Kubalaskan permainanmu

Kubalaskan permainanmu
Manusia Tidak Pernah Berubah


__ADS_3

Hari berganti hari dan Bulan berganti bulan tidak terasa sudah 6 bulan lamanya aku bekerja di negri Jiran, aku melewati hari-hari yang biasa saja tentunya dengan suport Angga.


Namun semenjak kepindahannya ke Bandung dia mulai sibuk marena dia dipromosikan naik jabatan tentunya tanggung jawabnya semakin besar.


Kami bertukar pesan hanya sehari sekali dan itu pun sangat jarang apalagi berlawanan shift kerja karena disini aku kerja ada 2 shift, shift malam dan pagi itupun pertukarannya satu bulan satu kali.


Aku istirahat kerja jam 12 malam sedangkan di Indonesia jam 1 pagi selisih Indonesia dengan Malaysia 1 jam jadi kalau misalkan aku istirahat kerja dia sudah tidur pas aku pulang kerja dia berangkat kerja begitu seterusnya sampai aku tukar shift.


"Kamu udah berangkat kerja Ngga.?"


"Ini baru mau berangkat, kamu udah pulang Cit.?"


"Ini aku lagi dijalan mau pulang terus mandi tidur deh hari ini aku cape banget, jangan lupa sarapan ya Ngga."


"Iya Cit, kamu juga."


Hanya sebatas itu saja komunikasi kami berkurang seiring berjalannya waktu entah apa yang membuat semuanya berubah, mungkin yang pasti kita sama-sama sibuk.


Dan di weekend pun dia masih tetap sibuk karena sekarang dia menemukan hoby baru yaitu naik Gunung jadi semakin jarang komunikasi kami.


"Cit hari ini kamu gajian ya.?"

__ADS_1


"Iya Ngga kenapa.?"


"Enggak gini Cit akan beli sepatu gunung ditemen nah uangnya kurang 300rb aku boleh pinjem dulu gak? Nanti gajian aku ganti."


"Nanti aku liat dulu gaji aku ya, soalnya mau kirim ke mamah juga kan."


"Iya sayang aku ngerti kok nanti kasih tau ya, jangan lupa makan Cit love you."


"Iya me too."


Tumben-tumbenan banget dia ngechat kayak gitu, aku ngecek gajiku dan aku kirim ke Mamah untuk ditaung sebagian buat bekal aku dan main karena hidup butuh hiburan bukan?


"Angga aku adanya cuman 200rb gimana kamu mau.?"


Tanpa basa-basi aku langsung Tf ke dia, bukan kali pertama sih dia sering banget minta Tfan entah buat beli keperluan naik gunungnya dia buat setoran motor dia kadang minjem ke aku.


"Uanganya udah aku Tf ada gak.?"


"Ada Cit makasih banget ya nanti aku ganti deh."


"Iya pake aja dulu Ngga."

__ADS_1


Aku selalu mensuport apa yang dia mau yang dia suka karena aku gak mau kehilangan dia jadi semuanya aku berikan berapapun tapi kalau aku ada kalau gak ada ya gak aku kasih cuman ujunga-ujungnya pasti marah dan gak ngasih kabar.


Kebetulan hari Minggu sekarang dia enggak kemana-mana rencananya aku mau nelpon sekitar pukul 9 malam aku sudah bilang sama dia dan dia juga mengiyakan.


Tapi pas aku telpon nomer nya menunggu yang artinya nomer tersebut sedang menelpon kemudian aku chat dia.


"Kenapa Menunggu? Kamu lagi telponan bukan.?"


Pesan aku sama sekali enggak dia bales, aku mencoba berpikir positive mungkin dia sedang nelpon dengan ibunya jadi aku akan mencoba beberapa jam lagi.


Dan masih sama nomer telepon masih keadaan menunggu aku tunggu lagi sampai jam 1 pagi tapi masih tetap sama menunggu, aku hanya bisa menangis karena ya sakit hati aja padahal aku sudah bilang sebelumnya mau nelpon ke dia.


Ting. . . Tiba-tiba hpku berbunyi dan ada 1 pesan masuk ternyata dari Angga.


"Maaf ya Cit hp akunya di pinjam temen buat nelpon ke pacarnya, jadinya aku gak enak buat ganggu juga."


"Sungguh masuk akal.!"


"Beneran Citra aku berani sumpah sama kamu qpa kamu mau bicara sama temen aku.?"


"Ngapain buang-buang waktu saja, Udah ya Ngga aku mau tidur."

__ADS_1


Aku matikan Handphoneku dan aku menangis sampai tertidur, aku terlalu cepat menyimpulkan bahwa manusia bisa berubah nyatanya sipat itu gak bisa kita rubah sampai kapanpun.


__ADS_2