Kubalaskan permainanmu

Kubalaskan permainanmu
Long Distance Relationship


__ADS_3

Pas masuk Smk aku memang punya cita-cita ingin bekerja ke luar negri karena melihat banyak alumni yang sukses kerja disana dan sekarang setelah lulus aku langsung mendaftarkan diri ke salah satu Yayasan.


Aku berniat memberi tahu Angga ketika aku lulus seleksi nanti dan itu pas hari anniversary kita yang ka 4 tahun jadi aku harus mempersiapkan diri untuk berbicara denganya apapun konsekuensinya aku terima karena ini sudah keputusanku.


"Hari sabtu kamu Free gak.?" Tanyaku kepada Angga


"Kayaknya hari minggunya deh kenapa Cit.?"


"Ada yang mau aku omongin aja penting."


"Yaudah hari minggu kita ketemu."


"Baiklah."


Semisalnya Angga tidak mau Ldr aku sudah siap berpisah dengannya meskipun berat tapi aku pun sudah bulat dengan keinginanku yang tidak dapat aku ubah begitu saja.


Hari minggu pun tiba dimana kita janjian mau ketemu disalah satu tempat Caffe yang cukup populer di kota ku, aku memesan roti tiramisu dengan secangkir kopi begitupun dengan Angga.


Aku memulai pembicaraan dengan sangat hati-hati meskipun pada akhirnya pasti dia akan mengerti aku cuman takut atas jawaban yang dia berikan.

__ADS_1


"Angga aku mau kerja ke Malaysia boleh.?"


Dia terdiam seperti terkejut dan cuman menatapku dalam seolah-olah dia tidak ingin ditinggalkan, ya meskipun sekarang kami Ldr tapi cuman beda kota kami masih bisa bertemu meskipun jarang sekali.


"Kenapa harus ke Malaysia?." Tanyanya


"Itu sudah keputusanku sejak masuk sekolah aku sangat ingin bekerja kesana Ngga."


"Jika itu keputusanmu baiklah, aku akan mendukungmu apa yang baik untukmu."


"Tapi kamu siap untuk Ldr.?"


"Kalau misalkan enggak siap bilang dari sekarang aku enggak maksa kamu juga kok."


"Iya aku siap, aku bakalan nunggu sampai kamu pulang aku janji."


"Janji ya jangan macem-macem disini."


"Iya aku janji."

__ADS_1


Kami pun melanjutkan obrolan dengan topik yang berbeda tapi aku lega Angga mengijinkanku bekerja jauh darinya dan dia juga berjanji akan menungguku kembali.


Setelah aku berbicara seperti itu Angga jadi makin perhatian dan kita sering bertemu untuk menghabiskan waktu karena waktu pemberangkatanku tinggal 2 minggu lagi, rasanya sedih ketika mendekati hari H tidak setegar pas pertama.


2 minggu berlalu begitu cepat dimana hari pemberangkatanku sudah tiba aku diantar oleh keluarga ku menuju bandara dan aku sudah mengajak Angga tapi Angga tidak mau katanya dia enggak kuat.


Semalaman kami bercerita lewat telepon itu durasi yang paling lama semenjak kita pacaran, banyak hal-hal yang kita omongin rencana-rencana yang kita buat untuk kedepannya akan seperti apa.


Aku menangis tersedu-sedu sambil memeluk ibuku dan adikku serta keluarga lainnya karena ya aku anak pertama dan langsung bekerja jauh ke Negri Jiran, aku menyempatkan untuk mengirim pesan ke Angga sebelum Flight.


"Angga aku berangkat ya, kamu jaga kesehatan."


"T_T kamu hati-hati sayang, sumpah sedih banget semalaman aku nangisin kamu Cit."


"Percayalah kalau kita yakin kita akan bertemu kembali, jangan nakal-nakal."


"Iya aku janji enggak bakalan nakal kamu juga awas tuh kepincut orang sana, aku punya lagu buat kamu."


Dia mengirim lagu Tulus yang berjudul Teman Hidup dan Lagu Rizky Febian Kesempurnaan Cinta, sepanjang penerbangan aku ngederin lagu tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2