Kubuka Pintu Hatimu Dengan Alfatihah

Kubuka Pintu Hatimu Dengan Alfatihah
Bab 2


__ADS_3

Akhirnya pesawat pun lepas landas menuju kota xxx yang ia tuju


"Hey kira-kira berapa jam akan sampai di bandara" tanya ayana karena penasaran.


"sekitar satu jam lagi" jawab aliza yang dari tadi terdiam.


"aliza dari mana kamu tau emang kamu pernah pergi ke kota ini" tanya serli bingung setau nya aliza tidak pernah pergi ke luar kota apalagi kota ini


"iya aku pernah pergi sekitar 5 tahun yang lalu kakek dan nenek ku tinggal disana"


"apa" sontak serli dan ayana karena terkejut dengan penjelasan dari aliza


"kenapa kalian sekaget itu? apa aku tidak pernah menceritakan nya pada kalian"


"hey yang benar saja, kau bertanya apa aku tidak menceritakannya, sejak kapan kau menceritakan nya pada kami" cetus serli


"ow maaf kan aku, aku lupa hehe"


"kau melupakannya? kita ini sudah berteman sejak 3 tahun lamanya loh" serli

__ADS_1


"hey ayolah ini bukan lah hal yang penting untuk diceritakan" aliza


"jadi kita bisa menginap di rumah nenek mu sementara waktu dong" ujar serli dengan gembira.


"tentu saja bukan hanya sementara waktu tapi untuk selamanya bagus kan jadi kita tidak perlu mencari kos"


"tapi apa nenek mu setuju apa dia tidak keberatan" akhirnya ayana berbicara setelah lama terdiam


"tidak, kami sudah bicara pada kakek dan nenek dia malahan sangat senang karena rumahnya tidak akan sepi lagi jika kota datang" aliza


Mereka terus mengobrol sepanjang perjalanan. Naik pesawat adalah hal yang baru bagi ayana namun tidak dengan serli dan aliza karena mereka termasuk keluarga yang kaya raya tapi itu tidak membuat mereka sombong sehingga membuat persahabatan mereka erat.



"Disini kita menaiki bus untuk pergi ke rumah nenek" aliza menjelaskan pada teman bahwa butuh bus untuk menuju kerumah neneknnya.


Butuh beberapa waktu untuk sampai ke rumah nenek aliza.


Saat menuju ke terminal bus ada pengendara mobil yang lewat di depan mereka dan saat itu ada genangan air yang membuat baju mereka basah dan kotor hal itu sontak membuat serli marah dan memaki pengendara mobil mewah itu sehingga membuat mobil itu berhenti

__ADS_1


"hey keluar kamu apa kamu tidak punya mata apa kamu tidak melihat genangan air disini" ucap ayana dengan geram


Didalam mobil terlihat seorang pemuda yang keluar dengan gagah memakai kacamata dan jas hitam.


"hey wanita kecilkan suara mu apa tenggorokan mu itu tidak sakit? menjawab dengan nada meledek


"kau sudah membasahi baju kami sampai kotor kenapa malah menasehati ku setidak nya minta maaf dulu apa kamu tidak punya sopan santun" jawab ayana sambil menahan amarahnya


"ay udah kita gak usah memperpanjang masalah ini ya" aliza berusaha menenangkan ayana


"apa! minta maaf, sorry kata-kata itu tidak ada dalam kamus ku kalian saja yang minta maaf" ucap leon pada ketiga wanita muslim itu dengan sombong


Mendengar kata kata itu ayana tidak bisa menahan diri dan langsung menginjak kaki leon dengan keras dan membuat ia meringis kesakitan.


"hey wanita gila beraninya kamu melakukan itu pada ku apa kau tidak tau siapa aku hah" leon berbicara dengan keras


"siapa kau kami tidak peduli yang kami tau kau bersalah dalam hal ini jika kau meminta maaf terlebih dahulu maka urusannya tidak akan seperti ini" serli memberikan penjelasan dengan tenang.


"diam!! kau sudah mengotori sepatu ku, kau tau berapa harga sepatu ini, bahkan jika kau menjual harga dirimu itu tidak akan cukup membelinya"

__ADS_1


Karena bus sudah datang ayana, aliza dan serli langsung pergi tanpa menghiraukan pemuda itu yang sedang marah karena merasa dihina, tidak ada satupun seseorang yang berani menentang perkataan nya.


__ADS_2