahlah mau gimana lagi sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik dan mau berusaha sekeras apapun kita pemenangnya tepan masalalunya.


"Jadi total lu jadian sama kak Angga berapa bulan.?"


"Belom juga sebulan Ra."


"Masih bisa cepet move on kalo kayak gitu santai banyak yang lebih dari dia, biarkan dia bersama masalalunya dia tidak tau membaca buku yang sama yang sudah tau endingnya itu enggak seru."

__ADS_1


"Sunggung bijaksana sekali suhu ku ini, angkat aku jadi murid mu suhu."


__ADS_2