Kubalaskan permainanmu

Kubalaskan permainanmu
Pendekatan Kembali


__ADS_3

Terus kalu udah putus sama mantannya apa urusannya denganku? Kenapa dia menghubungiku kembali? Aku barus teguhkan imanku agar tidak goyah.


"Cit kok chat semalam tidak dibalas sih.?"


Gilakkkk pagi-pagi buta dia udah ngechat aja padahal biasanya aku yang selalu duluan ngechat dia itu pun jarang dia balas.


"Maaf kak semalam Citra ketiduran."


"Sepulang sekolah kamu ada acara gak.?"


"Kenapa emangnya kak.?"


"Enggak cuman mau ngajak pulang bareng aja."


"Aku udah janji mau ke warnet sama Rara, maaf ya kak."


"Yaudah kapan-kapan kasih tau ya kalau senggang Cit."


Cerita gak ya sama si Rara kalo kak Angga ngajak pulang bareng? Takutnya dia ngamuk kalo gak di kasih tau, setibanya disekolah aku langsung cerita ke Rara.


"Ra ra ra. . ."


"Woyyyy ngape.?"


"Si kak Angga ngajakin pulang bareng gimana dong.?"


"Gilak kali, lu mau jalan sama cowo orang.?"


"Dia bilangnya sih udah putus."


"Menurut gue jangan wey nanti lau berharap lagi, patah hatinya gak main-main."


Seharian aku merenungkan perkataan Rara, tentu saja hatiku bertolak belakang dengan pikiranku rasanya aku ingin pulang bersamanya tak dapat dipungkiri aku juga merindukannyaaku haru bagaimana ini.?

__ADS_1


"Gimana udah Lau tolak Cit.?"


"Udeh aku bilang udah ada janji bareng lu ke warnet."


"Good Girl, lets go kita ke warnet."


Karena ke warnet emang buat alesan doang biar bisa nolak sesampainya di warnet kita bingung mau ngapain.


"Kita ngapain ke warnet.?"


"Apa kek main game atau nonton Youtube."


Aku dan Rara cuman ngabisin waktu 1 jam di warnet untuk nonton Youtube dan maen Facebook, tanpa sengaja entah mungkin sengaja pas mau bayar kak Angga juga mau bayar.


"Kok bisa pas gini sih momentnya.!" bisikku ke Rara


"Iya anjir apa mungkin dia ngikutin lu."


"Eh Citra, haii Ra.?" Sapanya kepadaku dan Rara


"Haii kak." Jawabku dengan Rara berbarengan


"Udah ngewarnetnya.?"


"udah kak ini kami mau pulang."


"Oh sekalian aja mas saya bayar yang ini juga."


"Eh kok gitu, gak usah kak gak apa-apa."


"Gak papa kok santai aja, duluan ya." jawabnya sambil pamit


"Malu beut kita Ra, ayok pulang."

__ADS_1


"Gak papalah sesekali dapet rezeki gak baik kalo di tolak."


Aku dan Rara pun pulang naik angkot karena rumah kami satu jurusan meskipun lebih jauh aku.


Derrttrr. . .Derrttt tiba-tiba hpku bergetar dan benar itu pesan dari kak Angga, jadi sering banget ya Doi ngechat aku.


"Udah sampai rumah belum Cit.?"


"Sebentar lagi kak."


"Oh yaudah hati-hati, tadinya mau kakak anter pulang tapi masa semotor bertiga kan gak enak hehe."


Kayaknya dia bener-bener berubah deh dari yang dulu cuek banget sampe pacaran pun cuek gak pernah nawarin pulang dianterin, mentok-mentok paling dianterin sampe naek angkot apa kali ini kak Angga bener-bener ya suka sama aku.?


"Hari minggu main yuk." Ajaknya


"Kemana?." jawabku singkat


"Kemana aja yang kamu mau ayok."


Lahh malah nanya balik, aku yang tinggal jauh di pedalaman gak pernah main jauh dan enggak tau tempat main mentok-mentok warnet sama pasar udah.


"Aku gak tau tempat main kak, ngikut kakak aja."


Kok gue jawab gitu sih? Berati gue mau dong diajak maen, tamat riwayat gue sama Rara nih bisa ceramah 7 hari 7 malam tiada henti.


"Yaudah nanti aku jemput dideket rumah kamu ya."


"Gak usah kak, jemput di deket sekolah aja kasian rumah aku jauh."


Takut juga ketauan ama bapak gue berabe nanti.


"Yaudah See you."

__ADS_1


__ADS_2