
Ayana melepaskan satu-persatu kancing kemeja leon dan membuat nya telanjang dada lalu mengusap kan kedua gunung kembar nya kedada leon.
Karena hasrat nya begitu kuat leon tidak sanggup sehingga menyentuh ayana.
"ayana jangan salah kan aku jika menyentuh mu"
Leon meraba punggung ayana dan melepaskan penghalang kedua gunung kembar nya.
Ia membuang sembarangan bra tersebut sehingga merasakan kenyal nya benda milik ayana.
Leon memberikan kecupan di pundak ayana melanjutkan ke jenjang leher nya lalu kebibir.
Leon ******* bibir ayana dengan lembut sambil menikmati belaian rambut dari tangan ayana.
Membawa nya duduk di ranjang lalu tangan nya beralih ke gunung kembar ayana.
Ia meremas benda tersebut sambil memainkan ujung nya.
Ayana mendesah geli tapi tidak menolak nya, ia terbuai dalam kenikmatan dan hasrat.
Kamudian ******* benda yang kenyal tersebut sehingga meninggal kan bekas gigitan.
Ayana merebah kan tubuh nya dan melingkar kan tangan nya ke leher leon lalu manarik nya dan menenggelam kan ke dada yang disambut langsung kedua gunung kembar nya.
Leon menghimpit tubuh ayana dan menggigit benda tersebut dengan sedikit keras sehingga membuat ayana terpekik.
"awh ah"
Mendengar jerikan dari ayana leon pun langsung tersadar apa barusan ia lakuin.
Ia menjauh dari ayana sambil berkata "astaga apa yang telah aku perbuat"
"bodoh!! bodoh!!!" leon terus menapar wajah nya
"seharus nya aku bisa menahan hasrat dan ini tidak akan terjadi"
Ia melihat tubuh ayana yang hanya memakai ****** *****. Lalu menyelimuti tubuh nya dengan selimut.
Ayana langsung bangun dan melepaskan selimut tersebut namun dihentikan oleh leon.
"jangan lepaskan ay aku mohon" ucap leon sambil menahan tangisan yang akan berderai.
"aku harus apa sekarang" leon.
__ADS_1
Setelah sedikit lebih tenang, leon kemudian menghubungi saga dan teman-teman ayana.
"hei leon kamu dimana semua orang mencari mu, dan ayana juga tidak ada disini apa kalian bersama"
"datanglah ke ruang 11, bawa serli dan aliza pastikan tidak ada yang mengetahui nya*"
panggilan terputus.
"apa yang sebenar nya terjadi" gumam saga.
"apa ada kabar mengenai ayana" tanya serli dengan cemas.
"Hmm ikuti aku" ucap saga dengan tergesa-gesa.
Serli, aliza, arvin dan arsel mengejar saga dari belakang. Saga tidak mengatakan apa-apa sehingga membuat teman-teman nya bingung.
Saga terus berlari menuju ruang 11 sampai pada akhirnya ia mengetok pintu tersebut.
Tok.. tok.. tok..
"apa kau ada didalam" tanya leon dengan nada sedikit pelan.
"masuk lah" leon.
Saga kemudian membukak pintu yang tidak terkunci dan betapa terkejut nya dia saat melihat pemandangan di dalam kamar itu.
Melihat semua itu ia berpikir bahwa sesuatu telah telah terjadi pada mereka.
Saga menghampiri leon dan bertanya apa yang sebenar nya terjadi. Kemudian leon menjelaskan musibah yang menimpa ayana, karena keinginan hasrat nya ia melakukan semua itu.
Mendengar hal itu saga marah dan memukul wajah leon dengan keras. Ia tidak menyangka bahwa temannya akan melakukan hal sekeji itu.
"Dasar! bagaimana kau bisa melakukan semua itu, ayana memang tidak sadar tapi kau...!
Saga menahan amarah sambil mengepal kedua tangan nya.
Saat leon menjelaskan kejadian itu serli dan aliza sudah berdiri di pintu dan mendengarkan nya.
Perasaan marah bergejolak di hatinya, ia seharus nya tidak membiarkan ayana pergi sendirian, sehingga peristiwa ini tidak akan terjadi.
Serli dan aliza menghampiri ayana yang sedang berbalut selimut, hanya kepala nya saja yang kelihatan.
"keluarlah kami akan merawat ayana"
__ADS_1
ucap serli sambil meneteskan air mata.
Tak menyangka bahwa teman nya akan mengalami semua ini.
Serli memandangi tubuh ayana di balik selimut. Efek obat itu membuat kepala ayana pusing sehingga ia pingsan.
"Ay maaf kan aku!! maaf kan aku hiks hiks"
Air mata langsung pecah saat memikir kan apa yang telah di lakukan leon kepada teman nya itu.
Aliza datang membawa air lemon dan obat pusing kepala.
Tangan nya gemetaran saat membawa segelas air. Sama dengan serli, aliza juga tak henti-henti meneteskan air mata.
Entah apa yang akan mereka jelaskan jika ayana sadar.
"Serli..... hiks hiks" aliza menghampiri serli.
Serli langsung memeluk aliza yang hampir pingsan. Aliza sangat syok saat mendengar bahwa teman nya ayana sudah ternodai.
****
Saga membawa leon ke kamar nya dan diikuti oleh arvin dan arsel.
Sekali lagi saga memukul wajah nya leon dan saat ia hendak memukul kedua kalinya arsel dan arvin langsung menghentikan saga.
"sudah, apa kau ingin memukul untuk ketiga kalinya" Ucap arvin dengan nada tenang.
"jangan hentikan aku!! apa kau tau apa yang telah diperbuat nya, dia sudah menodai seorang gadis"
"Uh, leon sekarang apa yang akan kau lakukan? " arsel.
Leon hanya menggeleng, saat ini pikiran nya sangat kacau, saat menyentuh ayana ia benar-benar kehilangan kendali.
" aku tidak tau siapa yang berniat untuk mencelakain ayana " leon.
"kami ada disini!! kami akan mencari tau siapa dalang dibalik semua ini" Ucap arsel menenang kan kawan nya itu sambil menepuk pundak leon.
"apa kak chelsea mengetahui semua ini"
Leon khawatir jika kakak nya tau maka dia akan sangat marah.
"Tidak, acara nya belum selesai, mungkin sebentar lagi kakak akan mengetahui nya" arsel.
__ADS_1
"kau tunggu lah disini, kami akan melihat keadaan ayana dan mencari tahu siapa pelakunya" saga.
Leon memandang saga sudah pergi dari ruangan nya. Ia mengerti bahwa teman nya itu sangat kecewa pada dirinya. Leon menghembus napas nya dengan kasar saat mengingat kejadian tadi.