Kubuka Pintu Hatimu Dengan Alfatihah

Kubuka Pintu Hatimu Dengan Alfatihah
Bab 10


__ADS_3

Hari pertama saat persetujuan untuk tinggal di hutan kini telah berlalu.


Hari ke-2 leon dan kyara pergi memetik buah.


Begitupun keseharian mereka yang telah dilalui beberapa hari terakhir.


Tidak terasa ayana dan leon sudah menemani nenek dan kyara selama 10 hari lama nya.


kyara pun semakin dekat dengan leon dan ayana. Bagaimana tidak hari-hari yang ia lalui tidak terasa sunyi lagi.


Hingga pada saat nya tiba leon dan ayana pun pergi dari sana dan meminta nenek untuk menunjuk kan pintu rahasia itu.


Saat leon dan ayana hendak berpamitan kepada nenek,


Terlihat kyara sangat sedih atas kepergian mereka, melihat hal itu ayana membujuk kyara agar tidak bersedih untuk kepergian mereka.


"kakak kenapa pergi, kakak ngak sayang lagi ya sama kyara hiks hiks hiks..." tanya kyara sambil mengusap air mata nya.


"bukan seperti itu kyara, kamu ingat kan waktu pertama kali kakak datang kesini itu karena kami berdua tersesat, dan kami harus pulang" jawab ayana sambil menghapus air mata kyara


"iya kyara kami harus pulang dulu, orang-orang pasti sedang mengkhawatir kan kami, nanti kakak leon dan kakak ayana akan menjenguk kalian lagi"


"janji!! kalian beneran akan datang lagi kan"


tanya kyara memastikan.


"iya, lain kali kami akan datang, kyara harus jaga nenek ya" ayana.


Mereka pun pergi menuju pintu rahasia yang berada di jalan yang sudah di tandai dengan goresan di berbagai pepohon.


Goresan yang ada di pohon itu dibuat langsung oleh yudha ayah nya kyara untuk mengantar kan siapa pun yang melewati jalan itu akan sampai di sebuah kota.


"nak ini adalah jalan rahasia itu, kamu lihat goresan di pohon seperti lingkaran itu, kalian ikuti saja tanda itu maka kalian akan sampai di sebuah kota"


"baik, terimakasih nek untuk semua nya, jika tidak ada nenek mungkin kami masih berada di dalam hutan, kami akan selalu mengingat kebaikan nenek" ucap ayana sambil memeluk sang nenek.


"kami pergi dulu" leon


Kyara yang masih terisak tangis langsung pergi ke rumah dimana tinggal sebuah kenangan nya bersama ayana dan leon.


Sama hal nya dengan ayana ia juga bersedih karena telah meninggalkan nenek tua itu dengan kyara yang masih kecil.


"ay udah lah, jangan murung lagi" ucap leon


"leon, kapan kita akan kembali ke sini lagi"


"gak tau, jalan nya bisa lebih cepat sedikit lagi ngak nanti keburu gelap"


"ini udah cepat leon, apa perlu aku berlari"

__ADS_1


"cepat apa nya kamu dari tadi ketinggalan terus dari aku"


"ya iya"


Leon sesekali melihat tanda-tanda yang ada di pepohonan agar tidak tersesat.


****


Beberapa waktu perjalanan akhirnya dari kejauhan mereka melihat ada sebuah jalan lintas yang penuh dengan mobil yang melaju kencang.


"leon lihat kita hampir sampai di jalan raya"


"iya ay kita harus lebih cepat lagi"


Tanpa disadari leon menarik tangan ayana dan membuat ayana terkejut, ayana langsung melepaskan tangannya dari leon.


"ah maaf aku ay, aku tidak bermaksud seperti yang kamu kira"


ayana hanya membalas dengan senyuman ia mengerti bahwa leon sangat bahagia karena setelah beberapa hari mereka akan kembali ke rumah.


Setelah beberapa kilo perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah jalan raya.


Leon mencoba menghentikan pengendara yang se arah dengan rumah nya agar mereka mendapatkan tumpangan.


Salah satu pengendara truk berhenti karena leon menghambat perjalanannya dan berdiri ditengah-tengah jalan, pengendara itu kemudian memarahi nya.


"hey kenapa kau berdiri di sana, cepat minggir!!" teguran bapak truk itu kepada loen.


Bapak itu kemudian mengira bahwa gadis yang di tunjuk leon adalah istrinya dan berkata..


"apa dia istri mu, kelihatannya dia sangat kelelahan, cepat naik lah!


"Baik.. terimakasih pak, ay cepat kita mendapat tumpangan"


Leon menarik tangan ayana agar memasuki truk itu.


Kemudian truk itu melaju dengan kecepatan sedang.


"pak terimakasih atas tumpangan nya, kami sangat bersyukur" ucap ayana yang sejak dari tadi membisu.


"kalian dari mana, kenapa kalian bawa tas? apa kalian lari dari pernikahan"


Mendengar perkataan dari bapak itu ayana yang sedang minum pun tersedak.


Leon pun langsung mengelus punggung ayana yang sedang duduk di samping nya


"Hati-hati minum nya ay"


"pak kami bukan suami istri"

__ADS_1


Ayana pun menjelaskan agar bapak itu tidak salah paham terhadap diri nya dan leon.


Ia menceritakan kejadian yang menimpa nya beberapa waktu yang lalu. Bapak itu kemudian mengangguk paham apa yang di jelaskan ayana kepada nya.


Karena merasa iba bapak truk itu kemudian menghentikan truk nya dan membawa mereka untuk sarapan di pinggir jalan.


"Pak kenapa berhenti" tanya leon karena perjalanan mereka masih setengah


"nak turun lah, kita sarapan dulu di warung makan itu, aku akan mentraktir kalian" ucap bapak itu dengan senyum ramah.


Dalam kehidupan leon ia tidak pernah sarapan di pinggir jalan oleh karena itu ia sedikit khawatir jika makanan nya tidak sehat.


Mereka kemudian berjalan menuju pondok yang tidak jauh dari parkiran truk itu. Kemudian bapak itu memesan makanan dan minuman untuk 3 orang.


Tidak butuh lama seorang wanita mengantar makanan ke meja mereka bertiga dan menghidangkan makanan tersebut.


"nak makanlah, kalian pasti sangat lapar bukan, makan lah yang banyak"


"sekali lagi terimakasih pak, bapak telah sangat membantu kami, kami tidak akan melupakan jasa bapak" ucap ayana


"jangan sungkan bapak ikhlas kok"


Saat ayana hendak menyuap makanan nya terlihat leon yang hanya menatap makanan tersebut.


Ayana yang peka apa yang dipikir kan oleh leon, karena ia tau bahwa leon adalah seorang anak kaya raya tidak mungkin bagi nya untuk makan di sebuah pinggir jalan.


"apa kamu pikir makanan ini tidak sehat, lihatlah makanan ini sangat enak, ini bersih kok"


"dari mana kamu tau"


"coba lah sedikit saja"


"tidak mau"


"ya sudah kalau tidak mau dari pada mubazir biar aku yang habiskan"


"tidak boleh, ini punya ku"


"kalau begitu cepat makan! kita akan segera berangkat"


Leon yang sangat kelaparan dengan berat hati ia mencicipi makanan tersebut. Dan benar saja saat satu suap saja langsung membuat nya ketagihan.


Ternyata apa yang dia pikir kan selama ini tidak begitu buruk, jangan memandang jika makanan yang berada di pinggir jalan itu sangat kotor karena mereka juga memperhatikan kebersihan.


"apa sangat nikmat" tanya ayana yang melihat leon makan dengan lahap


"Hmm ya lumayan"


"habiskan makannya ya"

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka pun langsung berangkat ke tempat tujuan.


__ADS_2