Kubalaskan permainanmu

Kubalaskan permainanmu
Playing Victim


__ADS_3

Setelah pertengkaran hebat kami, dia menghilang selama 1 minggu tidak ada kabar apapun dan akupun tidak menghubunginya aku sudah mulai merasa tenang saat itu karena aku fikir semua telah usai.


Namun aku salah, dia datang lagi untuk yang kedua kali nya dia mengajakku pergi ke dekat tempat kopi di sekitaran tempat kos ku, kemudian dia bertanya kembali apa aku yakin menikah dengan orang lain? Dia fikir selama ini dialah satu-satunya yang paling aku cintai.


"Sumpah ini tidak masuk akal! Bukankah kamu hanya cinta padaku Citra.?" Tanyanya dengan mata melotot


Aku terdiam menghela nafas panjang sambil menatapnya aku pun mulai menjelaskan semua kepada Angga.


"Itu memang benar, tapi itu dulu sudah menjadi masalalu buat aku sekarang rasanya sudah hambar mungkin masih ada rasa tapi bukan cinta ngga." Ucapku kepada angga


Memang move on jalur ilfiel itu benar adanya dan dapat begitu cepat aku bisa melupakannya,


Namun memang masih ada yang tersisa tapi bukan cinta melainkan kenangan yang sudah dilewati bersama-sama.

__ADS_1


"Keputusanku sudah bulat aku jelas sudah tidak mencintaimu.!" Tegasku kepadanya


"Terus apa arti selama ini kita dekat kembali citra? Apa itu semua tidak ada artinya dimatamu? Apa kamu datang dengan sengaja lalu menghancurkan hidupku.?"


Angga merasa dia seolah-olah korban disini tapi dia tidak berpikir dialah yang menyebabkan semua ini terjadi, dia yang sudah menyalakan api terlebih dahulu tanpa dia sadari api yang dia mainkan semakin besar.


"Jadi waktu kita kembali bersama kamu sudah bersama dia? Citra kamu telah membuatku kecewa, apa ini semua balas dendammu Kepadaku.?


"Aku sudah berulang kali memberimu kesempatan, memaafkan semuanya memberikan dukungan apapun kepadamu dari awal kita berpacaran apalagi yang kamu cari angga? Apa yang membuatmu merasa tidak puas selama ini.?


Aku berbicara dengan penuh emosi aku merasakan rasa sesak didadaku seolah kejadian dimasalalu baru terjadi kemarin sore aku merasakan bagaimama sakitnya ditinggal pas lagi sayang-sayangnya disia-siakan disaat aku butuh dukungan.


Dia malah bersenang-senang dengan selingkuhannya tanpa sedikitpun memikirkanku.

__ADS_1


"Apa sekarang kamu sudah merasa puas citra.?" Tanya nya kepadaku


Akupun terdiam aku merasakan rasa bersalah didalam hatiku, namun pikiranku menolak rasa bersalah tersebut aku pikir yang aku lakukan sudah benar aku harus mengajarkan dia sebuah kehilangan dengan rasa sakit yang sama.


"Apa ini terlalu keterlaluan bagimu angga? Coba ingat kembali apa yang telah kamu perbuat? Ini sudah cukup bukan untuk kamu renungkan semuanya.?".


"Seblum kamu pergi jangan lupa bayar hutang kamu.!" Ucapku dengan tegas


Akupun berlalu pergi meninggalkan dia sendirian, dia hanya duduk terdiam tanpa mengejarku mungkin dia sedang merenungkan kembali perbuatannya.


Sepanjang perjalanan aku memikirkan kembali semuanya hati dan pikiranku seakan berperang, hatiku berkata aku sama jahat dengan dia namun pikiranku berkata perbuatan dia jauh labih jahat dibanding apa yang aku lakukan kepadaku dulu.


Tidak hanya menyakiti ku dia juga telah menyakiti kedua orang tua ku, perbuatan itu yang paling tidak bisa aku terima entah apa yang dia pikirkan? Apa dengan menyakiti ku saja tidak cukup buat dia.?

__ADS_1


__ADS_2