
Aku tidak berfikir aneh-aneh yaudah jalanin aja sebagaimana mestinya, mungkin setiap orang punya prinsip berdeda-beda yang penting kita yang jalanin.
Hari-hari pun berlalu sudah 2 minggu kami berpacaran dan dia pun sudah selesai pkl, tapi sekarang dia jarang memberi kabar ya mungkin sibuk bikin laporan untuk presentasi nanti.
"Kamu sibuk ya?" AkU mengirim pesan singkat karena sudah 3 hari tidak ada kabar disekolah pun kami tidak bertemu.
"Iya nih maaf ya cit, aku sibuk bikin laporan kamu pulang jam berapa? Bisa temenin aku ke warnet buat ngerjain laporan.?"
Hatiku senang akhirnya dia ngajak aku bertemu setelah 3 hari tidak ada kabar, jam pulang pun tiba aku menunggu dia ditempat biasa.
"Haiii Citra." Sapanya dengan nada lembut
Yang ditunggupun tiba seperti biasa dia masih rapih dan wangi beda sama aku yang krudung sudah tidak beraturan bau matahari lagi,
"kamvret tau gitu aku minta minyak wangi ke si Rara." Yaudahlah ya gasken aja
"Ayok kak mau ke warnet mana.?"
"Warnet dukun gimana? Doalnya di yang satunya lagi penuh." Tanya nya
"Ayoklah kak dimanapun asal sama Kak Angga mah ayok aja." Rayu ku hahay jijiq gak sih kalian wqwq
"Sa ae lu." jawabnya sambil mengusap kepalaku
Sesampainya di dukun maksudku di warnet dukun kita duduk di paling pojok karena yang depan sudah penuh, aku pun duduk diam sambil minum ale-ale rasa jeruk ngeliatin dia bikin laporan.
Ketika dia udah beres bikin laporan, masih sisa 1 jam lagi paket warnetnya terus kak Angga saranin buat nonton film saja.
"Masih ada 1 jam lagi nih mau nonton film gak.?"
"Boleh kak."
"Kamu mau nonton film apa? Horor, komedi apa romance.?"
"Apa aja deh kak, ngikut aja."
Dan akhirnya kita nonton Film Romance China, yaitu Your The Apple Of my eye. filmnya seru tapi sad ending huhu, tapi tanpa di sadari ending dari film tersebut hampir sama persis dengan kisah cinta kita.
"Pulang yuk keburu sore kasian kamu takutnya enggak ada angkot." Ajaknya pulang
"Emh. . Ayok kak." Padahal dia bawa motor apa gak mau nganterin gitu?
Setelah kak Angga bayar warnetnya kami berdua pun keluar dan dia nungguin aku sampe dapet angko, dan angkot nya pun datang.
"Aku pulang duluan ya kak, kalo pulang hati-hati kak."
"Baik, hati-hati juga Cit."
Sepanjang perjalanan aku berpikir kenapa dia enggak mau nganterin aku? Apa dia lagi buru-buru ya? Yaudahlah enggak usah berpikiran macem-macem.
__ADS_1
"Mah Citra berangkat dulu ya."
"Kamu gak sarapan dulu Cit.?"
"Enggak mah ini udah kesiangan nanti disekolah aja mah, yaudah citra berangkat mah
Asallamualaikum."
"Walaikumsallam hati-hati nak."
"Mampus kesiangan ini." Sepanjang perjalanan aku berlari karena takut ketinggalan angkot terakhir soalnya kalau angkot yang lain past ngetem lama banget.
Dan benar saja aku tertinggal angkot terakhir, mana ojek jugak gak ada terpaksa aku naik angkor yang lain.
"Pak ngetemnya masih lama gak? Soalnya aku takut kesiangan."
"Enggak kok neng 2 menitan lagi berangkat."
Karena jarak dari rumahku ke sekolah lumayan sekitar 15 menitan, mungkin masih bisa kali ya enggak bakalan kesiangan.
"Pak kok belum jalan-jalan sih ini udah alewat 2 menit loh." Tanyaku dengan emosi karena takut kesiangan
"Si eneng, bentar neng itu nunggu 1 lagi ibu-ibu mau naik tanggung yak."
Sumpah aku pengen nangis ini, kalau tahun itu udah ada ojek online mungkin aku dah naik ojek online sayang transportasi dulu cuman angkot sama ojek biasa itu pun jarang kalo pagi-pagi gini, dan akhirnya angkotpun jalan.
"Ini udah lewat 1 menit neng." Jawabnya
"Pak. . Please ya pak bisa cuman 1 menit kok."
"Yaudah deh masuk neng, tapi baris ya disana sama yang kesiangan lainnya."
Aku pun berbaris dengan siswa dan siswi yang kesiangan lainnya, tanpa sengaja aku melihat kak Angga juga.
"Dia kesiangan juga ya.?" Aku bergumam dalam hatiku
Aku hanya tersenyum kearahnya ketika dia melihat ke arahku, dia juga membalas senyumanku.
Kami di hukum jalan bebek selama 5 menit ditengah lapangan, setelah selesai kami memasuki kelas masing-masing
"Kak Angga, aku masuk kelas duluan ya."
"Iya" Jawabnya singkat
"Ciee pacar lu ya ngga." Ejek temannya
"Bukan ah, yuk ah masuk."
Memang di sekolah kita harusnya kenal sebagai kenalan biasa bukan pacar, aku masuk kelas dengan wajah lesu bukan cuman karena hukuman tapi omongan ka Angga juga.
__ADS_1
"Lemes amat bu." Goda Rara
"Banget, kayaknya butuh amunisi."
"Ke kantin yuk, mumpung jam pertama kosong."
"Gasken gak sieh." Jawabku
Aku dan Rara pun pergi ke kantin untuk beli makanan dan minuman.
"Eh lau tau gak sie kemarin gue ngeliat si kak Angga pas istirahat kemarin dia makan batagor berdua sama kak Resa yang anak PMR."
"Masa sih? Temennya palingan kan kak Angga punya banyak temen cewe jadi gak aneh." Aku sambil mengatur nafasku
"Katanya sih kak Resa mantannya si kak Angga, cocok banget ya mereka satunya cantik satunya lumayanlah ya kak Angga gak jelek-jelek amat."
Aku terdiam sambil mengenggam cilok ditanganku, sama aku aja dia enggak mau publish tapi dia malah makan berdua sama mantannya.
Moodku seketika hancur, langsung hilang selera makanku mungkin waktu itu muka ku memerah menahan tangis tapi aku tahan takut ketauan.
"Kak Angga, aku boleh tanya sesuatu.?" aku mengirim pesan ke Angga
"Boleh tanya aja cit."
"Kemarin kata temen aku kak Angga makan di kantin sama Kak Resa.?"
"Ah itu, iya dia minta di temenin sambil mau cerita katanya."
"Maaf cerita apa kalau boleh tau kak.?"
"Dia cerita tentang pacarnya."
Aku langsung lega mendengarnya karena Kak Resa sudah punya pacar, aku enggak jadi curiga dan berpikiran aneh-aneh.
Sepulang sekolah kami tidak bertemu karena kak Angga bilang ada urusan jadi pulang duluan, setelah piket kelas aku pulang bersama Rara.
"Itu bukannya kak Angga sama Kak Resa ya.?" Sambil nunjuk ke arah mereka yang sedang duduk depan masjid
"katanya pulang duluan karena ada urusan, apa dia nunghuin aku ya.?" Didalam hatiku
Aku melewati kak Angga tanpa menyapanya, tapi pasti dia juga melihat aku yang lewat di depan merka berdua kak Angga tidak menolegku sama sekali dia asik mengobrol dengan kak Resa.
Didalam angkot rasanya aku pengen nangis, tapi banyak orang jadi aku menahannya sebisa mungkin hatiku rasanya sakit sesak dan penuh dengan pertanyaan.
Ting. . . Notif Hpku berbunyi dan aku bergegas melihatnya siapa tau kak Angga mau ngejelasin semuanya kan.
"Citra kayaknya kita enggak bisa lanjut deh, Maafin kakak ya kakak sebenarnya masih ada rasa sama kak Resa."
Handphoneku terjatuh, aku langsung lemas dan air mata turun begitu saja belum genap 1 bulan dia sudah meninggalkanku begitu saja demi masalalunya.?
__ADS_1